Kawasaki Ninja H2 2019, Andai Motor Entry Level Pasti di Sebut “All New”

Motorisblog.com – Kawasaki Ninja H2 2019 – Om Bro…!! Kalau perkara pemecahan rekor top speed di dunia, baru-baru ini Suzuki Hayabusa yang tertinggi dengan capaian 416 km/jam. Tapi, Ninja H2 juga tidak buruk karena sebelum itu, dia telah lebih dulu mencapai 400 km/jam.

Tapi… keduanya tercapai setelah melalui serangkaian modifikasi… bukan 100% murni spek pabrikan.

Nah, kalau bicara perkara standar pabrikan, Kawasaki Ninja H2 memang bukan yang tercepat, juga bukan yang terbuas secara power. Namun begitu, superbike supercharger ini sejak rilis di tahun 2014 lalu di Indonesia sudah terjual sebanyak lebih dari 2 lusin.

Uwow… padahal banderolnya lebih dari Rp500 juta…!!

Dan kabar baiknya, tahun ini Kawasaki tengah menyiapkan versi baru Ninja H2, yakni versi 2019.

So… apa saja yang berubah?

Power naik

Pada versi lama, Kawasaki mengklaim bahwa power Ninja H2 mencapai 200 HP. Ternyata itu belum cukup… Kawasaki Ninja H2 2019 didongkrak tenaganya menjadi 227 HP.

Angka tersebit sekaligus menjadikan H2 sebagai superbike street-legal dengan power terbesar di dunia secara standar pabrikan.

Ubahan mesin

Secara spesifikasi dasar, Ninja H2 versi 2019 masih sama dengan generasi sebelumnya. So… terdongkraknya power menjadi 27 HP lebih tinggi didapat dari perombakan air filter, intake chamber, busi, dan yang paling vital, ECU baru.

ECU baru itulah yang paling berperan dalam meningkatkan power Ninja H2 menjadi 14% lebih tinggi dengan konsumsi BBM tetap seperti versi lama.

Soal konsumsi, motor sekelas H2 tentu tidak bisa disebut “irit”. Tapi maksudnya disini, hanya, “tidak lebih boros” meski power melejit.

Ubahan lain

Perombakan tidak hanya perjadi pada sektor mesin saja. Update signifikan juga terjadi di hampir seluruh bagian motor, termasuk kaliper cakram Brembo Stylema Monoblock terbaru yang “Kepala babi”nya bertipe radial 4-piston.

kawasaki ninja h2 2019

Kaliper ini punya dimensi lebih kecil, bobotnya pun lebih ringan, namun justru lebih baik dalam hal melepas pasas (dibanding versi lama).

Part ini sejatinya bukan hal yang benar-benar baru, tapi masih tergolong baru juga karena sebelumnya hanya digunakan oleh Ducati Panigale V4.

Ubahan kaki-kaki

Disini tidak ada rombakan yang signifikan… hanya di bagian ban, dimana Bridgestone Battlax RS10 diganti menjadi RS11.

Motor yang terhubung dengan smartphone

Ini yang paling bikin ngiler… Speedometer full color TFT display menggunakan teknologi Ninja H2 SX, dimana layar speedoneter dapat terhubung dengan smartphone.

Uwow…!!

Terdapat aplikasi khusus dari Kawasaki yang dapat menampilkan panggilan telepon dan pesan yang diterima di smartphone pada layar speedometer.

Mantap ya?

Tapi itu belum seberapa. Yang lebih mantap justru fungsi sebaliknya dimana smartphone bisa memonitor kondisi motor, termasuk indikator BBM, tripmeter, jadwal service, voltase accu dan GPS Tracker.

kawasaki ninja h2 2019

Belum cukup sampai disitu… Aplikasi mobile Kawasaki tersebut juga dapat difungsikan untuk setting kontrol elektronik pada Kawasaki Ninja H2 2019.

Cat special yang dapat menghapus goresan secara otomatis

Sebutan untuk cat ini ialah “self healing paint, yakni cat yang mampu memnyembuhkan dirinya sendiri.

Maksudnya?

Kawasaki menyebutnya sebagai “Kawasaki Highly Durable Paint”.

Teknis kerjanya, ketika ada goresan kecil pada motor, maka si cat akan kembali pada kondisi awal (bekas goresan hilang dengan sendirinya).

Efek self healing tersebut terjadi dari lapisan top coat mikroskopis yang bekerja selaiknya trampolin, yakni menyerap benturan (scratch) untuk kemudian mengembalikannya ke posisi semula.

Proses penyembuhannya tentu tidak seketika dalam hitungan menit… ada kalanya, proses self healing membutuhkan waktu lebih dari seminggu. Dan… proses self healing ini hanya bekerja untuk goresan-goresan ringan, misalnya goresan akibat penggunaan lap yang tidak bagus, atau juga goresan akibat gesekan dengan riding gear (wearpack yang digunakan oleh pengendara).

So… tidak bisa menangani goresan tajam semisal goresan koin, kunci kontak, atau pun logam retsleting.

Dan, lagi… Teknologi ini pun bukan 100% baru. Sebelumnya sudah digunakan pada mobil-mobil seperti Mercedes-Benz, Nissan dan Toyota. Tapi di dunia persilatan motor, Kawasaki Ninja H2 2019 adalah yang pertama menggunakan cat hasil pengembangan Natoco, Jepang tersebut.

Proses self healing yang cocok untuk Indonesia

Om Bro… Meski di atas Mtb sebutkan bahwa butuh waktu hingga seminggu untuk proses penyembuhan cat, namun pada suhu 26-30°C, proses self healing dapat selesai lebih cepat dibanding wilayah yang lebih dingin. So… cocok untuk iklim tropis Indonesia. (Mtb – Kawasaki Ninja H2 2019).

Tinggalkan Komentar