wuling confero 2018

Kelemahan Wuling Motor yang Harus Dibenahi Jika Ingin “Melawan” Brand Jepang

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro…!! Meskipun sukses menjadi mobil terlaris di negara asalnya, namun masih ada kelemahan Wuling Motor yang cukup signifikan dalam hal bersaing dengan brand-brand Jepang dan Eropa. Yaitu soal layanan aftersales yang dinilai masih kurang memadai.

Advertisement

Iya Om… Meski secara mutu produk Wuling sudah cukup terpercaya berkat kerja samanya dengan General Motors yang notabene produsen mobil Chevrolet, namun perkara layanan aftersales, brand Jepang masihlah amat dominan di pasar Indonesia.

Tapi Om, meskipun perkara jaringan aftersales masih menjadi kelemahan Wuling mobil, namun jika kita tengok lagi ke belakang, pada dasarnya memang Wuling masih baru di Indonesia. Baru dua tahun Om… Jadi kurang patut jika sekarang kita komparasi dia dengan brand Jepang yang telah puluhan tahun bercokol dan mengakar disini.wuling suv

Jadi sebenarnya yang patut jadi pertanyaan ialah, apakah kelemahan mobil Wuling Indonesia dalam hal aftersales itu nantinya akan dikejar secara cepat perkembangannya…?? Atau kah Wuling akan mengulang sejarah brand-brand China lain yang pada akhirnya harus angkat kaki dari bumi pertiwi tercinta ini…??

Om Bro…!! Sebenarnya untuk beberapa kalangan, Wuling sudah cukup bisa mengambil hati konsumen tanah air. Terbukti kini telah ada suatu wadah komunitas yang menamakan diri Wuling Club Indonesia (WLCI).wuling cortez

WLCI berdiri atas prakarsa Hendra Susanto, seorang pemilik Wuling yang membeli Confero S 1.5L pada event Pekan Raya Jakarta 2017 lalu. (DetikOto, 7/2/2019).

Namun seperti yang telah Mtb bahas diatas, Hendra pun menganggap bahwa peningkatan penjualan Wuling masih belum diiringi dengan perkembangan layanan aftersalesnya.wuling baonjun 530

Advertisement

Kemudian jika kita bicara secara mutu produk, pun masih ada catatan kelemahan produk Wuling, dimana pernah ada beberapa masalah semisal AC yang secara tiba-tiba tidak dingin, juga adanya suara aneh ketika perpindahan gigi transmisi.

Dalam hal ini sih memang kekurangan produk Wuling tersebut telah ditangani dengan baik. Namun sayangnya konsumen tidak diberi tahukan perkara kesalahan apa yang mengakibatkan timbulnya kedua masalah itu…??

Maka Hendra pun menghawatirkan jika kelak masalah itu muncul lagi pada saat masa garansi habis.

So… Pamungkasnya kembali pada inti dari bahasan di atas, bahwa Wuling masih memiliki banyak PR yang harus diselesaikan demi membuktikan diri bahwa ia tidaklah seperti mobil-mobil China yang lain dimasa lalu.

Wuling masih harus terus meningkatkan kepercayaan konsumen dengan berbagai peningkatan mutu produk, pelayanan aftersales, dan pembuktian keandalan produk dalam hal harga jual kembali.

Betul Om… Bagi orang-orang seperti Mtb, mungkin perkara harga jual kembali bukanlah suatu ukuran. Karena sejak dulu, dalam memiliki motor pun Mtb berpendirian bahwa, membeli untuk digunakan. Bukan dengan tujuan untuk dijual kembali.

Tapi tentu tidak semua orang berfikiran seperti Mtb. Faktanya, masih lebih banyak orang yang menjadikan nilai jual kembali sebagai salah satu pertimbangan ketika ia hendak membeli kendaraan. Dan… Wuling harus memahami hal itu… (Mtb – Kelemahan Wuling Motor).

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *