Honda Beat Street Produk Gagal…!! Ini Buktinya!

Motorisweb.com – Honda Beat Street Produk Gagal. Kalau Om Bro sering main-main ke dunia maya, disana ada banyak testimoni yang menyebutkan bahwa Honda Beat Street adalah produk gagal. Suara tersebut timbul atas ketidak puasan sebagian orang yang tidak puas dengan desain si matic jalanan tersebut.

Sejujurnya, Mtw sendiri tidak melihat sesuatu yang mendesah seperti Syahrini… Hahaha…!!

Bukan itu. Maksudnya, Mtw tidak melihat sesuatu yang uwow selain hanya penampang Honda Beat eSP yang ditelanjangi kepalanya. Apalagi disektor mesin, semuanya sama dengan varian Beat yang lain.

Tapi, benarkah Beat Street termasuk produk gagal? Mari kita ke TKP…

honda beat street produk gagal

TOLAK UKUR KEGAGALAN SUATU PRODUK
Menurut pandangan Mtw, suatu motor bisa disebut sebagai produk gagal jika penjualannya jeblok dan / atau usia produksinya hanya sebentar. Lantas bagaimana dengan Honda Beat Street eSP?

Begini, Om Bro… meskipun didalam blog ini Mtw pernah “menghujat” Beat Street dengan komparasi vs XRide, tapi nyatanya selera masyarakat Indonesia tercinta ini tidak seperti penilaian Mtw. Nyatanya, meskipun Mtw sudah berusaha obyektif, tapi Mtw harus terima bahwa subyektifitas itu lebih berpengaruh ketimbang obyektifitas.

Meskipun Mtw pernah bilang bahwa XRide lebih bagus dari pada Beat Street, namun nyatanya penjualan Yamaha Xride justru jauh dibawah Honda BeAT Street.

Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), menunjukkan bahwa penjualan Honda BeAT Street eSP pada bulan September 2017 lalu mencapai jumlah 21.574 unit, sedangkan All New Yamaha Xride hanya mampu membukukan penjualan sebanyak 4.008 unit saja. Dan angka tersebut sudah terjadi sejak awal tahun. Sejak Januari hingga September 2017, penjualan Xride hanya berkisar dari 4000 hingga 6000 unit, sementara BeAT Street konsisten pada rentang 12.000 hingga 20.000 unit.

Trus apanya yang gagal? Apakah Om Bro mau bilang bahwa selera masyarakat Indonesia ini rendah? Tentu tidak! Kita tidak bisa men-judge orang lain hanya karena mereka berbeda selera dengan kita.

KUNCI KEBERHASILAN PENJUALAN HONDA BEAT STREET
Menurut Thomas Wijaya (Direktur Marketing PT.Astra Honda Motor (AHM)), keberhasilan penjualan Beat Street merupakan bukti kepercayaan dan kepuasaan konsumen atas produk, desain, teknologi, fitur dan pelayanan jaringan purna jual.

Tapi… secara pribadi Mtw tidak setuju dengan beliau! Menurut Mtw, kunci larisnya Beat Street adalah karena kesalahan kompetitor!

Lho…!? Kok gitu?

Iya! Menurut Mtw, faktor kenyamanan suspensi dan getaran sudah terlanjur menjadi keunggulan produk-produk Honda sejak masa lalu hingga jaman now. Akhirnya, sekarang, kompetitor sulit mengejar. Meskipun (umpamanya) sekarang Yamaha mau merubah segalanya, tetap butuh proses panjang untuk mewujudkan perubahan tersebut. Utamanya dalam menarik kembali kepercayaan masyarakat.

Seharusnya hal ini menjadi kritik positif bagi Yamaha… Kelebihan matic dan bebek entry level Yamaha dalam hal rem lebih pakem, akselerasi lebih cepat, kubikasi mesin lebih besar, stabil pada kecepatan tinggi, nyatanya harus ditebus dengan komstir yang tidak awet dan ketidaknyamanan akibat suspensi yang keras dan getaran mesin yang terasa kasar. Hal itulah yang membuat orang “kapok” dengan produk-produk entry level Yamaha.

Jadi wajar kalau sekarang ini, meskipun XRide punya suspensi yang lembut, masyarakat tidak banyak tahu dengan kelebihan tersebut.

KILAS BALIK BEAT STREET VS XRIDE
PT.Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) memulai kelas skutik semi adventure berkapasitas 115cc dengan varian Xride pada tahun 2013. Dia berdiri kokoh Honda BeAT Street eSP dirilis pada bulan Oktober 2016.

Demi mengantisipasi “serangan” dari bebuyutan, Yamaha Xride naik kelas menjadi 125cc serta berubah secara tampilan. Xride tampil dengan desain yang lebih sporty dan ditambahkan teknologi Blue Core didalamnya. Tapi sayang… All New Yamaha Xride yang dibanderol Rp17.250.000 harus rela pasarnya diambil alih oleh Honda BeAT Street eSP yang dijual seharga Rp.15.875.000 (on the road Jakarta).

PRODUK-PRODUK GAGAL HONDA
Jika bicara perkara produk gagalnya Honda, salah ketika kita arahkan telunjuk pada Beat Street eSP. Yang benar adalah produk-produk berikut ini,

* Honda Kirana
Motor ini merupakan yang terakhir dari generasi buntut angsa milik Honda. Bermodal mesin 124,9cc dan power 6,7 kW, Honda Kirana harus bertekuk lutut karena desain yang bergaya “kuno”.

Kita faham, niatan Honda disini adalah memberikan opsi harga murah dengan kapasitas mesin tergolong besar dijaman itu. Tapi apa daya… berbekal rem tromol dan desain datar, yaaa….

* Honda Karisma
Maksudnya sih masih sama… memberikan pilihan mesin besar dengan desain baru. Tapi sayangnya masih terlalu gemuk.

Sempat laris juga saat memasuki generasi Karisma X dengan perbaikan sektor bodi yang lebih ramping. Tapi entah kenapa akhirnya singgasana Karisma X justru digulingkan oleh saudara kandungnya, Supra X 125.

* Honda Supra V
Satu percobaan Honda yang layu sebelum berkembang. Motor bebek berbekal kopling manual dan kick starter sempat lahir dimasa Kirana dan Karisma.

Maksudnya sih benar… Honda merespon gaya anak muda yang suka memodifikasi motor bebek dengan aplikasi kopling manual. Tapi rupanya, saat disuguhi aplikasi bawaan pabrikan, respon para bikers muda justru dingin. Ibarat kata saat itu cinta Supra V hanya bertepuk sebelah tangan. Wkwkwkwk…!!

* Honda Supra XX
Honda berusaha memperbaiki kegagalan Supra V, tapi rupanya dia salah faham. Disaat tetangga sebelah sudah lari kencang dengan kubikasi 110cc, Honda Supra XX masih dibekali silinder 100cc, bahkan aslinya hanya 97,1cc.

Selain itu, respon masyarakat justru lebih respect pada jajaran Supra Fit series yang notabene murah meriah.

* Honda Blade 110 generasi awal
Mtw sempat penasaran dan menunggu kelahiran motor ini yang akhirnya brojol pada bulan Desember 2008. Mtw penasaran karena varian ini adalah bebek 110cc pertama dari Honda Indonesia.

Generasi pertama tahun 2008-2009 dan kedua tahun 2010 sejatinya beresain racy dan sporty. Tapi nyatanya secara penjualan Honda Blade 110 justru kalah dari adiknya sendiri, Absolute Revo yang lahir hanya selang beberapa bulan kemudian.

Sebenarnya angka penjualan Honda Blade 110 tidaklah terlalu buruk juga, namun pada tahun 2011, Honda justru merubah Blade dengan maksud untuk menghadang laju Jupiter Z New.

* Honda CS1
Maksudnya Honda ingin menciptakan desain unik dari model ayam jago yang telah ada. Unik memang… motor bebek semi sport bermodal basis mesin Sonic 125. Namun lagi-lagi disayangkan, desain karya asli Indonesia ini harus tersungkur dipasaran, meski sudah berbekal speedometer digital dan velg model baru.

* Honda Revo AT
Ini adalah versi Wave Thailand di Indonesia. Dulu Mtw sering melihat motor ini diparkiran Gedung Sarinah Thamrin, Jakarta Pusat. Tapi sayang… hanya satu unit tok yang Mtw lihat hingga Mtw berhenti kerja dari tempat tersebut.

Ditahun-tahun itu, harga diatas Rp15 juta sudah tergolong mahal untuk motor entry level. Apalagi modelnya yang setengah-setengah… membuat calon konsumen tidak tertarik. Body bebek tapi transmisi otomatis…? Tragisnya, beredar kabar bahwa pada tahun 2013 motor ini sudah tidak memiliki peminat sama sekali. Dia hanya mampu bertahan sekira satu tahun kemudian menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Honda Revo AT bukanlah satu-satunya. Yamaha juga saat itu punya Lexam yang juga senasib. Lexam pun sama, bebek matic.
(Mtw) Sumber: dapurpacu.com dan lain-lain
Gambar: astra-honda.com

4 tanggapan untuk “Honda Beat Street Produk Gagal…!! Ini Buktinya!

  • 18 November 2017 pada 14:39
    Permalink

    Menurutku simpel, modalnya KTP 500ribu, Honda banget promo model ginian

    Balas
  • 31 Juli 2018 pada 00:54
    Permalink

    Jadi kesimpulanya salah klo bilang beat street produk gagal?

    Balas
    • 31 Juli 2018 pada 21:40
      Permalink

      Ya, kurang lebih begitu. Soale sampe sekarang terbukti Beat Street masih di produksi dan masih laku. Jumlah populasinya dijalanan juga lumayan banyak.

      Definisi gagal disini saya tafsirkan jika si motor usia produksinya hanya sebentar dan/atau jumlah penjualannya jeblok.

      Balas

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: