Jumlah Stasiun Pengisian Mobil Listrik di Jakarta Sudah Hampir 2.000 Unit

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro…!! Tanda-tanda perkembangan era kendaraan elektrik sudah semakin ketara. Tampaknya pemerintah telah mulai benar-benar serius menggarap proyek kendaraan ramah lingkungan ini Om… Faktanya, saat ini saja jumlah stasiun pengisian mobil listrik di DKI Jakarta dan sekitarnya telah hampir mencapai jumlah 2.000 unit Om…

Advertisement

Itu baru dari satu operator layanan saja Om… Belum termasuk operator-operator layanan lain yang (mungkin) telah ada meskipun belum cukup populer.

Yup… PLN UID Jakarta Raya (Disjaya) merupakan salah satu operator penyedia Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) terbesar di Jakarta dan sekitarnya saat ini. Jumlahnya telah mencapai 1.922 unit stasiun pengisian Om…

Dari jumlah stasiun pengisian baterai mobil listrik tersebut di atas, masing-masing meter listrik memiliki daya sebesar 5.500 VA (Volt Ampere). Cukup untuk menyuplai kebutuhan baterai kendaraan listrik saat ini yang daya-nya berkisar di antara 500 Watt hingga 2.500 Watt.

Menurut klaim dari pihak PLN,, semua Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) tersebut bisa digunakan untuk mengisi daya baterai kendaraan listrik yang saat ini ada di Indonesia,, selama tipe steker atau power plug yang digunakan oleh si kendaraan masih sama dengan tipe steker yang biasa digunakan di Indonesia. (Tris Yanuarsyah, Senior Manager General Affairs PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya – DetikOto, 14/8/2019).

Dalam hal durasi pengisian daya baterai, setiap kendaraan membutuhkan waktu yang berbeda-beda. Tergantung seberapa besar kapasitas baterai kendaraannya dan seperti apa teknologi charger dari kendaraan tersebut. Namun pada umumnya untuk pengisian baterai motor listrik, rata-rata waktu pengisiannya berkisar 2-3 jam.

Advertisement

Durasi tersebut dianggap normal untuk tingkat teknologi kendaraan listrik saat ini. Tapi pun begitu, kedepan PLN UID Jakarta Raya akan mengembangkan SPLU (charging station) yang mendukung teknologi pengisian cepat (fast charging).

Perkara tarif charging,, harga yang ditetapkan ialah tarif golongan layanan khusus, yaitu Rp1.644,52 kWh.

Tarif listrik golongan layanan khusus sebenarnya bukanlah tarif tetap. Golongan layanan khusus mengalami tarif adjustment setiap tiga bulan,, sesuai dengan Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 28 Tahun 2016. Namun begitu, tarif layanan khusus belum mengalami perubahan sejak Januari 2017. Masih tetap Rp1.644,52/kWh.

Tarif adjusment dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu:

1. Nilai tukar rupiah terhadap dollar (US$)
2. Perubahan harga minyak mentah (Indonesian Crude Price (ICP))
3. Inflasi

Untuk mengetahui lokasi SPLU PLN di Jakarta dan sekitarnya,, Om Bro dapat mencarinya melalui Google Maps dengan keyword SPLU PLN. Namun untuk saat ini baru ada sebagian yang terdata di Google Maps. Selebihnya masih dalam proses input tagging ke Google Maps.

Dalam perkembangannya ke depan,, jumlah SPLU PLN akan bertambah seiring evaluasi demand di masyarakat.

Dengan kata lain,, perkembangan SPLU akan disesuaikam dengan kebutuhan. Termasuk dalam hal kebutuhan charging station kendaraan listrik (electronic vehicle) di tempat-tempat umum dan di kantor-kantor. (Mtb).

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *