Kekuatan Mesin Honda vs Yamaha Jaman Now

Motorisblog.com – Kekuatan Mesin Honda vs Yamaha – Om Bro…!! Ada seorang teman yang bertanya pada Mtb perkara keawetan mesin motor Honda dan Yamaha. Maka sekali lagi Mtb bingung menjawabnya. Pasalnya, untuk benar-benar mendapatkan jawaban yang fair, maka Mtb harus punya motor dari kedua brand, kemudian keduanya di perlakukan dengan cara yang sama selama setidaknya 5 tahun atau bahkan 10 tahun lamanya.

So… jelas hal itu jadi mustahil… soale itu pertanyaan datangnya sekarang, apa iya harus Mtb jawab 5 tahun yang akan datang?

Tentu tidak…

Kemudian, jika Mtb menggunakan referensi dari review orang lain tentang motor-motor mereka yang sudah berusia uzur, pun tidak bisa sepenuhnya benar. Karena, tentu ada perlakuan yang berbeda dari pemilik motor-motor tersebut, baik dalam hal pemakaian, perawatan dan hal-hal lainnya.

Ada sih cara untuk sekedar membuat kesimpulan sementara, yakni dari beberapa data yang disertakan oleh masing-masing pabrikan terhadap produk-produknya. Misalnya saja dalam hal garansi.

Singkatnya begini… Pabrikan yang berani memberikan garansi mesin yang lebih lama, maka dapat disimpulkan bahwa mesinnya lebih kuat.

Kenapa?

Logikanya, pabrikan tidak akan berani memberikan garansi yang demikian panjang jika dia tidak yakin bahwa produk motornya tidak akan kuat bertahan sejauh itu. Pasti pihak pabrikan pun sudah melakukan serangkaian uji coba yang meyakinkan sebelum dia memberikan jangka waktu garansi. Betul?

Kekuatan Mesin Honda vs Yamaha dilihat dari jangka waktu garansi

Naaahhh… dalam hal ini, sejauh yang Mtb tahu, pabrikan Yamaha dengan teknologi Blue Core, Diasil Cylinder dan Forged Piston miliknya berani memberikan garansi selama 5 tahun atau 50.000 km untuk mesinnya. Sedangkan Honda, dia memberikan garansi selama 5 tahun (50.000 km) untuk injektor dan (hanya) 3 tahun (30.000 km) untuk mesinnya (maaf jika salah, silahkan di koreksi).

Loohhh…!! Berarti mesin Yamaha lebih kuat & awet dong…??

Secara teori di atas kertas, iya… Tapi…

…ada tapinya…

Pada tahun 2015 lalu, kedua brand ini juga telah mengadakan uji durabilitas mesin dengan waktu yang tidak main-main. Bukan pada semua produk, tapi hanya Yamaha Mio M3 dan New Honda Beat saja…

Meski test tersebut hanya melibatkan masing-masing satu model, tapi boleh lah untuk sedikit memberi gambaran.

Uji durabilitas Yamaha Mio M3 125 Blue Core vs Honda BeAT eSP

Setelah peluncurannya saat itu, Yamaha segera melakukan pengujian terhadap Mio M3 125 Blue Core dengan dikendarai selama 30 hari non-stop pada event Mio M3 Challenge. Yang karenanya, Yamaha Mio M3 telah menjadi pemecah rekor MURI untuk daya tahan selama 30 hari atau 720 jam full.

Sementara itu, Honda Beat juga tidak mau kalah. Dia pun melakukan uji ketangguhan mesin dengan berkeliling Lampung selama 40 hari non stop.

Naaahh… Dengan uji jalan tersebut, maka kondisi seolah-olah menjadi berbalik… Tampaknya Honda lebih berani dalam uji ketahanan mesin tersebut. Artinya, Honda sanggup membuktikan bahwa produknya lebih kuat dibanding kompetitor.

Lantas, apakah sesederhana itu kesimpulannya??

Tentu tidak. Kita tidak tahu apakah Mio M3 dan Beat eSP yang diuji di atas tersebut benar-benar produk massal atau unit khusus yang sengaja disiapkan secara special untuk “pamer” ketahanan mesin??

Namun… meski pun (misalnya) unit-unit tersebut adalah sample khusus, Mtb yakin untuk unit massalnya pun menggunakan formula yang sama dengan unit test.

Satu gambaran lagi dari Suzuki…

Untuk motor tipe sport 150cc, saat ini berbagai penilaian menganggap bahwa Suzuki GSX150 series adalah yang paling kuat mesinnya. Alasannya karena Suzuki adalah satu-satunya yang berani memberikan limiter hingga 13.000 rpm, sementara kompititor hanya di kisaran 11.500 rpm (kalau tidak keliru informasinya).

Logikanya, Suzuki tidak akan berani memberikan performa yang sedemikian tinggi (untuk ukuran motor 150cc) jika kualitas material mesinnya tidak benar-benar bagus.

Gambaran lain adalah pengalaman Mtb… Dimana Honda Spacy FI 2013 Mtb sudah harus ganti piston oversize 25 saat usia motor baru 5 tahun.

Kenapa?

Karena, sejujurnya, sebelumnya Mtb jorok dalam hal perawatan Si Panci.

biaya servis besar motor honda
Servis besar Honda Spacy FI

Berarti Yamaha lebih awet?

Tidak juga.

Hanya selang beberapa hari setelah Mtb ganti seher Si Panci (gara-gara loss kompresi dan sering mogok), bengkel tetangga pun melakukan penggantian seher motor Mio (entah Mio M3 atau Mio J atau Mio GT, lupa tidak ambil foto). Bahkan, Diasil Silinder yang (konon katanya) lebih kuat pun harus ikutan di ganti lantaran tidak bisa di korter. Tidak seperti silinder yang berbahan baja.

Nah, ternyata Diasil Silinder punya kelemahan di bagian ini. Yaitu tidak bisa di korter sehingga harus ikutsn ganti ketika piston di ganti.

Sebagai catatan, saat itu Si Mio pun berusia 5 tahun. So… disini berarti impas… sama-sama hanya kuat 5 tahun. Kemungkinan si pemilik Mio itu kira-kira sama joroknya seperti Mtb. Wkwkwkwk…!!

Kesimpulannya…

Dengan semua perbandingan di atas, Mtb hanya bisa menyimpulkan, bahwa, perkara Kekuatan Mesin Honda vs Yamaha adalah seimbang alias sama. Bahkan tampaknya untuk brand lain yang masih punya cap Jepang pun sama (khususnya untuk motor-motor entry-level).

Kemudian, jika membaca berbagai review dari pengalaman orang lain, hasil akhirnya adalah,

Untuk Honda vs Yamaha keluaran sebelum tahun 2010, kekuatan mesin sanggup bertahan hingga lebih dari 10 tahun. Bahkan untuk motor-motor lansiran sebelum tahun 2000, ketahanan mesinnya bisa mecapai 20 tahun.

Namun untuk motor-motor lansiran tahun 2010 hingga sekarang, batas usia normalnya adalah 5 tahun. Lebih dari itu, Mtb kembalikan lagi pada cara pemakaian dan cara perawatan Om Bro sekalian. Jika Om Bro merawat motor dengan baik, maka tidak mustahil motor Om Bro akan tetap sehat meski usianya sudah lebih dari 10 tahun nanti. (Mtb – Kekuatan Mesin Honda vs Yamaha).

2 tanggapan untuk “Kekuatan Mesin Honda vs Yamaha Jaman Now

    • 20 September 2018 pada 12:40
      Permalink

      Wakakakakak…!! Saya rada kesindir nih… Wkwkwkwwkk…!!

      Balas

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: