Ini Rahasia Mesin Suzuki GSX150 Series Sanggup Berputar Hingga 13.000 rpm

Motorisblog.com – Om Bro…!! Dijaman now, kemampuan mesin motor 150cc ketika mampu bertahan dengan aman di kitiran 13.000 rpm adalah hal yang luar biasa. Pasalnya, tanpa racikan special, dijamin mesin bakalan cepat rontok, bahkan bisa meledak ditengah jalan. Itulah kenapa motor-motor tetangga rpm-nya dibatasi hingga angka 10.500 rpm – 11.500 rpm saja.

Kenapa?

Karena seperti yang sudah Mtb tuliskan beberapa hari lalu, bahwa kualitas material motor-motor jaman sekarang tidaklah sekuat motor-motor jadul.

Tapi tidak demikian dengan produk Suzuki… khususnya GSX150 series… Suzuki mengklaim bahwa mesinnya tersebut dapat meraung dengan aman hingga 13.000 rpm tanpa resiko mesin jebol atau pun jadi tidak awet. Dan menariknya, Suzuki GSX150 Bandit yang diposisikan sebagai sport entry level pun menggunakan mesin yang sama dengan GSXR dan S150.

Om Bro…!! Jika Om Bro sudah akil baligh di era 90-an, tentu Om Bro tahu bagaimana Suzuki Shogun Kebo dan generasi Shogun 110cc selanjutnya pun menggunakan CDI yang disinyalir tanpa limiter alias unlimiter. Bahkan hingga bertahun-tahun kemudian, CDI Shogun generasi ini masih banyak dicari oleh para penggemar kecepatan.

Apa hubungannya dengan GSX 150 series…?

Itu artinya bahwa hingga saat ini, Suzuki masih tetap konsisten memproduksi motor-motor yang powerfull secara massal. Suatu hal yang sudah lama ditinggalkan oleh pabrikan lain.

Dan kabar baiknya, hingga saat ini Mtb belum pernah mendengar, membaca atau pun melihat adanya isu-isu miring perkara mesin DOHC dari Suzuki tersebut. Tidak ada isu klothok-klothok atau pun berita motor terbakar.

Bagaimana dengan bully-an perkara desain dan part-part kawinan antara GSX-S150 plus Satria F150 yang ditudingkan pada Bandit 150?

Mtb pikir sih itu hanya selera ya… Kalau perkara selera, patutnya tidak diperdebatkan.

Ada orang yang suka cewek mungil, ada yang suka cewek yang tinggi, ada yang suka cewek seksi, ada yang suka yang rada gemukan dikit…

Itu selera masing-masing…!! Betul? Wkwkwkwk…!!

Kenapa jadi ngomongin cewek?

Hokeh, kembali ke Suzuki…

Lantas, jika pun mesin GSX series 150 kuat saat kondisi baru, apakah secara durabilitas akan tetap awet? Jangan-jangan, dia aman saat baru tapi dua-tiga tahun kemudian rontok semua?

Jika Mtb olah hasil percakapan Lek Iwanbanaran dengan orang service departmen PT SIS, Harsoyo, Mtb menyimpulkan bahwa Suzuki tidak mengorbankan durabilitas dalam jangka panjang.

Alasannya…?

Yaitu klaim Suzuki atas daya tahan material pembangun mesinnya itu sendiri. Hal ini sedikit banyaknya dapat kita anggap sama dengan material mesin motor-motor jaman dulu yang mampu bertahan hingga 10 tahun – 20 tahun tanpa turun mesin. Tanpa perawatan khusus…

Salah satu buktinya adalah garansi selama 3 tahun yang diberikan bagi mesin Suzuki itu. Logikanya, pabrikan tidak akan sembarangan memberikan garansi tersebut juga produknya tidak benar-benar matang.

Lah, pabrikan sebelah juga sama, kan, kasih garansi juga?

Iya… Tapi kan produk mereka limiternya lebih rendah…

Disitulah perbedaannya…

Suzuki sendiri mengklaim bahwa top speed GSX 150 series mampu mencapai 144 km/jam. Review lain bahkan ada yang menyebutkan hingga 148 km/jam. Artinya, jika tidak ada hambatan dan joki si motor tidak terlalu besar, sangat mungkin top speed GSX 150 akan mencapai 150 km/jam.

Ini luar biasa…!! Pastinya jangan di samakan dengan rekor 200 – 400 km/jam punya Ninja H2 & Suzuki Hayabusa… Kelasnya juga jauh… sejauh jarak Bumi ke Saturnus. Wkwkwkwk…!! Ini kita lagi ngomongin mesin 150cc, jadi jangan ngimpi setinggi Pluto. Wkwkwkwk…!!

Hebatnya lagi, Harsoyo mengatakan bahwa, jika GSX 150 diberikan sedikit ubahan dengan komponen racing ECU dan knalpot SARP, maka rpm-nya dijamin akan jauh lebih tinggi lagi. Hanya itu. Tidak perlu merubah material dan komponen mesin apa pun.

Apa ngga gile? Kondisi mesin standar dapat di plintir sampai setinggi itu?

Namun sayangnya, wawancara Lek Iwb tidak mendapatkan rincian lengkap perkara racikan secara detail. Wajar… itu rahasia dapur Suzuki yang tidak mungkin di umbar-umbar.

So… poin utamanya adalah material mesin yang bagus. Dan seperti yang Om Bro ketahui… Bukan hanya material mesin, bahkan material body serta cat Suzuki pun cenderung lebih tebal dibanding kompetitor.

Lantas, jika memang sedemikian hebatnya produk-produk Suzuki, kenapa penjualannya di Indonesia begitu jebloknya?

Kalau perkara ini urusannya dengan strategi marketing, kualitas tenaga marketing, strategi promosi dan lain-lain.

Produk yang remuk sekali pun, jika dibungkus dengan marketing yang luar biasa, maka hasilnya akan jadi luar biasa. Sebaliknya, produk yang seperior tanpa kualitas marketing yang luar biasa, maka ya itu… Suzuki lah hasilnya.

Contoh saja… Yamaha bisa sekuat sekarang berkat iklan-iklan luar biasa oleh Didi Petet, Deddy Mizwar, Ida Kusumah, Komeng, Tessa Kaunang dan lain-lain… Dilanjutkan dengan kekuatan ikon Rossi sejak beberapa tahun lalu.

Ingat juga bahwa Dewa 19 dan Peterpan pun pernah menjadi yang menyanyikan lagu “Semakin di Depan”.

Apa artinya?

Artinya, Yamaha tidak main-main dalam promosi & iklan-iklannya. Dia mengeluarkan modal yang tidak sedikit untuk seperti sekarang ini. Meskipun disayangkan, setelah tahun 2010, Yamaha tidak lagi mampu menempel engka penjualan Honda. (Mtb).

Tinggalkan Komentar