Honda vs Yamaha Bagus Mana? Inilah 7 Perbedaan, Kekurangan dan Kelebihan Keduanya

Motorisblog.com – Bicara Honda vs Yamaha … Satu pihak bilang yamaha bagus, honda jelek. Pihak lain berkata sebaliknya. Pernah beberapa kali tanpa sengaja saya nyangkut dibeberapa situs internet yang isinya orang lagi berdebat soal motor honda dan yamaha. Bagi saya itu konyol.
Kenapa saya bilang konyol?
Iya lah. Dua pabrikan itu sejatinya punya produk dengan kualitas dan penjualan yang bagus. Kalau tidak, nggak mungkin jalanan di Indonesia akan dikuasai oleh dua merk itu. Trus kenapa penilaian yang subyektif (hanya berdasarkan selera) kok harus diperdebatkan? Tiap-tiap orang kan boleh punya selera yang berbeda?

 

honda vs yamaha

Oke. Sedikit berbagi pengalaman, saya pernah memiliki motor dari 2 pabrikan itu (walaupun motor low end). Dan memang banyak hal yang berbeda dari 2 merk motor tersebut.

Berikut ini motor-motor yang saya jadikan bahan observasi:
* Honda Legenda II 2002 (milik saya dari Oktober 2008 sampai Januari 2009)
* Honda Fit X 2008 (milik saya dari Januari 2009 sampai Februari 2011)
* Yamaha Vega R 2008 (milik saya dari Februari 2011 sampai November 2013)
* Honda Spacy FI 2013 (milik saya dari November 2013 sampai sekarang)
* Honda Supra X 125 2010 (milik teman)
* Yamaha Jupiter Z 2007 (milik teman)
* Honda Vario 125 (milik kakak)
* Yamaha Mio Sporty (milik mertua)
* Yamaha Xeon FI (milik kakak ipar)
* Yamaha XRide (milik teman)
* Yamaha Vega R 2005 (milik kakak ipar)
Nah, dari beberapa motor tersebut diatas, saya mengambil kesimpulan seperti dibawah ini,
1. Karakter mesin
Dipoin pertama ini, karakter mesin Yamaha dikenal lebih agresif diputaran bawah. Hal itu sepertinya untuk membuktikan image bahwa Yamaha adalah motor yang kencang.
Beberapa tahun lalu, saya diberitahukan oleh salah seorang mekanik Yamaha dibilangan Tanjungduren, Jakarta Barat, bahwa karakter responsive itu dihasilkan dari setelan klep yang lebih renggang jika dibandingkan dengan merk Honda. Selain itu, konsumsi BBM untuk motor Yamaha juga (sedikit) agak boros, sehingga menghasilkan power yang lebih besar.
Sedangkan untuk Honda, menurut beberapa orang, kurang responsive diputaran bawah, tapi mantap diputaran atas. Saya sendiri kurang setuju dengan pendapat ini (mungkin benar, tapi tidak pada semua tipe). Saya pernah membandingkan Vega R saya dengan Supra X milik teman dijalan Tigaraksa – Cikupa, Tangerang, hasilnya…
…(menurut feelling karena saya tidak menggunakan alat ukur apapun) Tarikan Vega dari gigi 1 sampai gigi 4 terus naik hingga putaran gas mentok. Sedangkan Supra X tarikannya hanya sampai gigi 3. Di gigi 4 motor serasa berat sekali untuk bertambah kecepatannya, bahkan sampai mentok putaran gas.
Disini saya menyinpulkan bahwa Supra X 125 ternyata tidak mantap diputaran atas.
Dan sayang sekali saya tidak memperhatikan berapa kecepatan di speedometer. Karena sebenarnya saya nggak bisa ngebut, maka mata saya fokus kedepan, nggak berani melirik speedometer. Hahaha..! Aneh ya?
Sebenarnya komparasi diatas sangatlah tidak fair, karena jelas kelas motornya berbeda. Tapi nggak apa lah, sekedar ingin mengenal karakter mesinnya saja. Dan dipoin ini, saya rasa Yamaha unggul.
2. Kepakeman rem
Dari semua tipe motor diatas, sumpah kerasa banget bedanya bahwa rem Yamaha lebih pakem dari rem Honda, terutama rem depan. Tapi sepertinya kepakeman rem Yamaha punya efek buruk pada bantalan kemudi (komstir). Entah kebetulan atau memang benar, Vega R saya, Vega R kakak ipar, Jupiter Z teman, dan Mio Sporty mertua saya sudah pada “koplak” komstirnya diusia 2-4 tahun. Jadi saya rasa dipoin ini impas. Tinggal Anda pilih, mau pakem tapi koplak, atau mau (rada) kurang pakem tapi nggak koplak-koplak?
Hahaha…!! Nggak usah mikirin arti kata “koplak” ya, Om Bro?! Soalnya nggak ada dikamus besar bahasa Indonesia.
3. Mutu velg
Poin ini lebih fokus pada tipe matic karena saya (hampir) tidak menemukan kasus serupa pada tipe lain.
Menurut pengamatan saya, membandingkan antara Mio lama dan Mio Soul lama plus Mio J, vs Honda Beat dan Vario 110 (semuanya tipe lama) yang saya lihat dijalanan, saya sering melihat velg motor Yamaha (tipe tersebut) roda belakangnya “goyang”. Termasuk mio sporty milik mertua. Tapi belum pernah saya melihat (dijalanan) velg matic honda yang goyang.
Yang jadi masalah disini, yang goyang adalah velg motor, bukan Dewi Persik ataupun Anisa Bahar.
Hahaha…!! Nggak enak, kan, Om Bro? Tante Sist?
Berarti poin ini honda lebih unggul. Tapi jangan senang dulu, wahai penunggang honda (saya sendiri sekarang adalah penunggang honda). Lihat poin berikutnya…
4. Mutu logam (khususnya stang dan footstep)
Saya ini dulunya adalah biker yang “seruntulan”. Saya pernah terjatuh dari motor Fit X di Cempakaputih, Jakarta, dan jatuh lagi dari Vega R di Jayanti, Tangerang Barat. Untungnya, pada saat jatuh itu, motor yang saya tunggangi juga ikut jatuh. Bayangkan jika saya jatuh tapi motornya jalan terus, kan repot saya ngejarnya.
Hahaha…!! Elu kira film komedi?
Nah, akibat dari terjatuh itu, motor Fit X dan Vega R saya, stang dan footstepnya “menyon”.
Hahaha..! Bahasa apalagi itu?
Yah. Pokoknya bengkok lah.
Anehnya, saat itu stang dan footstep Fit X bisa diluruskan kembali hanya dengan alat sederhana berupa pipa besi. Walaupun hasilnya tidak sempurna.
Dan selain itu, ternyata “segi tiga” garpu depan Fit X juga menyon sehingga harus di press supaya lurus kembali.
Namun tidak demikian dengan Vega R saya.
Pada saat setelah saya kecelakaan itu, saya coba cara yang sama pada stang dan footstep Vega R tersebut. Tapi, gagal. Footstep dan stang Vega R saya harus dibongkar untuk diluruskan dibengkel, dengan cara dipanaskan. Dan saat diperiksa, ternyata segitiga motor Vega R tersebut baik-baik saja.
Terlepas dari seberapa besar “bantingan” pada saat saya terjatuh, dan entah kebetulan atau memang benar begitu, tapi dipoin ini Yamaha lebih unggul.
5. Sambungan arm/getaran mesin
Untuk poin sambungan arm hanya berlaku untuk tipe matic.
Dalam hal ini, jika Anda obyektif, Anda akan merasakan bahwa getaran mesin motor Yamaha tipe matic dan bebek lebih “terasa” bahkan sampai ke body dan stang motor. Artinya, secara singkat, peredam getar pada motor Honda lebih baik dari Yamaha.
Yang paling nyata adalah pada tipe matic. Coba Anda intip ke kolong motor masing-masing. Matic honda memiliki sambungan ganda dari rangka menuju mesin (kalau istilah bebeknya itu sambungan “arm”). Hal inilah yang membuat matic honda lebih lembut dari pada Yamaha yang hanya menggunakan sambungan tunggal (pada mio lama). Pun pada xeon RC yang telah menggunakan sambungan ganda, getarannya masih lumayan terasa.
6. Suspensi
Dalam hal ini, harus diakui bahwa suspensi honda lebih panjang dan lebih empuk dari yamaha (kecuali untuk matic XRide). Hal ini tentu memberikan kenyamanan pada pengendara, terutama ketika melibas jalan bergelombang.
Trus apakah suspensi yamaha jelek?
Tidak! Sejatinya, yamaha menganut suspensi tipe stiff yang cenderung “keras”. Hal ini ditujukan supaya motor lebih stabil pada kecepatan tinggi dan pada saat bermanuver ditikungan. Jadi terserah Anda, mau pilih nyaman atau pilih gesit?
7. Desain
Disini poinnya pasti “subyektif”. Apapun penilaian Anda terhadap desain dua merk tersebut, apapun hasil penelitian Anda, tetap saja hasilnya subyektif! Tergantung pada selera Anda.
Saya pernah dibuat tertawa oleh seorang teman yang mengatakan, “aku lebih memilih mio soul lama dari pada vario125”.
Coba! Masuk akal nggak?
Secara logika, kalimat seperti itu hanya bisa keluar dari mulut orang yang fanatik terhadap merk. Orang yang cinta buta. Bagaimana tidak? Dari segala segi, vario 125 itu lebih dari mio soul lama. Iya lah. Kelasnya saja sudah beda!
Nih… Asumsi saya juga bisa berbeda dengan Anda. Coba perhatikan penilaian subyektif saya perihal desain motor-motor dibawah ini,
* fit X vs Vega R lebih bagus Vega R
* megapro vs byson lebih bagus byson
* beat vs mio J lebih bagus beat
* vario 125 vs soul GT 125 lebih bagus vario 125
* new CB150R vs new vixion lebih bagus new CB150R
* vario 150 vs aerox 155 lebih bagus aerox 155
Ingat ya! Itulah selera. Desain kan urusannya dengan selera, bukan dengan kelebihan/kekurangan fitur. Kenikmatan pandangan mata, gitu lah kira-kira.

Nah, Om Bro, Tante Sist. Mulai sekarang jangan lagi perdebatkan soal 2 merk motor tersebut. Hargailah selera orang lain.

Mohon maaf juga, disini saya tidak bisa memberikan informasi untuk merk Suzuki dan Kawasaki. Bukan maksud mendiskriminasi, tapi karena saya belum pernah memiliki motor dari 2 merk tersebut.

Sekian, terima kasih, happy ridding,
Wassalam… (Mtb)

24 Thoughts to “Honda vs Yamaha Bagus Mana? Inilah 7 Perbedaan, Kekurangan dan Kelebihan Keduanya”

  1. Anonymous

    Mas, kalo motor manual yg pake kopling recomend merk apa ya? Motor laki maksudnya

  2. Saya bilang sih patokannya jangan merk ya… Tergantung motornya mau jenis apa? Trus disini juga sampean kurang spesifik. Maksudnya motor laki berapa cc nih? Kalau kelasnya 150 cc, saya sudah punya artikel CB150R vs Vixion R vs GSX-S. Kalau mau yang full fairing, saya punya CBR150 vs R15 vs GSC-R. Atau mau yang bebek sport, ada Supra GTR vs MX King.

    Coba cek di bagian bawah, pada artikel terkait dan artikel terpopuler. Kalau artikel yang sampean tidak muncul, ketik saja di kotak pencarian blog ini. Silahkan di baca untuk menjadi pertimbangan.

    Semoga bermanfaat.

  3. Anonymous

    Kang sodik. Kalo cb150 sama vixion menurut akang mending mana?

  4. Mendingan Ninja 250. Wkwkwkwkwk…

    Kalau selera pribadi, saya suka Vixion R. Tapi untuk perbandingan, Anda ketik saja di kolom pencarian. Saya sudah punya ulasannya.

  5. Mampir sini karena mau beli motor. Hehehe… dan galau antara honda atau yamaha 😀

  6. Emg kalo bahan motor gak ada mati nya 😀 tapi sejak dari dulu sy biasa pakai honda, tapi pengen coba juga yamaha 😀

  7. kang.. kalo motor matic buat di jakarta enakan mana ya?

  8. Kalo maksudnya masalah kemudahan operasional dijalanan macet, jawabannya jelas motor matic yang berbody ramping dan joknya ngga terlalu tinggi. Pilihannya mio z, mio m3, honda beat.

    Kalo kelas premium rata-rata bodynya gambot atau tinggi.

  9. Boleh juga… biar tahu sendiri perbedaan honda dan yamaha. Jadi bukan cuma kata orang lain.

    Review saya diatas hanya melibatkan beberapa tipe motor saja. Untuk tipe lain, bisa jadi hasilnya akan berbeda.

  10. .. Mampir sini karena butuh informasi buat memilih… Hahaha.. Tetep galau..

  11. Kira-kira galaunya dibagian mana nih, Om? Coba ke kotak pencarian, ketik "pilih yamaha atau honda". Saya sudah menuliskan artikel tentang pemilihan sebelum membeli. Barangkali bisa melunturkan kegalauan Om Bro?

  12. Mas minta recomend nya dong mo beli motor secara motorku honda beat abis ilang dicuri😂 kira2 motor yang nyaman dan aman buat ibu2 yang teledor kayak saya apa ya seringnya saya lupa kunci stir 😊Nyaman maksud saya honda beat kemaren skok nya kok keras banget dipake djalan bergelombang ampun badan serasa dibanting banting heheheh… Paling tidak nyaman dipake nggak perlu cepat saya bukan pembalap hhhhh… asal nyaman dipake kerja sambi nganter anak sekolah kalo bisa matic

  13. Sebenarnya motor Beat udah terbilang nyaman, soale merk sebelah justru shocknya lebih keras.

    Kalo Ibu pengen yang lebih nyaman, pilihannya Vario 125 atau 150, soale shocknya lebih panjang. Tapi Vario itu lebih tinggi, jadi kurang enak naik-turunnya kalo tinggi badan tidak mendukung.

    Soal keamanan, saat ini matic Honda yang tidak terlalu mahal ada All New Scoopy. Dia sudah dilengkapi alarm anti maling.

    Saya sudah mereviewnya di blog ini. Coba Ibu ke kolom pencarian, ketik Scoopy vs Vino.

  14. Kalo dibandingkan semua motor ada kelebihan dan kekurangan.
    New vixion vs cb 150
    Kalo saya pakai vixion di jalanan yang juga banyak tikungan tentu cb 150 akan kesulitan mengejar saya.
    Tapi sebaliknya kalo trek lurus vixion akan kerepotan mengejar top speed cb 150.
    Tapi kalo saya pribadi saya lebih suka main akselerasi dari pada top speed.

  15. Makasih tambahan informasinya, Om Bro…

  16. Kalu menurut saya matic paling nyaman, harga merakyat. jelas Suzuki Address.

  17. Makasih tambahan infonya, Om Bro…

    Sayangnya saya belom punya kesempatan untuk test ride Suzuki Adress…

  18. Fe

    kalau orang lain terserah, tapi kalo gw mau motor anyar mau motkas tetep honda aja.bukan apa2 motor yamaha itu gak nyaman, badan2 pegal semua baik sebagai rider maupun sbg boncenger. scara gw hobi jalan2 naik roda dua, nyiksa banget tu yamaha… pake honda butut 2,5 jam nonstop bawaannya masih pingin lanjut, lha kalau pake yamaha? belum 15 menit udah pegal semua. bukan yamaha gw aja, gw dibonceng pake yamaha teman juga gak ada2 nyaman2nya, selangkangan rasanya kaya ditonjok2 padahal dia bawanya udah ati2. udah jual tu yamaha dan kapok gak akan pernah beli yamaha lagi. bodo amat mau keluarin produk apa yamaha, gak ngaruh toh gak akan beli juga… mau dibilang fbh trserah, scara gw adalah fbc (fanboy of comfort) alias fanboy kenyamanan. kalau pun gak ada honda, masih mendingan gw beli suzy butut, masih nyaman pake suzy, bener2 enek gw liat tuh yamaha… o iya kabarnya nmax suka gak bisa starter, ya? salah sendirilah mau beli yamaha, mahal pula, udah bayarin 24jt lebih malah disuruh rajin2 ngamplas dinamo

  19. Iya. Hal itu juga yang sering saya suarakan di blog ini. Perkara kenyamanan memang sepertinya belum cukup mendapat perhatian dari Yamaha. Padahal secara jumlah penjualan sudah nyata, Yamaha terpaut jauh dari Honda (terutama dikelas low end).

    Mudah-mudahan kedepan Yamaha mau berubah menjadi nyaman, supaya pertarungan menjadi seimbang.

  20. Kalau suzuki address vs beat esp masalah suspensi lebih empuk dan nyaman mana?thanks…

  21. Sayang sekali saya belum pernah membandingkan keduanya secara langsung. Tapi menurut senior otomotif, suspensi Address itu lembut banget. Selaim itu, Suzuki Address juga minim getaran. Bagasi dan tangki besar. Intinya, nggak kalah dari Honda Beat eSP.

    Address menggunakan suspensi yang jauh berbeda dengan generasi Suzuki Spin.

    Om Bro / Tante Sis bisa baca reviewnya diblog ini. Silahkan ke kotak pencarian untuk membaca artikel "Review Suzuki Address".

    Makasih udah singgah di blog sederhana ini.

  22. Kalo di moto gp sering menang yamaha ya hehehe
    kunjungi gan obat penggugur kandungan

  23. AliJa

    Saya suka karakter Yamaha, entah kenapa tarikannya terasa lebih bertenaga, catnya jg lbh awet. Pernah punya Honda, karakter nya cocok buat anteng2 an aja,, sisanya mgkn lebih ke arah perawatan dan lainnya.
    Pembeda yg plg terasa adalah harga, harga Honda rata2 lbh mahal untuk spesifikasi yg sama. Klo harga purna jual saya rasa relatif, liat di pasar manapun, relatif, tidak ada bukti otentik bahwa harga jual kembali Honda plg tinggi dan plg laku.

    1. Soal harga jual kembali Honda, sebenarnya itu efek kepercayaan dari masa lalu. Saat yamaha masih fokus di 2 tak. Sekarang sudah tidak berlaku lagi, namun sebagian orang masih ada saja yang menelan mentah-mentah kepercayaan harga jual kembali honda lebih tinggi.

      Lagi pula, kita beli motor buat dipakai. Kenapa harus mikirin harga jual kembali? Betul?

Tinggalkan Balasan