Keluhan MX King, Salah Satunya ialah Tetap Mewarisi Penyakit Khas Motor Yamaha…

Motorisblog.com – Keluhan MX King – Om Bro…!! Jika dimasa lalu Mtb mengeluhkan New Vega R 2008 yang “boros” komstir… Mtb juga heran dengan Mio Sporty 2010 milik mertua, Jupiter Z 2007 milik teman kerja, Vega R 100cc 2005 milik kakak ipar yang juga mengidap penyakit sama… Bahkan, beberapa waktu yang lalu, belum lama ini, Mang Kobayogas juga mengungkapkan masalah serupa pada Aerox 155 tipe R miliknya…

Semua punya masalah vital yang sama, yaitu komstir rentan koplak…!!

Dan yang terbaru (yang Mtb dengar), Jupiter MX 150 milik Pak Tito (temen Mtb di dunia persilatan ojek online (lansiran 2015 (bukan MX King))), pun punya masalah yang sama…

Keluhan MX King

Penyakit kronis komstir Yamaha yang tak kunjung membaik

Yang Mtb ngga habis fikir, ini penyakit sudah kronis selama puluhan tahun, tapi (sepertinya) Yamaha tidak pernah tergerak hatinya untuk melakukan perbaikan.

Why…?

Yo mboh, ngga ngerti…

Iya sih, “tidak ada sesuatu hal pun yang abadi di dunia ini…”. Setiap apa pun pasti akan mengalami kerusakan dan kematian…

…dan memang bukan masalah keabadian yang dituntut oleh banyak orang. Hanya durabilitas… Hanya harapan keawetan yang lebih baik dibanding masa lalu…

Itu saja…!!

Masalahnya, timbul kecenderungan bahwa komstir Yamaha lebih ringkih. Lebih rentan rusak dalam jangka waktu pendek. Kalah awet dibanding kompetitor.

New Vega R Mtb sudah “maksa” minta ganti komstir saat usianya baru jalan 3 tahun. Pak Tito mengungkapkan hal itu pada Mtb, kemarin, 30 Agustus 2018. Artinya, pada saat usia motornya baru menginjak tahun ke 3.

Gilanya… Mang Kobayogas mengungkapkan masalah komstir itu dalam kondisi Aerox yang masih baru… Belum cukup umur…

Bandingkan dengan Honda Sipanci punya Mtb yang jelek, lemot, body plastik tipis & ringkih, serta setumpuk poin-poin minus lainnya, pun komstirnya mampu bertahan selama 5 tahun… Padahal hampir 3 tahun diantaranya, Sipanci ini Mtb bawa kerja ekstra berat…

Jadi armada kanvas motoris freelance dengan rute jalanan gunung yang terjal dan rusak… Ancur lah pokoknya…

Tapi komstirnya awet lho ya…

Jika (misalnya) alasan Yamaha karena remnya yang super pakem, karena suspensi stiffnya yang enak buat cornering, ngebut, zig-zag, stop-go de el el, yaitu tadi… perbaiki durabilitas komstirnya untuk mengimbangi segala kelebihan tersebut.

Jangan mengorbankan satu hal untuk mempertahankan hal-hal yang lain…

Speedometer berembun

keluhan mx king

Mtb rasa sih ini tidak terjadi pada semua unit. Tapi setidaknya bisa menjadi perhatian bagi Yamaha agar masalah serupa tidak terjadi dikemudiaj hari.

Reviewnya Mtb dapat dari Pertamax7, dimana panelmeter Yamaha Jupiter MX King 150 milik Daffa berembun, bahkan error setelah kehujanan.

Kejadiannya, indikator rata-rata konsumsi bahan bakar tidak merespon pemakaian motor. Tetap berada di angka 2.2 liter/100 km meskipun kecepatan berkendara berubah-ubah. Dari ngebut, santai, bahkan berhenti.

Ketika kunci kontak diputar ke posisi ON, speedometer menyala tapi kemudian berubah ke tampilan “edit sapaan”. Anehnya, saat Om Daffa masukkan transmisi ke gigi satu, tampilannya berubah kembali seperti biasa.

Tombol reset juga tidak bisa berfungsi…

Jadi singkatnya, panelmeter error selepas kehujanan. Padahal semestinya hal ini tidak boleh terjadi…

Tapi sekali lagi Mtb tegaskan, kasus Om Daffa yang dimuat oleh Pertamax7.com itu masalah langka (atau cacat produksi). Tidak terjadi pada semua unit.

Dan… Jupiter MX 150 (khususnya MX King) bukanlah produk gagal… Dia produk yang sangat sukses di pasaran. Terbukti hingga saat ini, data penjualan MX King tetap lebih tinggi dibanding 3 bebek super lainnya, yakni Supra GTR 150, Honda Sonic 150R dan Satria F150.

Khususnya jika dibanding dengan kompetitor terdekatnya (yang berdesain sejenis), yaitu Honda Supra GTR 150, maka MX King jauh mengasapi penjualan GTR.

Sayangnya… per-bulan Juli 2018, data penjualan AISI tidak boleh lagi di publikasikan untuk konsumsi umum…

Semoga saja kedepan aturan itu dicabut lagi dan kita semua bisa tahu, mana motor yang laris dan mana yang “nggak laku”.

Tidak ada fitur akomodasi

Seperti Om Bro sekalian tahu, Yamaha tidak memberikan bagasi pada MX King. Padahal dia itu motor bebek, bukan full sport…

Tapi… sebenarnya kekurangan ini tidak bisa disebut sebagai kelemahan juga sih… pasalnya, tiga kompetitor lainnya juga sama… tidak punya bagasi.

Hanya saja… andai MX King punya bagasi, sangat mungkin hal itu akan menjadi nilai plus yang semakin banyak bagi MX King.

Tangki bahan bakar kecil

Lagi… disini rancu memang…

Sebagai motor dengan mesin setara motor sport, ukuran tangki MX King terlalu kecil. Tapi ya… persoalannya kan disini dia menganut desain bebek.

Yang namanya motor bebek ya segitu itulah tangkinya…

Begitu juga dengan produk kompetitor.

Jika dirasa tangki MX King kurang besar, solusinya, Om Bro bisa menggendong jerigen atau galon di punggung. Wkwkwkwk…!!

Ada suara menggelitik dari area head silinder

Ada beberapa review yang meyebutkan bahwa ada suara “tik… tik…” dari area head silinder mesin Yamaha MX King. Namun, sejauh ini suara tersebut tidak menimbulkan efek negatif secara operasional.

Lah wong tetangga yang mesinnya DOHC juga ada suara yang mengganggu, yaitu, “klotok… klotok…”. Wkwkwkwk…!!

Akselerasi lambat

Ini agak aneh memang… Yamaha yang biasanya menganut tipikal mesin responsif di putaran bawah, ternyata tidak terbukti pada MX King.

Salah satu review dari otorider.com menyebutkan bahwa tarikan awal MX King tidak spontan. Hasil pengukuran Racelogic Performance Box hanya mampu mencatat angka 14,2 detik untuk kecepatan 0-100 km/jam.

Perpaduan ban tidak seimbang

Dibagian belakang sudah mantap… Ukuran ban tapak lebar 120/70-17 membuat laju MX King stabil disemua kecepatan dan segala kondisi jalan. Namun sayangnya… ukuran ban depan terlalu kecil. Hanya 70/90-17 sehingga tidak meyakinkan bagi rider untuk bermanuver ekstrim.

Tapi sebenarnya, sepertinya pertimbangan Yamaha dalam aplikasi ban depan MX King itu justru supaya handling motor jadi lebih ringan.

Suspensi depan gampang mentok

Ini warisan dari Jupiter MX 135… Hal ini juga dirasakan oleh Pak Tito selama 3 tahun menjadi rider MX King.

Untunglah hanya suspensi depan saja.

Bagian belakang, “so far so good”, begitu ungkapan Pak Tito.

keluhan mx king
Yamaha Jupiter MX 150 milik Pak Tito, salah satu Driver GrabBike Banjar Patroman

Kelebihan Yamaha MX King

Penjualan tinggi meski tanpa promosi besar-besaran

Ini yang baru saja Mtb sebutkan di atas… Sejak diluncurkan pada awal tahun 2015 lalu, bebek super ini (hampir) selalu mendominasi market share motor bebek 150cc, bahkan setelah lahirnya kompetitor, Honda Supra GRT 150. Padahal, MX King tidaklah membuat promosi dengan iklan segencar Vega R, Mio series dan Jupiter MX 135 yang fenomenal di masa lalu berkat kekocakan alm.Didi Petet, Deddy Mizwar, almh.Ida Kusumah, Komeng, Tessa Kaunang dan lain-lainnya…

Ini jelas, MX King punya magnet luar biasa yang mengikat loyalitas konsumen dengan mindset motor bebek yang kencang dan powerfull.

Catatan penjualan MX King dari tahun ke tahun pun sekaligus membuktikan bahwa tidak selamanya mesin DOHC 6-speed yang secara teknis lebih canggih, dapat membuat rakyat Indonesia terpesona.

Iya… dari 4 bebek super brand Jepang yang ada di Indonesia, yaitu Satria F150, Sonic 150R dan Supra GTR 150, hanya MX King doang yang masih setia menggunakan mesin SOHC 5-speed.

MX King adalah motor bebek super yang komplit secara fungsionalitas

Menganut desain bebek tapi dengan spesifikasi mesin sport dengan kopling manual, membuat MX King bersahabat dengan rider secara ergonomi, bobot kendaraan, kualitas body plastik, velg cast wheel, ban belakang gambot, double disc brake dan speedometer digital.

Bebek super yang tidak menggunakan “embel-embel” lebay

Meski memiliki kemampuan mesin sport, MX King tidak lebay dengan slogan semi racing seperti Satria dan Sonic… juga tidak menggunakan embel-embel motor adventure seperti Supra GTR.

Dia tetap sederhana secara marketing… Tidak berkata muluk-muluk meski kenyataan memperlihatkan bahwa dirinya adalah yang terlaris dikelasnya.

Lain-lain

Selain poin-poin di atas, MX King lebih dari lumayan. Handlingnya mantap, bahkan untuk kecepatan tinggi sekalipun.

Tidak ada gejala buritan limbung meski dibawa manuver ekstrim sampai rebah. (Mtb – Keluhan MX King).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: