mesin honda adv 150

4 Perbedaan Karburator vs Fuel Injection: Pilih Mana??

Motorisblog.com – Karburator vs Fuel Injection – Pilih Motor Injeksi atau Karburator?? – Om Bro…!! Seperti pada jaman platina yang musnah di timpa oleh CDI, maka dikemudian hari, karburator akan sepenuhnya diganti oleh teknologi injeksi.

Bahkan saat ini pun motor-motor berteknologi karburatos nyaris tidak diproduksi lagi, kecuali beberapa tipe & merk yang fokus pada pengembangan motor hobi ketimbang motor massal.

Perbedaan Karburator vs Fuel Injection

1. Teknis kerja

Karburator

Pada dasarnya tujuan dari kedua teknologi ini adalah sama, yaitu menyuplai bahan bakar ke ruang bakar. Namun, keduanya memiliki cara kerja yang sama sekali berbeda.

Secara teknis, cara kerja karburator ialah dengan memanfaatkan gerak naik-turun piston untuk menggerakan skep karburator. Proses pengabutan partikel bahan bakar dilakukan secara mekanis dengan memanfaatkan kevakuman udara di ruang bakar.

Pada mesin karburator, bensin dihisap sesuai dengan gerakan buka-tutup skep. Volume campuran bensin dan udaranya tergantung dari diameter lubang karburator, pilot jet, main jet, dan baut setelan angin dan setelan bensin.

Injeksi

Sementara itu pada mesin injeksi, sistem suplai bahan bakar diatur oleh ECU (Electronic Control Unit) dalam menentukan timing dan jumlah semprotan bensin melalui injektor. Kontrol dilakukan oleh banyak sensor, diantaranya sensor temperatur udara, sensor O2, sensor bukaan gas (throttle) dan sensor suhu oli mesin.

2. Konsumsi bahan bakar karburaror vs fuel injection

Poin ini menjadi salah satu kelemahan karburator, dimana (secara hitungan standar), konsumsi bahan bakar mesin injeksi tentunya lebih irit dibanding karbu. Hal itu disebabkan lantaran pada mesin injeksi, bahan bakar yang disemprotkan lebih presisi dan membentuk partikel-partikel yang lebih kecil sehingga bensin jadi lebih mudah terbakar. Karenanya pembakaran mesin injeksi jadi lebih sempurna, dan pada akhirnya berimbas pada tingkat konsumsi BBM yang lebih irit.

3. Durabilitas vs modifikasi

Bagi pehobi modifikasi mesin, hingga saat ini motor karbu masih lebih diminati ketimbang motor injeksi. Alasannya jelas, karena karburator lebih mudah untuk dimodifikasi, misalnya saja ditingkatkan performanya dengan membuat semprotan bensin lebih banyak melalui ubahan ukuran pilot jet atau main jet.

Namun begitu, banyak pihak mengklaim bahwa injeksi dipercaya lebih awet ketimbang karburator.

Biasanya jika sudah mulai berumur, karburator cenderung mudah rusak pada karet vakum, putaran gas, ataupun putaran anginnya.

4. Kemudahan perawatan karburator vs fuel injection

Om Bro…!! Era motor injeksi di Indonesia diawali oleh Honda Supra X 125 pada tahun 2005. Kemudian diikuti oleh Yamaha Vixion pada dua tahun kemudian (mohon koreksi jika salah).

supra x terbaru 2018
Honda Supra X 125 2018

Di masa itu, mesin injeksi masih dianggap tabu dan diragukan oleh banyak orang. Hal itu didasari atas kekhawatiran bahwa jika mesin injeksi mengalami masalah, maka perbaikannya akan sulit lantaran belum banyak bengkel yang bisa menanganinya. Bahkan bengkel-bengkel resmi pun saat itu belum semuanya bisa menangani masalah injektor.

yamaha vixion old facelift headlamp
Yamaha Old Vixion v2 Lampu Sporty

Tapi sekarang keadaan sudah berbalik. Pabrikan Honda, Yamaha dan Suzuki justru sudah meninggalkan teknologi karburator.

Namun belum semua pabrikan meninggalkannya. Masih ada beberapa kalangan pehobi yang menyukai motor karbu. Karena itu ‘Pabrikan ijo’ masih mau memproduksi motor sport retro bermesin karburator, misale saja Kawasaki W175.

mesin kawasaki w175
Mesin Kawasaki W175 SE 2019

Om Bro…!! Ketika Mtb sharing-sharing dengan teman-teman bikers, masih saja ada di antara mereka yang menganggap bahwa karburator lebih mudah dirawat ketimbang ketimbang injeksi. Alasannya karena karbu lebih mudah dibongkar dan diperbaiki, sementara injeksi perlu perangkat elektronik khusus untuk mendiagnosis masalahnya (ketika terjadi masalah).

Tapi Mtb kira itu pandangan yang keliru.

Iya kalo ngomongin perkara modif sih karbu memang lebih gampang di kostum. Tapi kalo bicara perawatan, keadaan justru berbalik.

Om Bro… Jika Om Bro perhatikan dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, sebenarnya motor injeksi justru lebih mudah dalam hal perawatan. Pasalnya, rentang waktu servis injektor itu lebih panjang ketimbang motor-motor karburator.

Kita ambil contoh:

  • Yamaha menganjurkan servis karbu setiap 3000 km, dan anjuran servis injektor adalah setiap 10,000 km
  • Sementara itu Honda menganjurkan servis karburator setiap 4000 km, sementara untuk injektor, tidak ada anjuran servis sama sekali (versi buku panduan manual Honda Spacy FI 2013)

Artinya, sepanjang tidak ada kendala pada injektor, maka tidak ada perlu adanya servis injektor. Begitu menurut pabrikan AHM. So, bagi montir, hal ini tentu menjadi poin kemudahan dalam hal servis. Jadi pada saat servis rutin, montir hanya harus membersihkan saringan udara, stel klep dan pembersihan-pembersihan serta pemeriksaan bagian-bagian lain selain injektor.

Kemudian jika pun kita ikuti anjuran Yamaha untuk melakukan pembersihan injektor secara berkala, itupun prosesnya ada yang simple. Yaitu cukup hanya dengan cairan injector cleaner Honda atau Yamalube Carbon Cleaner yang dituang ke dalam tangki bensin setiap 3000 km sekali.

Bandingkan dengan servis karburator yang harus dibongkar, periksa pilot jet, main jet, pelampung, dan lain-lain…

Cara merawat Injektor

Nah, jikapun Om Bro tergolong orang yang apik dan ingin selalu melakukan perawatan injektor secara teratur, maka (khususnya motor Yamaha) ada 3 pilihan caranya, yaitu:

  1. Dengan metode Yamaha Injector Tester
  2. Dengan metode Carbon Cleaner
  3. Dengan .etode suntik MTR

Kita bahas satu persatu.

Metode Injector Tester & Cleaner

Cara ini merupakan pekerjaan teknis, jadi jika Om Bro tidak memiliki keahlian teknis, sebaiknya serahkan saja pada montir yang berkompeten.

Metode ini rada rumit dan butuh waktu, yaitu dengan melepas injektor, kemudian injektor tersebut diperiksa menggunakan mesin injector tester & cleaner.

Di tahap ini, injektor mensimulasikan semprotan bensin sesuai dengan tekanan standar. Jika debit semprotan berkurang, maka itu artinya injektor ada dalam keadaan kotor atau ada sumbatan pada hole. Demikian juga jika diameter (hasil) semprotan injektornya kecil atau tidak membentuk lingkaran.

Nah, dalam kondisi seperti itu, injektor hendaknya dibersihkan dengan cara direndam pada cairan pembersih. Setelah selesai, kemudian dilakukan kembali simulasi penyemprotan injektor pada mesin injector tester & cleaner.

Mencampurkan Carbon Cleaner pada bahan bakar

Ini cara yang paling gampang yang sudah Mtb sebutkan di atas. Om Bro hanya cukup membeli AHM Injector Cleaner atau Yamalube Carbon Cleaner, kemudian menuangkannya ke dalam tangki agar tercampur dengan bensin.

Kedua produk tersebut tersedia di dealer / bengkel resmi masing-masing merk.

Takarannya:

  • Satu botol dicampur dengan 3,5 liter – 5 liter bensin, dan dilakuan setiap 3.000 – 4.000 km sekali

Cara ini dapat membantu mengurangi endapan karbon di injektor dan membersihkan intake serta ruang bakar.

Metode Infus / FI Cleaner

Metode ini dilakukan dengan cara inject langsung menggunakan perangkat seperti infus.

Infus tersebut berisi cairan pembersih yang dinamakan MTR sebanyak 50 cc.

Cara pembersihannya ialah:

  • Lepaskan tangki bahan bakar
  • Lepas selang bahan bakar penghubung injektor
  • Ganti selang tersebut menggunakan infus yang terhubung dengan tabung cairan carbon cleaner MTR
  • Tekan tabung infus menggunakan angin dari kompresor dengan tekanan dikisaran 39-42 psi

Maka cairan MTR akan masuk ke injektor dan ruang bakar.

  • Nyalakan mesin dan biarkan sambil digas selama sekira 5 menit (hingga cairan MTR habis dan mesin mati dengan sendirinya

(Mtb).

2 pemikiran pada “4 Perbedaan Karburator vs Fuel Injection: Pilih Mana??”

  1. Siapa bilang? Motor karbu selama tidak brebet tidak perlu service. Walaupun itu sudah 3 tahun. Komponen injeksi sekalu rusak bikin sakit kepala,harga mahal.

    Balas

Tinggalkan komentar