Kelebihan Blue Core vs eSP, Ternyata Sama saja dengan Teknologi 1990-an

Motorisblog.com – Kelebihan Blue Core vs eSP – Om Bro…!! Menggelikan jika kita menyimak komentar-komentar para Fansboy Yamaha dan Honda yang saling hujat, saling cakar-cakaran di blog-blog besar. Entah mereka nggak ngerti atau pura-pura ngga ngerti, bahwasanya tidak ada kelebihan yang signifikan dari kedua pabrikan untuk produk yang sekelas.

Lah, iya… Emangnya Om Bro kira, untuk rentang harga yang relatif sama, salah satu dari keduanya bakalan mau kasih produk yang benar-benar hebat?

Tidak, lah yauw…!! Ingat… Mereka berdua sama-sama bisnis. Dan yang namanya bisnis, judulnya tetap sama… yaitu, meraih untung sebanyak-banyaknya dari modal yang sekecil-kecilnya… Betul…??!!

Itu prinsip ekonomi yang paling dasar. Sangat disayangkan jika Om Bro tidak memahami hal itu.

Mau bukti…??

…simak terus artikel ini sampai kelar… Jika perlu, gelar tikar dan seduh kopi biar otak makin cerah & Om Bro lebih mudah menyerap isi artikel ini. Wkwkwkwk…!!

Lantas, apakah sedemikian buruknya kata “bisnis” di benak Mtb?

Tidak juga…!! Mtb selalu berusaha berfikir realistis. Mtb saring apa-pun teknologi dari kedua pabrikan tersebut untuk kemudian di ambil sari patinya dan di buang ampasnya. Termasuk juga dalam hal teknologi yang di anut oleh kedua pabrikan tersebut.

Awal kemunculan Teknologi Blue Core pada Yamaha

Om Bro…!! Teknologi Blue Core pertama kali diperkenalkan oleh YIMM di ajang Indonesia Motorcycle Show pada Rabu, 29 Oktober 2014 lalu. Yamaha mengklaim bahwa teknologi terbarunya ini mempu menghemat bahan bakar hingga sebanyak 50% dibanding motor-motor produksinya yang masih menganut sistem pengabutan karburator. Namun begitu, meski konsumsinya lebih irit, performa yang dihasilkan justru lebih bertenaga.

Ini bertentangan dengan hukum alam yang secara umum menyatakan bahwa konsumsi yang lebih besar akan menghasilkan tenaga yang lebih besar pula. Maka, pencapaian Yamaha pada teknologi Blue Core tersebut berarti menjadi suatu prestasi yang luar biasa…

Secara teknis, sistem kerja dari Blue Core itu sendiri adalah dengan menggunakan kisi-kisi silinder yang lebih rapat dan tipis. Juga menggunakan model oil jet piston cooler yang berfungsi melepas suhu panas di ruang bakar. Yang hasil akhirnya ialah efisiensi konsumsi bahan bakar yang menghasilkan out put power yang lebih besar.

Hal menarik lainnya dari teknologi ini adalah bahwa Yamaha berani memberikan jaminan (garansi) bagi mesinnya selama lima tahun atau 50.000 km (tergantung mana yang lebih dulu dicapai). Secara sederhana, itu artinya Yamaha tidak main-main. Dia berani memberikan garansi sepanjang itu lantaran dia benar-benar yakin bahwa produknya memang kuat secara durabilitas.

Bahkan demi menunjukkan kesungguhannya, PT YIMM pun sampai mendatangkan seorang engineering Yamaha dari Jepang, yakni Mr Kinoshita kala itu. Hal itu dilakukan karena kelak (sekarang sudah terjadi), Teknologi Blue Core akan dijadikan sebagai Global Platform Engine bagi motor-motor Yamaha, sebagai penyempurna dari teknogi YMJET-FI yang kini telah ditanggalkan.

Prinsip kerja mesin Blue Core Yamaha

Pada suatu kesempatan (di tahun 2014 itu), Abidin selaku GM Service PT YIMM mengatakan bahwa secara dasar, prinsip kerja dari Blue Core ada 3 hal,

1. Efisiensi diruang bakar (increasing combustion efficiency)

Teknis kerjanya ialah dengan menyempurnakan proses pembakaran sehingga performa meningkat namun dengan konsumsi bahan bakar yang lebih irit.

2. Mengurangi gesekan antar komponen di dalam mesin

Dengan mesin yang rendah gesekan, maka potensi kehilangan tenaga akibat friksi tersebut dapat ditekan semakin trendah. Hal itu dilakukan dengan aplikasi kisi-kisi silinder yang lebih rapat dan dan lebih tipis.

3. Aplikasi oil jet piston cooler

Fungsinya untuk melepas suhu panas di ruang bakar sehingga performa motor lebih stabil.

Selain itu, Yamaha juga punya teknologi DiASil Cylinder dan forged piston yang diklaim 3 kali lebih awet, 3 kali lebih kuat dan 3 kali lebih ringan dibanding silinder dan piston konvensional. Yamaha juga melakukan penyempurnaan pada pengaturan katup dan bentuk komponen sehingga kinerja ruang bakar menjadi lebih kompak.

Nah… dari semua teknis di atas, maka dihasilkan mesin yang minim gesekan pada dinding silinder, sehingga mengurangi noise (suara kasar) dan mengurangi vibrasi yang menjadi khas dari mesin-mesin overstroke seperti Yamaha.

Wuih…. Canggih dong Yamaha?!!

Wkwkwkwk…!! Tidak…!!

Why…?

Simak terus ke bawah…

Kelebihan Blue Core vs eSP

Jika Om Bro adalah salah satu Fansboy Honda atau pun Fansboy Yamaha yang mengharapkan artikel ini sebagai wujud untuk mengunggulkan salah satu produk, maka…. Maaf… Om Bro harus kecewa disini… Karena, sekali lagi Mtb katakan, Mtb tidak melihat ada perbedaan signifikan antara keduanya selain hanya “nama”nya saja. Yaitu Blue Core pada Yamaha dan eSP pada Honda.

Kenapa…??

Mtb tidak mempermasalahkan siapa yang duluan dan siapa yang meniru. Mau saling contek, mau saling tiru, bodo amat…. Selama persaingan mereka memberikan yang terbaik bagi konsumen…? Ngga ada masalah.

Lebih baik bersaing untuk memberikan yang terbaik ketimbang melakukan kartel untuk merugikan konsumen. Betul?

Masalahnya…. Sebelum Blue Core, Honda sudah lebih dulu menggunakan teknologi eSP yang pada prinsipnya adalah sama. Yaitu mengurangi gesekan pada komponen mesin demi meraih performa maksimal dengan konsumsi yang minimal…

Dan… Honda pun mengklaim bahwa konsumsi mesin eSP miliknya adalah 50% lebih irit dibanding produk-produknya uang masih menggunakan karburator.

Klaimnya sama, ya?

Iya… Jadi, semua klaim atas kelebihan teknologi dari kedua pabrikan tersebut sejatinya lebih candong pada perkara strategi marketing. Lah yang namanya marketing kan saling menonjolkan kelebihannya masing-masing. Padahal pada dasarnya keduanya adalah sama…!! Sama-sama ingin powerfull dengan konsumsi tetap irit, bahkan lebih irit.

Berarti ngga ada gunanya dong semua teknologi itu??

Bukan begitu juga maksudnya. Justru semua teknologi itu sangat penting lantaran dengan semua teknologi itu, motor-motor sekarang menjadi lebih ramah lingkungan. Dan itu memang sudah menjadi tuntutan dari berbagai aturan yang ada, dimana semua kendaraan di jaman now harus memenuhi batasan emisi gas buang.

Selain itu, kebutuhan teknologi di dunia persilatan motor jaman now juga menuntut mesin dengan tingkat kebisingan dan getaran mesin yang rendah dengan harga tetap terjangkau.

Itulah kelebihan dari keduanya, Blue Core dan eSP…

Nah, yang jadi masalah disini adalah pertanyaan dari beberapa teman Mtb yang menanyakan perkara kelebihan Blue Core vs eSP. Yang arah pertanyaannya adalah, “bagus mana antara keduanya?”

Mtb jawab, Kamu mau motor yang kuat dan bertenaga? Ya belinya motor sport 250cc. Tapi kamu harus bangun dari mimpi… jangan berharap itu motor minum bensinnya bakalan kaya motor 125cc atau bahkan motor 110cc. Disini hukum fisika (atau hukum apa pun itu) masih berjalan dengan baik. Cc lebih besar, minum bensin lebih banyak, maka tenaga pun lebih besar.

Tapi Blue Core dan eSP kan tidak sama 100%…??!!

Betul… tapi perbedaannya tidak akan jauh untuk motor-motor dengan jenis dan kapasitas mesin yang relatif sama. Jangan berharap salah satu dari Blue Core atau eSP bisa memberikan tenags maksimal signifikan dengan konsumsi yang minimal.

Kita ambil contoh dari masa lalu, dimana Honda Tiger dan Yamaha RX King pada edisi-edisi terakhirnya punya power lebih rendah lantaran tekanan untuk mengurangi emisi gas buang. Untuk mengurangi polusi udara… Karena jika tidak begitu, maka bumi ini akan lebih cepat hancur karena polusi yang kian tinggi.

Jadi kesimpulannya, tidak usah repot-repot mencari kelebihan dan kelemahan pabrikan lain. Beli saja motor apa yang Om Bro suka… Yakin saja bahwa keduanya tidak akan benar-benar memberikan lebih pada konsumen. Mereka juga punya perhitungan untung-rugi. So… untuk produk-produk yang sekelas, kualitas dan lain-lainnya akan setara…

Hukum alamnya tetap sama seperti era 1990-an dan sebelumnya, yaitu, cc lebih besar, konsumsi lebih boros, maka power lebih besar. Tapi untuk rentang kelas yang berbeda jauh, misalnya 150cc vs 250cc, maka harganya pun berbeda jauh. Artinya lagi… jangan berharap terlalu banyak untuk uang yang sedikit. Wkwwkwkwk…!! Nerimo aja kaya Mtb. Punya duit sedikit ya belinya motor cc kecil. Hokeh, Om Bro?? (Mtb – Kelebihan Blue Core vs eSP).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: