Kartel Harga Yamaha dan Honda, Selisih Banderol Jauh dari TVS…!!??

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro…!! Setelah lebih dari dua tahun lamanya, akhirnya kasus kartel harga Yamaha dan Honda di putus sudah… Mereka berdua dijatuhi sanksi denda sebesar Rp47,5 miliar.

Advertisement

Anehnya Om, porsi denda Yamaha justru lebih besar ketimbang Honda. Padahal yang menguasai pasar kan justru Honda ya Om…??

Eehh rupanya…

Menurut Anggota Majelis, R.Kurnia Sya’ranie (DetikOto, 3/5/2019), Yamaha dijatuhi vonis lebih berat lantaran ia memanipulasi data. Sedangkan AHM lebih kooperatif dengan menghadirkan saksi dari Presiden Direkturnya. Karenanya, vonis denda AHM dikurangi 10% dari proporsi awal.

Betul Om… Dari total denda Rp47,5 miliar tersebut, Honda divonis denda senominal Rp22,5 miliar, sementara Yamaha divonis lebih besar, yakni Rp25 miliar.

Om Bro…!! Vonis Honda Yamaha kartel harga dijatuhkan atas praktek kartel yang dilakukan oleh keduanya terhadap produk-produk skutik mereka di kelas 110-125cc. Akibatnya, jajaran produk Honda dan Yamaha di segmen tersebut menjadi lebih mahal dari yang sepatutnya. (Anggota Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Helmi Nurjamil – 3/5/2019).

Bandingkan saja Om… Skutik Honda yang bermesin 110cc saja harganya tembus Rp15 jutaan (Beat series). Malahan varian Scoopy Stylish dan Sporty, tembus Rp18 jutaan. Belum lagi bicara Vario series yang kisaran harganya berada di angka Rp17-Rp20 jutaan.

Begitu pun dengan Yamaha… Jajaran skutik entry levelnya dimulai dari Mio Z 125 seharga Rp15 jutaan… Juga ada Fino, New Soul GT, Free Go… Bahkan Lexi 125 (yang mungkin tidak termasuk produk entry-level), banderol tipe tertingginya mencapai Rp26 jutaan.

Bandingkan dengan harga produk skutik TVS…

Saat ini TVS punya dua model skutik yang dijual di Indonesia, yaitu TVS Dazz (karburator) dan TVS Dazz FI. Untuk kedua model tersebut, TVS membanderolnya dengan harga Rp12,7 juta dan Rp13,4 juta saja. Ngga sampe Rp15 juta acan-acan Om…

Advertisement

Ngeri ya Om… Selisih harganya bukan Rp100-Rp200 ribuan, tapi mencapai Rp3 jutaan…

Nah, berawal dari situlah Helmi menaruh curiga pada Honda dan Yamaha, di bulan Oktober 2016 silam.

Honda dan Yamaha berkilah bahwa penetapan harga produk-produk mereka yang lebih mahal disebabkan lantaran teknologi yang berkembang. Namun Helmi bersikukuh bahwa TVS pun mengusung teknologi yang setara.

Lantas, bagaimana dengan Suzuki yang punya Address dan Nex II??

Nah, itu dia yang mengganjal di hati Mtb Om… Suzuki yang tidak terlibat kartel pun kisaran harga skutiknya berada di angka Rp15-Rp16 jutaan. Setara dengan Honda Beat series dan Yamaha Mio series… Jadi kalau dinilai dari situ sih timbul kesan bahwa motor-motor Jepang memang pada dasarnya punya banderol lebih mahal dibanding motor India.

Tapi itu cuma kesan ya Om… Mtb tidak berani ambil kesimpulan. Takut jadi nyanyahoanan… Lagi pula jika melihat model Suzuki yang lain di kelas sport 150cc (GSX series), memang sih ada kecenderungan harganya di bawah produk-produk Honda dan Yamaha yang sekelas.

Terlepas dari semua masalah itu, saat ini Honda punya 15 varian model skutik di kelas 110-125cc. Mulai dari Beat series, Vario series, dan Scoopy.

Yamaha punya 16 varian model dari seri Mio, dan lain-lain. Sedangkan Suzuki punya 7 varian dari model Address dan Nex II.

Selain dari 3 brand Jepang itu, ada satu brand India, yaitu TVS, yang punya dua model, yakni Dazz (karbu) dan Dazz FI. (Mtb).

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *