Injeksi vs Karburator, Pilih Mana?? Begini Penjelasannya…

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro…!! Meski dalam skala kecil, kadang Mtb masih menemukan orang yang suka membandingkan injeksi vs karburator. Yang intinya tetap ada dua paham yang berseberangan lantaran kesukaannya masing-masing.

Advertisement

Yup… Mayoritas motor jaman now telah menggunakan injektor dalam sistem bahan bakarnya. Alasannya karena karburator dianggap telah usang, tidak efisien dan injeksi dianggap lebih mumpuni dalam hal memenuhi syarat standarisasi emisi gas buang (EURO).

Namun begitu, sebagian orang masih ada yang tetap lebih suka karburator dibanding injeksi. Malahan sebagian pabrikan pun masih ada yang tetap memproduksi motor karburator, misale saja Kawasaki dengan W175 dan jajarannya…

mesin kawasaki w175

Jadi, kenapa tetap ada yang suka sistem pengabutan mekanis (karburator) dibanding injeksi??

Karena karburator lebih mudah perawatannya Om… Lebih mudah karena perawatan karburator tidak menggunakan komputerisasi.

Selain itu karburator pun lebih mudah di oprek sesuai dengan keinginan pemiliknya.

Yup… Karburator cocok untuk bikers yang suka mengotak-atik mesin demi tujuan performa atau pun dengan tujuan membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih irit.

Iya Om… Hanya dengan mengganti jenis atau merk karburator, atau dengan mengoprek pilot jet dan main jet saja motor sudah bisa berubah secara performa dan konsumesi bahan bakar.

Tapi tentu dengan konsekuensi konsumsi bahan bakar jadi lebih boros jika ingin performa lebih ngangkat. Atau sebaliknya, performa jadi berkurang jika ingin hasil konsumsi bahan bakar yang lebih irit. (Suwandi, Scarlet Racing – DetikOto, 8/7/2019).

Intinya karburator lebih mudah dimodifikasi dan lebih mudah dalam hal perawatan. Alasannya karena karburator itu simple. Hanya terbentuk dari sekira 10 hingga 11 komponen mekanis sederhana. Karenanya banyak orang (tidak hanya mekanik / montir bengkel) yang bisa merawat / membersihkan dan memasang kembali karburator sebagaimana mestinya.

Tapi… Itu pandangan umum secara tradisional ketika dilihat dari sisi perawatan tanpa sistem komputerisasi. Sebaliknya, jika sebuah bengkel (atau seseorang) memiliki alat dan kemampuan untuk membaca indikator masalah ECU, maka kesimpulan dari injeksi vs karburasi bisa menjadi terbalik. Injeksi justru lebih mudah perawatannya.

Iya Om… Ketika kita bicara perkara karburator vs injeksi,┬ámaka bahasannya akan menyentuh juga pada nama / istilah ECU (Electronic Control Unit (ECU).

Advertisement

Apa sih ECU itu??

Secara bahasa yang sederhana, ECU adalah sistem pengapian mesin pada kendaraan jaman now. Perannya ialah menggantikan CDI (Capacitor Discharge Ignition) pada kendaraan jaman old.

Pada motor jaman old, CDI berdampingan dengan karburator dalam proses pengabutan dan proses pengapian. Sedangkan di jaman now, kedua komponen tersebut digantikan oleh ECU dan injektor.

Om Bro… Di atas tadi Mtb sebutkan bahwa motor karburator lebih mudah secara perawatan mekanis (cara tradisional). Namun dalam hal si bengkel memiliki peralatan dan skill yang dibutuhkan, maka motor injeksi justru lebih mudah dalam hal perawatan berkala. Abang mekanik jadi lebih mudah menemukan masalah motor hanya dengan membaca indikator yang disampaikan. Tidak perlu membongkar dan membersihkan injektor seperti membongkar dan membersihkan karburator. Perawatan rutin hanya perlu setting ulang klep dan beberapa pemeriksaan standar lainnya. Kecuali jika ada kerusakan pada bagian-bagian motor tertentu… (Zainal Abidin, Service Advisor Honda Tunas Dwipa Matra – DetikOto, 8/7/2019).

ECU sendiri sangat jarang mengalami kerusakan selama tidak ada kabel yang putus atau pun sobek. Namun sayangnya ketika sudah terlanjur ada kerusakan, ECU sulit diperbaiki sehingga harus diganti baru.

Dalam hal perawatan rutin motor injeksi, sebenarnya tidak selamanya harus ke bengkel resmi. Namun sejauh ini bengkel umum dan mekaniknya masih sangat terbatas dalam memiliki alat serta skill yang dibutuhkan untuk perawatan motor injeksi. Karena itulah masih banyak anggapan yang mengira bahwa bengkel umum hanya bisa menangani motor karburator saja.

Maka tetap kuatlah anggapan bahwa perawatan motor karburator masih lebih mudah dilakukan dibanding motor injeksi.

Betul Om… Mayoritas motor keluaran jaman now telah menggunakan injektor dan ECU. Bagi sebagian bengkel umum yang tidak mau ketinggalan perkembangan teknologi, biasanya mereka akan berinovasi agar bisa menangani perawatan dan perbaikan motor injeksi. (Mtb).

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *