Honda Beat Street Produk Gagal…!! Ini Buktinya!

Advertisement

Motorisblog.com – Kalau Om Bro sering main-main ke dunia maya, disana ada banyak testimoni yang menyebutkan bahwa Honda Beat Street produk gagal. Suara tersebut timbul atas ketidaksukaan sebagian orang yang tidak puas dengan desain si matic jalanan itu.

Advertisement

Sejujurnya Mtb sendiri tidak melihat sesuatu yang uwow selain hanya penampang Honda Beat eSP yang ditelanjangi kepalanya. Apalagi disektor mesin, semuanya sama dengan varian Beat yang lain.

Tapi, benarkah Beat Street termasuk kategori produk gagal??

Mari kita ke TKP…

beat street 2018 special matte black

Tolak Ukur Kegagalan Suatu Produk

Benarkah Honda Beat Street produk gagal??

Menurut pandangan Mtb, suatu motor bisa disebut sebagai produk gagal jika penjualannya jeblok dan / atau usia produksinya hanya sebentar.

Lantas bagaimana dengan Honda Beat Street eSP??

Nyatanya selera masyarakat Indonesia tidak seperti penilaian sebagian orang yang tidak menyukai Beat Street.

Faktanya dalam hal permotoran, subyektifitas konsumen lebih berpengaruh besar ketimbang obyektifitas produk.

Yup. Pada artikel komparasi Honda Beat Street vs X Ride, Mtb sendiri menganggap bahwa Yamaha Xride 115 lebih recomended dibanding Beat Street. Namun apa daya, penjualan Yamaha Xride justru jauh dibawah Honda BeAT Street.

Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), menunjukkan bahwa penjualan Honda BeAT Street eSP pada bulan September 2017 lalu mencapai jumlah 21.574 unit, sedangkan All New Yamaha Xride hanya mampu membukukan penjualan sebanyak 4.008 unit saja. Dan pola seperti itu sudah terjadi sejak awal tahun, yaitu sejak Januari hingga September 2017.

Betul Om… Selama periode tersebut, penjualan Xride hanya berkisar 4000 hingga 6000 unit saja, sementara BeAT Street konsisten pada rentang 12.000 hingga 20.000 unit perbulannya.

Terus apanya yang gagal??

Terus buat mereka yang menjadi Fansboy Yamaha, apakah akan mengatakan bahwa selera masyarakat Indonesia ini rendah??

Jika iya, tentu itu menjadi statement yang berbahaya lantaran men-judge orang lain hanya karena mereka berbeda selera.

Kunci Keberhasilan Penjualan Honda Beat Street

Menurut Thomas Wijaya (Direktur Marketing PT Astra Honda Motor (AHM)), keberhasilan penjualan Beat Street merupakan bukti kepercayaan dan kepuasaan konsumen atas produk, desain, teknologi, fitur dan pelayanan jaringan purna jual Honda.

Mtb sendiri secara pribadi sih tidak setuju dengan ungkapan Thomas. Menurut Mtb, kunci larisnya Beat Street adalah karena kesalahan kompetitor.

Loh ko’ gitu??

Yup… Menurut Mtb, faktor kenyamanan suspensi dan minimnya getaran mesin, sudah terlanjur menjadi keunggulan produk-produk Honda sejak masa lalu hingga jaman now. Dan akhirnya sekarang, meskipun (umpamanya) Yamaha mau merubah segalanya, tetap butuh proses panjang untuk mewujudkan perubahan tersebut. Utamanya dalam hal menarik kembali kepercayaan masyarakat.

Seharusnya hal ini menjadi kritik positif bagi Yamaha. Kelebihan matic dan bebek entry level Yamaha dalam hal rem lebih pakem, akselerasi lebih cepat, kubikasi mesin lebih besar, stabil pada kecepatan tinggi, nyatanya harus ditebus dengan komstir yang tidak awet dan ketidaknyamanan akibat suspensi yang keras dan getaran mesin yang terasa kasar. Hal itulah yang membuat orang “kapok” dengan produk-produk entry level Yamaha. Jadi wajar saja jika sekarang ini, meskipun XRide punya suspensi yang lembut, masyarakat tidak banyak tahu akan kelebihan itu.

Kilas Balik Honda Beat Street dan Yamaha Xride

PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) memulai kelas skutik semi adventure berkapasitas 115cc dengan varian Xride pada tahun 2013. Dia berdiri kokoh sebelum akhirnya Honda BeAT Street eSP dirilis pada bulan Oktober 2016.

Yamaha xride 115 2014

Demi mengantisipasi “serangan” dari bebuyutan, Yamaha Xride naik kelas menjadi 125cc serta berubah secara tampilan. Xride tampil dengan desain yang lebih sporty dan ditambahkan teknologi Blue Core didalamnya.

x ride 2018 warna baru
Yamaha X-Ride 125 2018

Tapi sayang, All New Yamaha Xride yang dibanderol Rp17.250.000 harus rela pasarnya diambil alih oleh Honda BeAT Street eSP yang dijual seharga Rp.15.875.000 (on the road Jakarta).

Produk-produk Gagal dari Honda

Jika bicara perkara produk gagalnya Honda, salah ketika kita arahkan telunjuk pada Beat Street eSP. Yang benar adalah produk-produk berikut ini:

Honda Kirana
Honda Kirana 2004
Honda Kirana 2004 (Sumber: tokopedia.com)

Motor ini merupakan yang terakhir dari generasi buntut angsa milik Honda. Bermodal mesin 124,9cc dan power 6,7 kW, Honda Kirana harus bertekuk lutut karena desain yang bergaya “kuno”.

Advertisement

Kita faham, niatan Honda disini adalah memberikan opsi harga murah dengan kapasitas mesin tergolong besar dijaman itu. Tapi apa daya, dengan fitur rem tromol dan desain datar, Kirana tidak mendapat sambutan yang baik dari masyarakat.

Honda Karisma
Honda Karisma 125D
Honda Karisma 125D Modif Ban Pacul

Maksudnya sih masih sama, yaitu memberikan pilihan mesin besar dengan desain baru.

Tapi sayangnya body Karisma 125D masih terlalu gemuk, sedangkan saat itu selera konsumen masih cenderung ke arah desain yang ramping.

Honda Karisma X 125

Sempat lumayan laris saat memasuki generasi Karisma X dengan perbaikan di sektor desain body, tapi entah kenapa akhirnya singgasana Karisma X justru digulingkan oleh saudara kandungnya, yakni Supra X 125.

supra x terbaru 2018

Honda Supra V
Honda Supra V
Honda Supra V (Sumber: bukalapak.com)

Satu percobaan Honda yang layu sebelum berkembang yaitu Supra V. Motor ini sempat terlahir di era Kirana dan Karisma dengan dipersenjatai kopling manual dan kick starter.

Maksudnya sih benar, Honda merespon gaya anak muda yang suka memodifikasi motor bebek dengan aplikasi kopling manual. Tapi rupanya saat disuguhi aplikasi bawaan pabrikan, respon para bikers muda justru dingin. Ibarat kata saat itu cinta Supra V hanya bertepuk sebelah tangan. Wkwkwkwk…

Jadi gimana sih ya?? Motor bebek semi otomatis pada dimodifikasi, dijejali kopling manual, namun ketika pabrikan sudah menyediakan kopling manual secara default, mereka malah tidak tertarik.

Honda Supra XX

Honda Supra Xx

Honda berusaha memperbaiki kegagalan Supra V dengan menggelontorkan Supra Xx.

Tapi rupanya Honda salah faham…

Ketika itu tetangga sebelah sudah lari kencang dengan kubikasi 110cc, sementara Honda Supra XX masih dibekali silinder 100cc, bahkan aslinya hanya 97,1cc.

Selain itu, respon masyarakat justru lebih respect pada jajaran Supra Fit series yang notabene murah meriah.

Honda Blade 110 generasi awal

Honda Blade 110

Mtb sempat penasaran dan menunggu kelahiran motor ini yang akhirnya brojol pada bulan Desember 2008.

Mtb merasa penasaran lantaran varian ini adalah bebek 110cc pertama dari Honda Indonesia.

Honda Blade 110

Honda Blade dibekali dengan desain racy dan sporty sejak generasi pertama (2008-2009), hingga generasi kedua di tahun 2010. Namun desain tajam dari Blade tidak cukup memiliki daya tarik. Penjualan Honda Blade 110 justru kalah dari adiknya sendiri, yaitu Absolute Revo yang lahir hanya selang beberapa bulan kemudian.

Sebenarnya angka penjualan Honda Blade 110 generasi-1 tidaklah terlalu buruk juga, namun pada tahun 2011, Honda justru merubah Blade dengan maksud untuk menghadang laju Jupiter Z New yang juga telah berubah desain.

Honda CS1

Honda Cs1

Maksud Honda ialah ingin menciptakan desain unik dari model ayam jago, berbasis Sonic 125.

Hasilnya??

Unik memang. Namun lagi-lagi disayangkan, desain karya asli Indonesia ini harus tersungkur dipasaran, meski sudah berbekal speedometer digital dan velg model baru.

Desain body-nya aneh sehingga tidak menarik banyak minat masyarakat.

Honda Revo AT

Honda Revo At

Ini adalah versi Wave Thailand di Indonesia.

Dulu Mtb sering melihat motor ini diparkiran Gedung Sarinah Thamrin, Jakarta Pusat. Tapi sayang, hanya satu unit tok yang Mtb lihat hingga Mtb berhenti kerja dari tempat tersebut.

Ditahun-tahun itu, harga diatas Rp15 juta sudah tergolong mahal untuk motor entry level. Apalagi modelnya yang setengah-setengah, membuat calon konsumen tidak tertarik.

Body bebek tapi transmisi otomatis??

Tragisnya, beredar kabar bahwa pada tahun 2013 motor ini sudah tidak memiliki peminat sama sekali. Dia hanya mampu bertahan sekira satu tahun di Indonesia, kemudian menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Honda Revo AT bukanlah satu-satunya. Yamaha juga saat itu punya Lexam yang juga bernasib sama, yaitu gagal di pasaran. (Mtb – Honda Beat Street produk gagal).

Advertisement

8 komentar untuk “Honda Beat Street Produk Gagal…!! Ini Buktinya!”

    1. Ya, kurang lebih begitu. Soale sampe sekarang terbukti Beat Street masih di produksi dan masih laku. Jumlah populasinya dijalanan juga lumayan banyak.

      Definisi gagal disini saya tafsirkan jika si motor usia produksinya hanya sebentar dan/atau jumlah penjualannya jeblok.

  1. Honda Beat Street selain tadi yg sudah dijelaskan MTW sprti getaran yg minim, suspensi yg empuk, juga speedometer dan bensin yg sudah digital ini salah 1 poin plus mengapa konsumen juga tertarik dengan Beat street jadi lebih enak dilihat, selain itu bentuk stang yg lebih dekat ke pengemudi juga membuat feel berkendara menjadi lebih percaya diri dan nyaman

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *