Karburator vs Fuel Injection, Pilih Motor Injeksi atau Karburator?

Motorisblog.com – Karburator vs Fuel Injection, Pilih Motor Injeksi atau Karburator? – Om Bro…!! Seperti pada jaman platina yang musnah di timpa oleh CDI, maka dikemudian hari, karburator akan sepenuhnya diganti oleh teknologi injeksi. Bahkan saat ini pun, motor-motor berteknologi karburatos nyaris tidak diproduksi lagi, kecuali beberapa tipe & merk yang itu pun lebih fokus pada penciptaan motor hobi ketimbang motor massal.

Teknis kerja

Pada dasarnya, tujuan dari kedua teknologi ini adalah sama, yaitu menyuplai bahan bakar ke ruang bakar. Namun, keduanya memiliki cara kerja yang sama sekali berbeda.

Secara teknis, cara kerja karburator ialah dengan memanfaatkan gerak naik-turun piston untuk menggerakan skep karburator. Proses pengabutan partikel bahan bakar dilakukan secara mekanis dengan memanfaatkan kevakuman udara di ruang bakar.

Pada mesin karburator, bensin dihisap sesuai dengan gerakan buka-tutup skep. Volume campuran bensin dan udaranya tergantung dari diameter lubang karburator, pilot jet, main jet, dan baut setelan angin dan setelan bensin.

Sementara itu, pada mesin injeksi, sistem suplai bahan bakar diatur oleh ECU (Electronic Control Unit) dalam menentukan timing dan jumlah semprotan bensin melalui injektor. Kontrol dilakukan oleh banyak sensor, diantaranya sensor temperatur udara, sensor O2, sensor bukaan gas (throttle) dan sensor suhu oli mesin.

Konsumsi bahan bakar karburaror vs fuel injection

Poin ini menjadi salah satu kelemahan karburator, dimana (secara hitungan standar), konsumsi bahan bakar mesin injeksi tentunya lebih irit dibanding karbu. Hal itu disebabkan lantaran pada mesin injeksi, bahan bakar yang disemprotkan lebih presisi dan membentuk partikel-partikel yang lebih kecil sehingga bensin jadi lebih mudah terbakar.

Karenanya, pembakaran mesin injeksi jadi lebih sempurna, dan pada akhirnya berimbas pada konsumsi BBM yang lebih irit.

Durabilitas vs modifikasi

Bagi pehobi modifikasi mesin, hingga saat ini motor karbu masih lebih diminati ketimbang motor injeksi. Alasannya, jelas, karena karburator lebih mudah untuk dimodifikasi, misalnya saja ditingkatkan performanya dengan membuat semprotan bensin lebih banyak melalui ubahan ukuran pilot jet atau main jet. Namun begitu, banyak pihak mengklaim bahwa injeksi dipercaya lebih awet ketimbang karburator.

Biasanya, jika sudah mulai berumur, karburator cenderung mudah rusak pada karet vakum, putaran gas atau pun putaran anginnya.

Kemudahan perawatan karburator vs fuel injection

Om Bro…!! Era motor injeksi di Indonesia diawali oleh Honda Supra X125 PGM-FI pada tahun 2005. Kemudian diikuti oleh Yamaha V-Ixion pada dua tahun kemudian (mohon koreksi jika salah).

Di masa itu, mesin injeksi masih dianggap tabu dan diragukan oleh banyak orang. Hal itu didasari atas kekhawatiran bahwa jika mesin injeksi mengalami masalah, maka perbaikannya akan sulit lantaran belum banyak bengkel yang bisa menanganinya. Bahkan bengkel-bengkel resmi pun belum semuanya bisa.

Tapi sekarang…

…pabrikan Honda, Yamaha dan Suzuki justru sudah meninggalkan teknologi karburator. Namun, belum semua pabrikan meninggalkannya. Masih ada beberapa kalangan pehobi yang menyukai motor karbu. Karena itu, pabrikan ijo, Kawasaki, masih mau memproduksi motor sport retro bermesin karburator, yakni W175.

Om Bro…!! Ketika Mtb sharing-sharing dengan teman-teman bikers, masih saja ada di antara mereka yang menganggap bahwa karburator lebih mudah dirawat ketimbang ketimbang injeksi. Alasannya karena karbu lebih mudah dibongkar dan diperbaiki, sementara injeksi, perlu perangkat elektronik khusus untuk mendiagnosis masalahnya (ketika terjadi masalah).

Tapi Mtb kira, itu pandangan yang keliru. Iya, kalo ngomongin perkara modif sih, karbu memang lebih gampang di kustum. Tapi kalo bicara perawatan, keadaan justru berbalik.

Om Bro… Jika Om Bro perhatikan dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, sebenarnya motor injeksi justru lebih mudah dalam hal perawatan. Pasalnya, rentang waktu servis injektor itu lebih panjang ketimbang motor-motor karburator.

Kita ambil contoh,

Yamaha menganjurkan servis karbu setiap 3000 km, dan anjuran servis injektor adalah setiap 10,000 km.

Kemudian, Honda… Honda menganjurkan servis karburator setiap 4000 km, sementara untuk injektor, tidak ada anjuran servis sama sekali (versi buku panduan manual Honda Spacy FI 2013). Artinya, sepanjang tidak ada kendala pada injektor, maka tidak ada perlu adanya servis injektor…

So… bagi montir, hal ini tentu menjadi poin kemudahan dalam hal servis. Jadi, mereka hanya harus membersihkan saringan udara, stel klep dan pembersihan-pembersihan serta pemeriksaan bagian-bagian lain selain injektor.

Kemudian, jika pun kita ikuti anjuran Yamaha untuk melakukan pembersihan injektor secara berkala, itu prosesnya ada yang simple. Yaitu cukup hanya dengan membersihkan lubang injektor pakai menggunakan Yamalube Carbon Cleaner ke dalam tangki bensin setiap 3000 km sekali.

Bandingkan dengan servis karburator yang harus dibongkar, periksa pilot jet, main jet, pelampung, dan lain-lain…

Cara merawat Injektor

Nah, jika pun Om Bro tergolong orang yang apik dan ingin selalu melakukan perawatan injektor secara teratur, maka (khususnya motor Yamaha) ada 3 pilihan caranya, yaitu dengan metode Yamaha Injector Tester, metode Carbon Cleaner dan metode suntik MTR.

Kita bahas satu persatu…

1. Injector Tester & Cleaner

Cara ini merupakan pekerjaan teknis, jadi, jika Om Bro tidak memiliki keahlian teknis, sebaiknya serahkan saja pada montir yang berkompeten.

Metode ini rada rumit dan butuh waktu. Yaitu dengan melepas injektor, kemudian injektor tersebut diperiksa menggunakan mesin injector tester & cleaner.

Di tahap ini, injektor mensimulasikan semprotan bensin sesuai dengan tekanan standar. Jika debit semprotan berkurang, maka itu artinya injektor ada dalam keadaan kotor atau ada sumbatan pada hole. Demikian juga jika diameter (hasil) semprotan injektornya kecil atau tidak membentuk lingkaran.

Nah, dalam kondisi seperti itu, injektor hendaknya dibersihkan dengan cara direndam pada cairan pembersih. Setelah selesai, kemudian dilakukan kembali simulasi penyemprotan injektor pada mesin injector tester & cleaner.

2. Mencampurkan Carbon Cleaner pada bahan bakar

Ini cara paling gampang yang sudah Mtb sebutkan di atas. Om Bro hanya cukup membeli Carbon Cleaner, kemudian menuangkannya ke dalam tangki agar tercampur dengan bensin.

Di bengkel resmi Yamaha, ada produk yang dinamakan Yamaha Carbon Cleaner dalam kemasan botol hitam 75 ml. Takarannya, satu botol dicampur dengan 3,5 liter – 5 liter bensin, dan dilakuan setiap 3.000 km sekali.

Cara ini dapat membantu mengurangi endapan karbon di injektor dan membersihkan intake serta ruang bakar.

3. Metode Infus / FI Cleaner

Metode ini dilakukan dengan cara inject langsung menggunakan perangkat seperti infus.

Infus tersebut berisi cairan pembersih yang dinamakan MTR sebanyak 50 cc.

Cara pembersihannya ialah,
. Lepaskan tangki bahan bakar,
. Lepas selang bahan bakar penghubung injektor,
. Ganti selang tersebut menggunakan infus yang terhubung dengan tabung cairan carbon cleaner MTR,
. Tekan tabung infus menggunakan angin dari kompresor dengan tekanan dikisaran 39-42 psi,
. Maka cairan MTR akan masuk ke injektor dan ruang bakar,
. Nyalakan mesin dan biarkan sambil digas selama sekira 5 menit (hingga cairan MTR habis dan mesin mati dengan sendirinya). (Mtb – Karburator vs Fuel Injection, Pilih Motor Injeksi atau Karburator?).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: