Ini Lho Besaran Denda Tilang Lampu Mati 2018 Bagi Pemotor

Motorisblog.com – Om Bro…!! Bagi pemotor, tidak menyalakan lampu di siang hari berarti harus siap-siap kena denda tilang lampu mati 2018. Yup… sudah sejak 9 tahun yang lalu, lampu motor wajib menyala siang-malam selama motor digunakan dalam perjalanan.

Sebenarnya denda tilang motor di pengadilan tidak begitu besar. Tapi pada umumnya, proses tilang baru bisa kita selesaikan setelah 2 minggu sejak terjadinya pelanggaran. Intinya sih kita jadi harus mengorbankan “sedikit” waktu untuk mengambil STNK dan membayar dendanya.

Padahal mestinya Om Bro tidak perlu buang-buang waktu dan uang jika Om Bro taat aturan.

Tidak hanya pelanggaran yang disengaja,.., resiko tilang juga harus kita tanggung jika lampu motor mati tanpa sepengetahuan kita.

Misalnya… saat berangkat dari rumah lampu masih menyala, kemudian dalam perjalanan lampu mati tanpa kita ketahui. Dan kalau sudah seperti itu, maka Om Bro untung-untungan deh… ketemunya polisi baik atau polisi galak??

tilang polisi razia

Kalau ketemunya polisi galak, yaa… apes namanya. Lah iya… tidak semua polisi bisa menerima alasan Om Bo, meski Om Bro katakan yang sebenarnya bahwa lampu motor Om Bro sebelumnya nyala saat berangkat dari rumah.

Ini bukan berarti polisinya jahat yaa… tapi kalau seorang polisi mudah percaya, maka pastinya akan semakin banyak pelanggar lalu lintas. Para pelanggar tidak takut melakukan pelanggaran lantaran para polisinya mudah percaya pada alasan Om Bro sekalian. Betul…??

Tapi tidak selalu seperti itu juga sih… Mtb juga pernah di ampuni tanpa kena tilang akibat pelanggaran yang sama sekali tidak Mtb sengaja.

Selanjutnya,…, timbul pertanyaan, berapa sih harga tilang lampu motor mati?

Mengacu pada Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 Pasal 107 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,

“Pengemudi Kendaraan Bermotor wajib menyalakan lampu utama Kendaraan Bermotor yang digunakan di jalan pada malam hari dan pada kondisi tertentu, Pengemudi sepeda motor selain mematuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib menyalakan lampu utama pada siang hari,”

Naahh, dari Undang-undang tersebut, jelas bahwa hanya motor saja yang wajib menyalakan lampu di siang hari. Sementara untuk kendaraan lain, kewajiban menyalakan lampu hanya berlaku untuk malam hari dan pada kondisi tertentu saja, misalnya saat cuaca gelap (mendung tebal), saat turun hujan lebat, atau ketika berkendara di jalanan berkabut dengan jarak pandang yang terbatas.

Alasan diwajibaknnya menyalakan lampu motor disiang hari ialah karena sorot lampu motor dapat membantu keterlihatan motor itu sendiri dari pandangan pengendara lain. Dengan begitu, harapannya akan mengurangi potensi kecelakaan akibat kurangnya keterlihatan si motor.

Selanjutnya, Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 Pasal 293 ayat 2 mengatakan,

“Setiap orang yang mengemudikan sepeda motor di jalan tanpa menyalakan lampu utama pada siang hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 hari atau denda paling banyak Rp100 ribu”

Naahh, tuuhhh… ancamannya. Meskipun pada beberapa kasus, dendanya tidak selalu menyentuh angka tuntutan maksimal.

Pak Romi, seorang teman Mtb di dunia persilatan ojol pernah kena tilang akibat melanggar pasal ini. Dan dia kena tilang Rp60.000 di pengadilan Ciamis, dua minggu setelah terjadinya pelanggaran.

So… mari kita patuhi aturan… Nyalakan lampu motor di siang hari, lengkapi kendaraan Om Bro sekalian dengan STNK yang masih berlaku, lengkapi diri Om Bro dengan SIM, gunakan perangkat keselamatan helm, jaket, sepatu, sarung tangan… dan,…, tetap waspada. (Mtb – Denda Tilang Lampu Mati 2018).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: