penjualan motor januari 2018

Jarak Aman Berkendara Sepeda Motor Agar Terhindar dari Tabrak Belakang

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro…!! Secara singkat, jarak aman berkendara sepeda motor ialah sekira 3 detik atau minimal 2 detik waktu pengereman. Iya tentu sulit didapat angka pastinya…, karena di jalanan kita akan lebih bertumpu pada feeling. Maka pada akhirnya, yang harus kita pahami adalah dengan melatih diri untuk bisa mendapatkan feeling 2-3 detik tersebut.

Advertisement

Namun, saran 2-3 detik jarak pengereman tersebut pun disebut sebagai jarak minimal. Artinya semakin renggang maka relatif lebih aman.

…itu untuk jarak aman berkendara motor …

Selain motor, jarak minimal antara kendaraan pun tentunya amat penting untuk dipahami bagi semua kendaraan, baik motor atau pun mobil.

Pada mobil, anjuran jarak iring kendaraan di bedakan lagi dalam beberapa kelompok,… misalnya saja untuk kelompok mobil penumpang biasa dan kelompok mobil-mobil kecil.

Yup… perkara jarak minimal antara kendaraan, ini jadi hal yang mesti pisan untuk kita pahami demi menghindari terjadinya tabrak belakang… …karena dalam pengereman, kendaraan di belakang (sedikitnya) akan berpatokan pada lampu rem dari kendaraan di depannya.

…yang artinya, pengemudi kendaraan di belakang sudah barang tentu akan memiliki timing pengereman lebih lambat dari kendaraan yang berada di depannya. Lah iya… akan ada jeda waktu sepersekian detik bagi kendaraan dibelakang untuk mengerem setelah melihat lampu rem dari kendaraan yang di depannya menyala.

Lantas, berapa minimal jarak iring kendaraan yang di anjurkan…??

Dari Senior Instructor & Researcher of Indonesia Defensive Driving Centre (IDDC), Adrianto Sugiarto Wiyono (detikOto, 23/11/2018) mengatakan bahwa jarak aman minimal bagi mobil penumpang biasa ialah 3 detik.

Alokasi waktu tersebut ialah;
. Satu detik pertama untuk reaksi manusia,
. Satu detik kedua waktu reaksi mekanikal rem,
. Satu detik ketiga merupakan faktor safety,

…begitu kira-kira gambarannya.

Dan sekali lagi, itu jarak minimal lho ya, Om… artinya, akan lebih baik dan lebih aman jika Om Bro menetapkan jarak lebih renggang, misalnya 4 detik atau lebih.

Dan itu pun anjuran untuk berkendara pada kondisi cuaca normal…

Berbeda lagi untuk jarak berkendara pada cuaca hujan,… …anjuran jarak amannya ialah sekira 4-6 detik waktu pengereman,… dengan pertimbangan karena jarak pandang terbatas.

Nah… anjuran jarak aman untuk mobil penumpang biasa tersebut pun berbeda dengan anjuran bagi mobil-mobil kecil.

Menurut IDDC, jarak aman bagi mobil kecil ialah sekira 4-6 detik waktu pengereman pada cuaca normal… yang artinya, ketika kondisi hujan, maka jarak amannya jadi lebih dari itu.

Sebagai gambaran yang lebih bisa dibayangkan, berikut ini rumus jarak aman berkendara dengan perbandingan kecepatan kendaraan dengan jarak dalam satuan meter,

. Kecepatan 10 km/jam, jarak aman 8,3 meter
. Kecepatan 20 km/jam, jarak aman 16,7 meter
. Kecepatan 30 km/jam, jarak aman 25 meter
. Kecepatan 40 km/jam, jarak aman 33,3 meter
. Kecepatan 50 km/jam, jarak aman 41,7 meter
. Kecepatan 60 km/jam, jarak aman 50 meter
. Kecepatan 70 km/jam, jarak aman 58,3 meter
. Kecepatan 80 km/jam, jarak aman 66,7 meter
. Kecepatan 90 km/jam, jarak aman 75 meter
. Kecepatan 100 km/jam, jarak aman 83,3 meter.

Naah… demikian gambarannya, Om… Semoga bermanfaat. (Mtb – Jarak aman berkendara sepeda motor).

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *