Lubang pengisian oli honda vario 125

5 Tips Memilih Oli Mesin Motor 4 Tak

Motorisblog.com – Om Bro…!! Mtb hanya akan curhat perkara tips memilih oli mesin motor 4 tak.

Awal kronilogis dari kisah ini memang berasal dari kesalahan yang kadang dilakukan para mekanik bengkel…

Kesimpulan ini Mtb dapat hanya dari sedikit pengalaman… tapi pengalaman yang hanya sedikit ini poin-nya vital. Bahkan punya efek besar pada durabilitas (keawetan) mesin motor kita.

Om Bro sekalian yang Budiman… Gapuraning Rahayu, Aladdin, Merdeka, Sonny Putera dan lain-lain…

Wkwkwkwkwk…. malah ngabsen armada bus…

Om Bro… Semua orang pasti sepakat bahwa oli adalah bagian paling penting dalam rangkaian perawatan motor.

Motor kita masih bisa berjalan meski tanpa lampu… tanpa klakson, tanpa cover body, bahkan jika tanpa knalpot sekali pun… Tapi motor bakal langsung ambrol jika dioperasikan tanpa oli… Motor tidak akan bisa berjalan tanpa oli… apalagi kalau tanpa mesin. Wkwkwkwk…

Nah… bukan hanya jika tanpa oli saja. Menggunakan oli pun jika salah… akibatnya bisa fatal.

Kemudian masalahnya… tidak semua orang tahu spesifikasi oli yang seharusnya dia gunakan untuk motornya masing-masing. Kondisi tersebut kadang diperparah oleh montir bengkel yang salah merekomendasikan oli pada konsumennya.

Lah… Apa mungkin seorang montir bisa salah merekomendasikan oli??

Bisa saja Om… Banyak montir yang mendapatkan keahlian mekanisnya hanya dari pelajaran otodidak saja tanpa tahu hal-hal yang spesifik lainnya.

Banyak diantara para mekanik yang tidak mau membaca… padahal ada banyak ilmu yang bisa dibaca dimana-mana… salah satunya di media internet.

Lebih dari itu banyak dari kita para pengguna yang tidak mau meluangkan waktu untuk membaca dan memahami buku panduan manual motor kita masing-masing. Akibatnya… banyak orang yang tidak tahu arti label JASO, API dan SAE yang ada pada setiap kemasan oli.

Jadi apa sih arti dari semua tulisan itu?? Dan apa hubungannya dengan mesin motor kita?? Lalu bagaimana tips memilih oli mesin motor 4 tak yang tepat??

Kita cekidot bae ke TKP…

Tips Memilih Oli Mesin Motor 4 tak yang Benar

1. Pahami Sistem Pelumasan Mesin Motor dan Kesesuaiannya dengan Standar JASO

JASO adalah singkatan dari Japanese Automotive Standards Organization… yaitu badan sertifikasi (yang dalam bahasa sederhana) ialah untuk membedakan peruntukan oli sesuai dengan sistem pelumasan mesin.

Ada 3 sertifikasi JASO (yang sudah umum) untuk pelumas mesin motor, yaitu:

JASO MA untuk Mesin Motor Manual

Mesin motor dengan sistem transmisi manual (motor bebek dan sport) pada umumnya menganut sistem kopling basah (kopling terendam oli). Posisi perangkat kopling ada disebelah kanan bagian mesin.

Karena koplingnya yang terendam oli, maka motor jenis ini memerlukan oli yang memiliki 2 fungsi sekaligus… yaitu melumasi mesin dan kopling serta menjaga kinerja kopling agar tidak slip.

JASO MA2 (juga) untuk Mesin Motor Manual

Pada dasarnya JASO MA2 adalah sama dengan JASO MA… hanya saja kelasnya lebih tinggi.

Oli dengan sertifikasi JASO MA2 mampu melumasi dan menjaga kinerja kopling lebih baik dari pada JASO MA (baca: JASO MA1)

JASO MB untuk Mesin Motor Matic

Sejauh yang Mtb tahu, motor matic yang beredar di Indonesia hingga saat ini semuanya menggunakan sistem kopling kering. Perangkat koplingnya terpisah dari mesin… yaitu berada di area CVT box.

Nah… karena koplingnya yang menganut sistem kopling kering, maka tidak dibutuhkan pelumasan pada perangkat kopling motor matic. Dengan kata lain, fokus oli mesin hanya untuk pelumasan mesin saja… tidak termasuk pelumasan kopling seperti pada motor manual.

Dan karena hanya melumasi mesin saja maka oli untuk mesin motor matic tidak membutuhkan additive anti-slip kopling.

pertamina enduro matic sae 10w 30

Karena tidak mengandung bahan anti-slip kopling, maka oli motor matic jadi lebih licin dibanding oli motor manual.

federal matic

Selanjutnya untuk membedakan peruntukan oli bagi mesin motor matic dari mesin motor manual, maka dibuatlah standar JASO MB.

oli pertamina enduro matic sae 20w 40

Nah… Sampai disini seharusnya Om Bro sudah paham perkara JASO MA, JASO MA2 dan JASO MB.

Tips Sederhana Cara Memilih Oli Motor Matic yang Bagus

Kemudian… apa resikonya jika penggunaan oli tidak sesuai dengan standar JASO yang disarankan??

  • Motor Manual Pakai Oli Motor Matic

Di atas sudah Mtb sebutkan… oli matic tidak mengandung anti-slip kopling… maka jika motor manual menggunakan oli motor matic, maka dalam jangka panjang akan mengakibatkan terjadinya slip kopling… yang lama kelamaan bakal membuat plat / kanvas kopling cepat habis.

Disamping itu, slip kopling juga membuat akselerasi motor jadi tidak responsif.

  • Motor Matic Menggunakan Oli Motor Manual

Begini Om… Mesin motor matic itu selalu di setting dengan rpm (putaran mesin) yang lebih tinggi dari motor manual. Maka itu olinya harus super licin agar pelumasan maksimal.

Jika mesin matic dikasih oli mesin manual, praktis tarikan mesin akan jadi lebih berat karena olinya mengandung additive anti-slip kopling alias kurang licin…

Dan jika terus dipaksakan, maka dalam jangka panjang akan membuat komponen dalam mesin menjadi cepat aus.

Gimana kalau komponen yang sudah aus itu dikasih minum??

Wkwkwkwk… itu haus Om… bukan aus.

Enduro Matic vs MPX2 vs Federal Matic, Review Performa, Spesifikasi dan Harga

2. Patuhi Anjuran Pabrikan untuk Viskositas (kekentalan) Oli Menurut Standar SAE

Dulu… jaman generasi Honda Astrea di era 80-90-an, Honda menganjurkan oli viskositas tunggal SAE 40 atau viskositas ganda SAE 20W-50 untuk produk-produk mereka.

Tapi itu dulu… Sekarang sudah lain.

Mesin generasi baru mempunyai struktur komponen yang lebih rapat sehingga membutuhkan pelumas yang lebih encer.

SAE (Society of Automotive Enginer) dalam bahasa yang sederhana adalah ukuran kekentalan oli. Semakin tinggi angka SAE-nya, maka semakin kental olinya.

Untuk lebih jelasnya Mtb berikan ilustrasi dengan oli SAE 10W-40 berikut ini:

Angka 10W

10 W adalah kekentalan oli pada suhu dingin (W = winter). Semakin kecil angka didepan (yang berkode W) maka (secara teori) akan semakin mudah mesin start dipagi hari (pada cuaca dingin).

Pada umumnya oli untuk pemakaian harian di Indonesia hanya memiliki angka paling kecil 10W. Kecuali oli untuk kebutuhan khusus (misalnya untuk balapan) bisa sampai angka 5W bahkan 0W (nol W).

Sementara di negara-negara 4 musim atau lebih, kebutuhan viskositas olinya lebih kompleks. Disana mereka membutuhkan oli encer untuk musim dingin dan oli kental untuk musim panas. Hal itu tentu tidak berlaku di Indonesia yang hanya punya 2 musim saja… yaitu musim hujan dan musim kemarau.

Betul Om… Pada umumnya di negara-negara tropis seperti Indonesia, jarang pisan terjadi suhu panas ekstrim atau pun suhu dingin ekstrim. Tidak ada musim salju dan sebagainya… Maka itu di Indonesia tidak dibutuhkan oli dengan rentang viskositas yang jauh. Hanya cukup dengan:

  • SAE 10W-30
  • SAE 10W-40
  • SAE 15W-40
  • SAE 20W-40
  • SAE 15W-50
  • SAE 20W-50

… itu saja sudah cukup… tidak perlu sampai SAE 5W atau bahkan 0W untuk penggunaan harian.

Angka 40 dibelakang 10W

Dari contoh SAE 10W-40 ini….Angka 40 itu menunjukkan kekentalan oli pada kondisi mesin panas.

Secara teori sederhana, makin besar angkanya maka makin kuat durabilitas oli tersebut pada kondisi mesin panas.

  • Ilustrasi:

Oli SAE 10W-40 lebih mudah untuk start di pagi hari… sementara oli dengan SAE 20W-50 lebih tahan panas dan lebih mampu melindungi mesin pada saat kondisi mesin panas… misalnya pada situasi jalanan macet dan sebagainya.

  • Note:

Oli yang encer punya efek positif pada penghematan bahan bakar… Karena dengan oli encer, perputaran mesin jadi lebih ringan.

Oli yang kental lebih bagus untuk perlindungan mesin, tapi kurang irit dalam pemakaian bahan bakar karena oli kental membuat perputaran mesin jadi rada berat.

Tapi ukuran kekentalan oli saja bukanlah satu-satunya patokan untuk menentukan mutu oli mesin. Masih ada hal lain yang lebih menentukan kualitas oli secara sertifikasi… Misalnya oli encer berbahan dasar sintetis dengan grade SL tentu perlindungannya lebih bagus ketimbang oli mineral grade SJ… meskipun oli mineral tersebut lebih kental.

3. Bijak Memilih Grade Oli sesuai Kemampuan Harga dan Standar Minimum API yang Diminta Mesin

Jika Om Bro membaca buku panduan manual motor Om Bro masing-masing, biasanya disitu akan ada penjelasan grade minimal oli yang disarankan untuk motor Om Bro.

Pada umumnya motor produksi tahun 2010 ke bawah hanya mensyaratkan grade minimal API SH atau API SG saja.

Cukup rendah…

Jadi dengan menggunakan oli bersertifikasi API SJ saja sudah lebih dari cukup. Apalagi jika menggunakan oli bersertifikasi API SL… tentu lebih bagus lagi.

Jadi nggak perlu pakai oli dengan API SM apalagi API SN… karena itu judulnya “pemborosan”… soale semakin tinggi kualitas oli secara mutu API, maka harganya pun semakin mahal.

Lalu… Apa sih API itu?

API adalah sesuatu yang panas dan membakar.

Wkwkwkwk… Bukan api yang itu…

Kita pakai bahasa yang sederhana saja…

API (American Petroleum Institute) adalah standar mutu dari suatu oli. Semakin huruf akhirnya mendekati Z, maka mutunya semakin bagus.

Ilustrasinya begini:

API SG >> API SH >> API SJ >> API SL >> API SM >> API SN

Dari ilustrasi diatas, penjelasan singkatnya adalah:

API SG mempunyai mutu paling rendah dan API SN punya mutu paling tinggi.

Jadi gamblang ya Om…??

4. Memilih Jenis Oli (Mineral atau Synthetic) Sesuai dengan Kebutuhan dan Kemampuan Keuangan

Secara umum, jenis oli berdasarkan bahan dasar pembuatnya dapat dibedakan menjadi 3… yaitu oli mineral, oli semi-synthetic dan oli full-synthetic

Oli Mineral

Oli mineral adalah oli yang segernya beda. Kayak ada manis-manisnya gitu…

Wkwkwkwk… Itu sih iklan air mineral Om…

Oli mineral adalah oli yang dihasilkan dari penyulingan minyak bumi.

Untuk pemakaian sehari-hari dengan lalu-lintas normal, oli mineral saja sudah cukup baik… selama spesifikasi API-nya sesuai dengan syarat minimal pabrikan motor Om Bro masing-masing.

Saat ini oli mineral yang masih eksis dipasaran, salah satunya adalah oli Pertamina Enduro 4T SAE 20W-50. Merk lain Mtb kurang paham lantaran kebanyakan pabrikan sekarang sudah lebih fokus memproduksi oli sintetis… utamanya jenis semi-sintetis.

Oli Sintetis

Oli sintetis adalah oli yang berbahan dasar campuran bahan kimia tertentu.

Salah dua dari bahan dasar oli sintetis yang populer adalah PAO dan ester.

Biasanya oli full-sintetis punya banderol yang jauh lebih mahal dibanding oli mineral dan oli semi-sintetis. Jadi jika Om Bro mendapati ada oli full-sintetis tapi harganya murah, maka Om Bro patut mencurigai keaslian oli tersebut.

Secara teori, oli sintetis punya mutu yang lebih tinggi dari oli mineral. Tapi semua itu tetap harus mengacu pada standar sertifikasi yang ada pada kemasan oli.

Misalnya:

Oli sintetis dengan API SJ tentu lebih bagus dibanding oli meneral dengan API yang sama.

Tapi oli meneral dengan sertifikasi API SL masih lebih baik dari oli sintetis yang hanya punya grade API SJ.

Tapi biasanya sih hukum diatas hanya berlaku untuk perbandingan antara oli mineral vs oli semi-sintetis saja… Sedangkan untuk oli full sintetis, setahu Mtb hanya tersedia dalam grade API SL keatas… tidak ada yang grade API SJ kebawah.

Dan dalam hal harga, oli full-sintetis pastinya jauh lebih mahal dibanding oli mineral atau pun semi-sintetis.

Selain itu, dari bahan dasar sintetisnya saja membuat harga oli berbeda. Misalnya… oli sintetis berbahan dasar ester akan lebih mahal dari oli sintetis yang berbahan dasar PAO. Hal itu karena oli ester lebih baik dalam hal perlindungan mesin serta lebih lembut dalam perpindahan gigi transmisi.

Oli Semi-Sintetis

Oli semi-sintetis adalah oli yang setengah telanja**…

Wkwkwkwk… itu sih film semi-blue Om… bukan oli…

Oli semi-sintetis adalah percampuran antara bahan mineral dengan bahan sintetis.

Secara singkat, mutu oli ini berada ditengah-tengah antara oli mineral dan oli full-sintetis.

Untuk oli semi-sintetis yang beredar di Indonesia, harganya tidak terpaut jauh dari oli mineral.

5. Mengganti Oli dengan Interval Sesuai Anjuran Pabrikan Motor dan Pabrikan Oli

Nah… di poin ini banyak Mtb temukan kasus kengawuran.

Dalam buku panduan manual Yamaha New Vega R 2008, anjuran penggantian oli mesin adalah setiap 3.000 km. Sedangkan dalam panduan manual Honda Fit X 2018, Honda Vario 125 2012 dan Honda Spacy FI 2013… penggantian oli mesin yang disarankan adalah setiap 4.000 km.

Logikanya pabrikan tidak akan mengajurkan jarak tempuh tersebut jika oli standarnya tidak mampu bertahan sejauh itu.

Menurut artikel yang pernah Mtb baca dari sumber Pertamina, oli Enduro 4T standar (mineral) SAE 20W-50 API SJ JASO MA, mampu bekerja dengan baik hingga jarak tempuh 3,500 km. Sedangkan oli Enduro Racing (semi-syntetic) dengan SAE 10W-40, API SL JASO MA2 mampu bekerja dengan baik hingga jarak 5.000 km.

Tapi sering Mtb membaca alibi orang-orang yang menganjurkan penggantian oli setiap 1.500-2.000 km… bahkan pernah ada yang menganjurkan setiap 2 minggu sekali.

Asumsi singkatnya… semakin sering makin baik.

Lah ini apa dasarnya?? Iya memang kalau telat ganti oli bakal membuat mesin cepat rusak. Tapi kalau terlalu sering ganti oli juga ngga ada faedahnya. Judulnya hanya pemborosan… buang-buang duit. Mendingan duitnya buat bersodakoh… atau kasih ke Mtb aja buat beli es krim.

Wkwkwkwk… Kaya bocah bae beli es krim…

Beberapa dari mereka beralasan bahwa Jakarta macet. Jadi saat motor berhenti karena macet atau lampu merah, itu mesin kan tetap hidup. Jadi kalau ngikutin odometer 4.000 km berarti kelamaan… Andai jalanannya tidak macet pasti jaraknya sudah lebih dari 4.000 km.

Iya sih betul… tapi kalau 2 minggu sekali atau 1.500 km sekali itu jelas terlalu cepat. Patutnya ya 2.500-3.000 km. Apalagi jika menggunakan patokan standar Enduro Racing yang diklaim kuat hingga 5.000 km… maka ganti oli setiap 4.000 km itu masih aman… karena ada toleransi sebanyak 1.000 km sebagai pengganti kemacetan.

Nah… begitulah tips memilih oli mesin motor 4 tak versi Mtb.

Pamungkasnya… tetaplah bijak dalam bermotor. Pilih oli sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Jangan gunakan oli balap untuk harian… karena selain tidak efektif, juga tidak efisien. Ingatlah… selain harus mencintai motor, Om Bro juga harus mencintai istri dan anak-anak Om Bro masing-masing. Jangan sampai uang jajan anak dan uang belanja istri dipakai buat beli oli yang harganya ratusan ribu rupiah perliter.

Review Oli Pertamina Enduro Matic G dalam Penggunaan Harian

Jangan juga menggunakan oli matic untuk motor manual ataupun sebaliknya. Gunakanlah oli sesuai kodratnya. (Mtb – Tips Memilih Oli Mesin Motor 4 tak).

4 pemikiran pada “5 Tips Memilih Oli Mesin Motor 4 Tak”

    • Sy udah pernah coba dua kali… tapi kayaknya waktu itu sy blm nulis blog. Keburu lupa lagi feel-nya.

      Kayaknya kapan-kapan perlu dijajal lagi nih…

      Makasih Om… udah ngingetin.

      Balas

Tinggalkan komentar