20 Kebiasaan Buruk Pengendara Motor di Indonesia

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro! Ada banyak hal yang menjadi kebiasaan buruk pengendara motor di Indonesia. Beberapa pernah Mtb dapati saat berkendara menyusuri jalan raya. Mereka tidak menyadari bahwa kelakuannya bukan saja membahayakan diri sendiri, tapi juga membahayakan keselamatan pengendara lain atau pengguna jalan lainnya.

Advertisement

Sebagian dari kebiasaan buruk naik motor yang sering terjadi bahkan merupakan pelanggaran lalu lintas. Kejadiannya bukan hanya menjadi fanomena jalanan Jakarta dan kota-kota besar lainnya saja, tapi sering juga menjadi warna jalanan kota kecil seperti kampung Mtb ini.

Apa sajakah itu?

Kebiasaan Buruk Pengendara Motor di Indonesia

1. Memakai Handphone Saat Berkendara

Kebiasaan buruk pengendara motor yang pertama adalah menggunakan hp saat berkendara.

Handphone alias gadget memang sudah sangat lekat dengan kehidupan kekinian belakangan ini. Saking lekatnya, tak jarang orang berkendara motor sambil teleponan, SMS’an atau bahkan Chatting dengan orang lain. Padahal bermain ponsel dapat membuat berkendara jadi tidak stabil. Kadang tiba-tiba oleng kekanan atau kekiri, atau mendadak mengurangi kecepatan pada saat ia melaju melalui lajur tengah.

Seharusnya jika memang sangat mendesak, Om Bro menepi dahulu ke tempat yang aman. Toh kalau hanya untuk komunikasi penting saja, tidak akan menghabiskan waktu hingga berjam-jam.

2. Mendengarkan Musik

Mendengarkan musik sambil berkendara juga menjadi salah satu kebiasaan buruk pengendara motor di Indonesia.

Suara musik dari ponsel dapat membuat pengendara kehilangan konsentrasi dan tidak mendengar suara klakson dari kendaraan lain ataupun suara-suara bahaya lainnya. Jadi jelas, mendengarkan musik saat berkendara itu perbuatan yang berbahaya bagi keselamatan.

3. Membonceng Anak Sambil Berdiri

Tak jarang satu motor mereka gunakan untuk berboncengan bertiga.

Masalahnya ketika salah satunya anak kecil, kadang si orang tua memposisikan si anak pada bagian tengah dan anak tersebut berdiri menapak atas jok. Padahal jok motor tidak mendapat desain untuk pijakan kaki. Maka permukaan jok bisa menjadi licin dan jika anak terpeleset, pengendara bisa kehilangan keseimbangan.

4. Berboncengan Bertiga

Desain sepeda motor hanyalah untuk dua orang saja, yaitu pengendara dan satu orang pembonceng. Namun tak jarang kita mendapati ada 3 atau lebih orang dewasa atau remaja berkendara menggunakan satu motor.

Biasanya pengendara seperti ini menganggap bahwa larangan muatan berlebih hanya sebatas aturan saja, sehingga mereka merasa aman saat tidak ada Polisi. Padahal menyalahi batas maksimal kapasitas beban motor seperti itu berbahaya karena dapat merusak keseimbangan berkendara.

5. Bermotor Sambil Merokok

Merokok sambil mengendarai motor juga dapat menimbulkan bahaya.

Ketika rokok terselip pada sela bibir, percikan apinya dapat mengenai wajah saat kena terpaan angin. Sedangkan jika rokok Om Bro jepit pada sela-sela jari tangan, handling pada setang jelas jadi menurun sehingga dapat mengganggu respon ketika terjadi hal-hal yang mengejutkan.

Intinya kemampuan pengendalian motor jadi berkurang.

6. Pacaran Sambil Bermotor

Kira-kira kenapa alasan banyak remaja suka pacaran di atas motor?

Jawabannya adalah:

“Karena ngga mungkin pacaran di bawah motor”.

Wkwkwkwk.

Om Bro. Biasanya anak-anak ABG yang pada demen asik-asikan pacaran sambil bermotor menghabiskan akhir pekan.

Yang berbahaya ialah karena acapkali mereka melaju pelan melalui sisi tengah sehingga menghambat laju kendaraan lain.

Bahkan saking asiknya mesra-mesraan, tak jarang laju motor mereka limbung alias tidak stabil sehingga membahayakan kendaraan lain yang berdekatan.

Yah. Begitulah anak muda. Untung saja dulu masa muda Mtb tidak begitu kelakuannya. Soale saat pacaran cinta monyet, Mtb belum punya motor sendiri. Wkwkwkwk!

Iya. Betul Om. Mtb baru bisa beli motor sendiri saat pacarannya udah serius dan sudah mengarah pada jenjang pernikahan.

7. Berkendara Melawan Arah

Jalanan Jakarta dan kota-kota besar lainnya, masalah seperti ini sering sekali terjadi. Banyak pengendara motor yang malas mengikuti alur jalan yang benar gegara kemacetan. Padahal kelakuannya melawan arah justru membuat trafik lalu lintas malah semakin macet.

Padahalnya lagi jika terjadi kecelakaan, jarang ada dari mereka yang mau mengakui kesalahan dengan legowo, meskipun sebenarnya mereka yang salah.

8. Melintasi Jalur yang Salah dengan Sengaja

Mtb juga pernah sih melintasi flyover Pesing, Jakarta Barat. Tapi itu sebelum Mtb tahu bahwa jalur tersebut tidak boleh untuk sepeda motor.

Mtb juga pernah melintasi flyover Galur, Jakarta Pusat. Tapi ya itu pun saat baru’nya larangan melintas untuk sepeda motor. Ketika Mtb belum tahu adanya larangan tersebut.

Bahaya’nya saat Om Bro melintasi jalur yang salah, maka Om Bro akan berada pada posisi yang bersalah jika terjadi kecelakaan. Jadi Om Bro tidak akan menjadi benar, meski seperti apapun kronologi kecelakaannya.

Jada sadari resiko itu Om. Jangan hanya taat saat ada petugas Polisi saja.

9. Memuat Barang Bawaan Melebihi Kapasitas Motor

Kapasitas beban motor matic dan bebek umumnya adalah 125 kg termasuk berat badan pengendara. Artinya jika misale berat badan Om Bro adalah 65 kg, maka maksimal barang yang aman untuk Om Bro bawa adalah seberat 60 kg saja. Lebih dari itu tidak aman secara keseimbangan dan kestabilan berkendara.

Selain bobot, dimensi barang juga ada batas amannya, yaitu tidak boleh melebihi lebar stang dan tidak melebihi tinggi kepala pengendara.

Lebih dari itu statusnya tidak aman.

10. Tidak Memakai Helm

Banyak alasan yang membuat orang malas memakai helm. Tiga alasan yang paling populer adalah karena:

  • Lokasi tujuannya dekat
  • Tidak ada Polisi
  • Kepala mudah pusing jika menggunakan helm

Lah pertanyaannya sekarang:

  • Apakah kalau jarak tujuannya dekat lantas ada jaminan selamat?
  • Terus kenapa alasannya tidak ada Polisi? Padahal helm itu pelindung kepala, bukan pelindung dari ancaman Polisi
  • Satu lagi, alasan mudah pusing, kaya’nya itu cuma alasan lebay aja deh
  • Advertisement

Lantas kalau kecelakaan terus kepala kena benturan, apa ngga lebih pusing?

11. Menggunakan Knalpot Bising dan yang “Menembak” Wajah

Orang seperti ini patutnya tidak tahu perbedaan antara jalan raya dengan sirkuit.

Singkatnya sih begini:

Coba dekatkan lubang telinga Om Bro pada lubang knalpot yang bising, terus hidupkan mesin dan putar grip gas. Gimana rasanya pendengaran Om Bro? Ya begitulah rasanya pendengaran orang lain yang mendengar knalpot bising milik Om Bro.

Selain hanya memekakkan telinga, seringkali lubang pembuangan knalpot bising mengarah rada ke atas sehingga menerpa wajah pemotor lain.

Pokoknya yang inti, knalpot bising berpotensi mengundang kutukan dari orang-orang sekitar, bahkan dapat mengundang keributan.

Asli Om. Banyak orang yang membenci suara knalpot bising.

Lah iya kalau mesinnya dua silinder atau lebih, suaranya masih enak. Ini kebanyakan motor low end satu silinder bermesin 150cc ke bawah.

Bukan bermaksud meremehkan motor entry level. Lah wong Mtb juga hanya punya motor entry level doang, ngga punya motor yang kelasnya premium ke atas. Tapi ya justru itu. Mtb hanya punya motor low end tok doang, maka Mtb sangat sadar diri dan tidak neko-neko dengan menggunakan knalpot bising.

12. Belok Mendadak Tanpa Sein

Kisah seperti ini sering Mtb lihat saat berkendara melintasi jalan raya pedesaan atau kota kecil. Kadang ada saja pemotor yang belum terbiasa berbelok secara rapi dengan memberikan isyarat menyalakan lampu sein.

Biasanya pelakunya adalah bapak-bapak setengah baya, ibu-ibu dan anak-anak ABG.

Bahkan fenomena Ibu-ibu sein kanan belok kiri pun bukan merupakan cerita tahayul. Mtb beberapa kali mendapati yang seperti itu.

Selain itu sering juga ada pemotor yang tidak segera mematikan lampu sein selepas berbelok. Sein tetap berkedip meski ia berjalan ke arah lurus sehingga seringkali membingungkan pengendara lain.

13. Menerobos Lampu Merah

Pelanggaran seperti ini sering sekali terjadi. Padahal kalau kena ttilang polisi, jarang dari mereka yang dengan ikhlas mengakui kesalahan. Kebanyakan akan mencari-cari alasan “aneh”.

14. Berteduh Sembarangan Saat Hari Panas

Saat cuaca panas pada lampu merah, seringkali ada pemotor yang berteduh pada rindangnya pepohonan pinggir jalan. Padahal garis batas berhenti masih jauh dari lokasi ia berteduh.

Cara seperti itu jelas menjengkelkan bagi pengendara lain yang terhalang lajurnya.

15. Menggunakan Kolong Flyover untuk Berteduh Saat Hujan

Sama seperti tadi, kelakuan yang begini juga mengganggu arus lalu lintas lantaran menghalangi kendaraan lain yang hendak terus melaju.

16. Pakai Kaca Spion Segede Upil

Pertanyaannya: “Upil siapa yang segede spion?” Wkwkwkwk!

Iya Om. Sama seperti soal helm, penggunaan kaca spion yang hanya muat jerawat pun terjadi karena kurangnya kesadaran pemilik / pengendara sepeda motor. Rata-rata mereka menganggap bahwa spion hanyalah syarat agar tidak kena tilang Polisi. Mereka tidak menyadari bahwa keberadaan spion yang ideal adalah untuk keamanan berkendara.

Mereka fikir spion berukuran kecil itu keren. Padahal spion kecil tidak memiliki ruang pandang yang ideal. Nanti ia belok sembarangan tanpa memperhatikan kendaraan lain dari arah belakang. Terus kena senggol kendaraan lain, ia tidak merasa bersalah dan minta ganti rugi. Kan ngeselin itu kan Om?

17. Berperilaku Arogan

Meski terbilang jarang, namun ada saja pemotor yang suka bersikap arogan. Utamanya bikers yang berkendara secara berkelompok.

Mtb sih faham. Mereka berusaha mempertahankan rombongan supaya tidak tercerai-berai. Namun tetap saja tidak boleh bersikap arogan, apalagi sampai (misalnya) menendang kendaraan lain.

18. Berkendara Tidak Sesuai Lajur

Menyebalkan kalau depan kita ada pemotor yang melaju pelan melalui sisi tengah.

Cara berkendara seperti itu jelas menghalangi laju kendaraan lain dari arah belakang. Dan sayangnya ada saja yang seperti itu.

19. Keluar dari Gang Tanpa Menoleh Kiri-kanan

Mtb pernah beberapa kali mendapati pemotor yang seperti itu. Entah apa yang ada dalam fikirannya.

Kenapa tidak terpikir oleh orang itu jika sewaktu-waktu ada kendaraan lain yang melaju kencang pada jalan utama?

20. Mau Belok Kanan Tapi Malah Menepi ke Kiri Dahulu

Di kampung Mtb sering ada yang seperti ini. Biasanya perilaku yang demikian terjadi karena si pemotor yang belum cukup terbiasa berkendara melintasi jalan raya.

Maksudnya sih benar, ia menunggu situasi aman sebelum memutuskan untuk menyeberang ke arah kanan. Tapi pada beberapa kasus, sikap seperti tersebut justru malah membingungkan pengendara lain, utamanya yang datang dari arah belakang.

Lah iya Om. Itu orang sudah menyalakan sein kanan tapi malah menepi ke kiri. Jelas orang lain jadi bingung karenanya.

Seharusnya kalau mau belok kanan ya tunggu situasi aman dengan posisi berada pada sisi tengah.

Nah. Pada situasi seperti inilah pentingnya kita harus melihat spion. Yaitu untuk memastikan situasi aman dari arah belakang.

Bayangkan kalau orang seperti ini berkendara melalui jalanan Jakarta dan kota-kota besar lainnya yang padat kendaraan. Bisa-bisa sampai Shubuh dia nunggu jalanan sepi demi bisa berbelok ke kanan. (Mtb – Kebiasaan buruk pengendara motor di Indonesia).

Advertisement

4 komentar untuk “20 Kebiasaan Buruk Pengendara Motor di Indonesia”

  1. Ada lagi Min, sering ada pengendara motor (yang motornya dilengkapi fitur lampu Hazard) nyalain lampu Hazard cuma buat iseng atau gaya-gayaan doang, gak tau aturan pemakaiannya. Ty

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *