Ibu-ibu Sein Kanan Belok Kiri: 5 Hal Berikut Ini Penyebabnya

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro! Fenomena Ibu-ibu sein kanan belok kiri bukanlah hal baru. Cerita seperti ini sudah banyak tersebar ke dunianya bu maya dalam bentuk artikel, video, bahkan meme lucu.

Advertisement

Dan hebatnya lagi sampai memunculkan istilah “The power of emak-emak”. Itu saking perkasanya pengaruh emak-emak saat melintasi jalanan.

Serius Om. Mtb sendiri juga harus ekstra waspada ketika ada emak-emak yang bermotor tepat dekat Mtb.

Cerita mengenai ibu-ibu sein kanan belok kiri cukup lama menyimpan misteri. Banyak orang yang tidak faham, mengapa hal itu bisa terjadi.

Penyebab Terjadinya Fenomena Ibu-ibu Sein Kanan Belok Kiri

Menurut instruktur Safety Riding Astra Honda Motor (AHM), Hendrik Ferianto kepada DetikOto, beberapa penyebab ibu-ibu sein kanan belok kiri antara lain:

Lampu Sein Honda Spacy FI 2013

1. Skill berkendara emak-emak umumnya kurang memadai

Banyak ibu-ibu yang bisa mengendarai sepeda motor, tapi hanya bisa. Artinya ia tidak mahir.

Mungkin Si Ibu awalnya belajar mengendarai motor dengan tujuan untuk sekedar mengantar anak ke sekolah, belanja ke pasar dan hal-hal lain yang berhubungan dengan kegiatan harian Si Ibu.

Nah, karena tujuan yang ia anggap “hanya sekedar”itu membuat Si Ibu jadi kurang greget untuk menjadi seorang biker yang mahir.

Atau istilahnya hanya “asal bisa” saja.

Iya tapi dalam hal ini Mtb secara pribadi tidak sangat menyalahkan ibu-ibu. Mtb tahu betul beratnya tugas seorang ibu. Apalagi seorang ibu rumah tangga seperti ibunya Mtb yang punya 7 orang anak.

Atau seperti istri Mtb yang sekarang setiap hari repot mengurus 3 anak yang masih kecil-kecil. Mana sempat lah mereka mengulik skill biker sampai mahir.

Jadi buat Om Bro / Sista sekalian biker, tidak usah marah-marah banget jika mendapati kejadian yang mengagerkan dari seorang Ibu-ibu. Kitanya saja yang harus waspada.

Iya meskipun tetap Si Ibu juga tetap seharusnya mau mempelajari cara berkendara motor yang baik dan benar, sesuai dengan kaidah safety riding.

2. Mental berkendara emak-emak biasanya kurang memadai

Ini kodrat alamiah seorang wanita, yangmana ia cenderung tidak sekuat pria dalam hal mental.

Begitu pun pada saat berkendara.

Berawal dari skill yang terbatas, tambah mental seorang ibu, maka sangat berpotensi menimbulkan kepanikan.

Jangankan seorang ibu, Mtb saja dulu waktu baru belajar mengendarai motor pun seperti itu. Gampang panik. Mau belok kanan, takut ada kendaraan kencang dari belakang. Mau menyebrang, takut ada kendaraan lain yang melaju kencang juga. Serta ketakutan-ketakutan lainnya.

Nah. Kalau mentalnya saja sudah endut-endutan begitu, tentu si ibu pun bisa salah tingkah. Bisa salah mengarahkan lampu sein. Apalagi kalau ia merasa terintimidasi oleh orang lain, misalnya karena mendengar suara klakson panjang dari pengendara lain. Bisa kaget luar biasa itu Si Ibu.

Advertisement

Bisa-bisa bukan cuma salah sein, bahkan mau tarik tuas rem saja bisa jadi salah memutar grip gas.

3. Umumnya seorang wanita lebih mengedepankan perasaan

Ini juga kodrat wanita, yangmana ia lebih kuat perasaannya ketimbang logikanya. Jadi sangat mungkin terjadi salah sein karena si ibu berkendara menggunakan perasaan.

Contohnya begini:

Mtb pernah menegur seorang ibu-ibu yang melakukan kesalahan tersebut. Mtb bilang, “Bu! Kalau mau belok kanan, kenapa yang nyala lampu sein kiri?”

Eh dengan polosnya si ibu menjawab, “Ah masa sih Mas? Perasaan tadi saya nyalain sein kanan, deh”.

Wakakakakak! Hoalah. Udah jelas-jelas yang menyala itu sein kiri, eh ibu masih saja percaya perasaannya.

4. Ketidaktahuan akan cara kerja lampu sein

Ini cerita lucu. Entah kisah nyata atau cerita fiktif, tapi mungkin saja pernah terjadi. Mtb cuma dapat cerita ini dari teman.

Suatu hari ada seorang ibu yang melakukan juga kesalahan yang sama. Kemudian, saat ia mendapat teguran dari pengendara lain, dengan sangat yakin dan merasa benar menjawab Ibu itu menjawab.

“Ini kan motor matic Mas! Mas tau nggak sih arti kata matic? Matic itu artinya otomatis! Jadi kalau saya mau belok kanan, saya tinggal pencet tombol sein, otomatis lampu sein yang kanan yang akan menyala. Begitu sebaliknya, kalau saya mau belok kiri ya otomatis sein kiri akan menyala”.

Wkwkwkwk! Ini ajaran siapa? Matic itu urusannya sama kopling dan transmisi, tidak ada sangkut-pautnya dengan sein.

Atau mungkin si ibu sedang berimajenasi tentang motor masa depan? Yaitu motor yang lampu sein-nya otomatis mengikuti isi fikiran kita?

Entahlah.

Mungkin saja ratusan atau bahkan ribuan tahun ke depan memang akan ada motor seperti itu. Tapi ya jangan Ibu praktekkan sekarang saat teknologi lampu sein masih harus kita operasikan secara manual menggunakan jempol tangan kiri.

5. Lupa tidak mematikan lampu sein sejak pertama menyalakannya

Nah, kalau poin ini, jangankan emak-emak. Lah bapak-bapak saja kadang melakukan kesalahan seperti ini.

Bahkan Mtb sendiri juga pernah, habis belok terus lupa mematikan sein. Jadi sepanjang jalan itu sein berkedip terus. (Mtb).

Advertisement

2 komentar untuk “Ibu-ibu Sein Kanan Belok Kiri: 5 Hal Berikut Ini Penyebabnya”

  1. Satu lagi gan..
    Terutama sein matic di speedometer itu cm sebiji buat sein kanan dan kiri (terutama merk H)😁, jd pas nyalain sein gak tau kan yg nyala sein kanan atau kiri

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *