Honda Astrea Star Spesifikasi dan Review

Motorisblog.com – Honda Astrea Star spesifikasi dan review desainnya tidak ada yang istimewa. Itu jika dilihat dijaman sekarang. Tapi lain cerita jika kita kilas balik ke era 1990-an. Astrea Star adalah generasi terakhir bebek Honda yang menggunakan lengan ayun pada kaki-kaki depannya. Juga generasi terakhir bebek Honda yang menggunakan kubikasi mesin dengan pembulatan dibawah 100cc.

Sekarang, jika pun masih dapat kita temui motor ini, tapi sudah jarang sekali yang masih menggunakan suspensi depan original. Rata-rata sudah diganti dengan model teleskopik.

Honda Astrea Star punya cerita tersendiri bagi Mtb. Karena dari sinilah Mtb mulai suka membaca dan mecari tahu hal-hal tentang motor. Itu sudah lama sekali… Mtb sendiri lupa kapan tepatnya, hanya saja yang Mtb ingat adalah awal dekade 1990-an.

Saat itu paman Mtb membeli motor Honda Astrea Star dalam kondisi baru. Harganya hanya Rp3,xx juta. Tapi ditahun itu, uang 3 juta memang bernilai tinggi. Ibarat sekarang senilai Rp15 juta kali ya?

honda astrea star spesififikasi

Mtb memiliki ketertarikan tersendiri pada dunia otomotif roda dua. Yang karenanya, saat itu Mtb suka sekali membaca buku panduan manual, buku service serta buku panduan hal-hal penting yang erat kaitannya dengan safety riding. Padahal saat itu usia Mtb baru sekitar 11 atau 12 tahun yang bahkan belum bisa mengendarai motor.

Kesukaan Mtb pada pengetahuan tentang motor terus berlanjut hingga puluhan tahun kemudian. Hingga akhirnya Mtb tuangkan dalam blog ini sejak Februari 2017. Tapi, kesukaan Mtb pada dunia otomotif roda dua bukan berarti membuat Mtb jadi orang yang mahir dalam hal teknis. Mtb hanya suka membaca dan suka motor. Yang artinya, Mtb hanya tahu tentang teorinya saja. Itu pun tidak terlalu banyak tahu.

Okre… kembali ke Honda Astrea Star spesifikasi dan review

Mesin dan desain Honda Astrea Star spesifikasi dan review

Astrea Star adalah lanjutan dari bebek Astrea 800. Berdesain retro dengan mesin bertipe 4 langkah dengan kapasitas silinder sebesar 85,8 cc. Mesin yang lumayan besar untuk ukuran motor bebek kala itu, mengingat sebelumnya Honda menggunakan mesin 70 cc dan 80 cc.

Meski desainnya “hanya begitu”, tapi populasi Astrea Star terbilang cukup banyak. Maklum, saat itu Honda masih menjadi satu-satunya motor komersil yang menggunakan mesin 4 tak. Mesin yang identik dengan keiritannya dibanding kompetitor yang masih bertahan dengan mesin 2 tak.

Image irit Honda bahkan masih terbawa dalam benak beberapa orang hingga saat ini. Padahal, di era sekarang ini konsumsi bahan bakar tiap-tiap motor sudah relatif. Tergantung dari banyak hal. Jadi tidak lagi menjadi dominasi suatu merk.

Mitos lain yang masih terbawa sampai saat ini adalah pandangan bahwa mesin Honda kalau sudah rusak, maka kerusakannya akan menjalar ke bagian lain. Sementara merk lain tidak. Padahal, sekarang pandangan tersebut sudah tidak berlaku lagi. Itu adalah pandangan 4 tak vs 2 tak. Tentu sudah tidak lagi berlaku dijaman now. Jaman dimana semua motor sudah bermesin 4 tak.

Gigi percepatan

Astrea Star adalah bebek pertama dari Honda di Indonesia yang menggunakan 4 percepatan. Sebelumnya, Honda C70 dan Astrea 800 hanya menggunakan 3 percepatan saja. Astrea Star juga merupakan generasi awal motor bebek Honda yang menggunakan sistem rotari pada pola pengoperan giginya. Yaitu, gigi bisa langsung dinetralkan dari top gear dengan menekan bagian depan pedal gigi saat motor dalam keadaan berhenti. Polanya yakni N-1-2-2-4-N.

Busi

Honda Astrea Star menggunakan busi NGK C7HSA atau Denso U20FSU. Penggunaan busi ini terus dipertahankan oleh Honda hingga berakhirnya masa kejayaan mesin C100, yaitu Honda Revo dan Supra Fit series.

Sistem pengapian

AC-CDI yang digunakan pada Astrea Star pun masih terbilang hal baru. Pasalnya, di era 1980-an Honda masih menggunakan platina seperti juga motor-motor merk lain.

Sistem starter

Motor jenis cub (bebek) kala itu merupakan motor dengan segmentasi kaum hawa. Karenanya, keberadaan starter elektrik pun merupakan hal istimewa dijamannya. Sementara motor motor-motor tipe sport hanya dibekali starter kaki saja.

Honda mulai menggunakan starter elektrik pada Tiger 2000 ditahun 1993. Dilanjutkan dengan Mega Pro 1600 dan motor-motor lain berikutnya.

Berat kendaraan

Bobotnya hanya 83 kg. Tentu sangat ringan jika dibandingkan dengan motor-motor jaman now. Tapi dijaman itu memang motor dengan bobot 80-an kg memang masih lazim. Dijaman itu motor-motor bebek belum diberikan kesan untuk berlari dengan kecepatan tinggi. Karenanya, bobot 80-an kg pun masih mumpuni. Apa lagi kala itu masih banyak jalanan tanah yang becek sehingga kecepatan bukanlah suatu keutamaan.

Sistem rem

Sama seperti poin bobot, sistem rem juga masih cukup dengan jenis tromol saja. Ya cukup lah… saat itu populasi motor belum sebanyak jaman now sehingga kepakeman rem belum mengharuskan aplikasi rem cakram. Bayangkan kalau jaman ini masih menggunakan rem tromol depan belakang. Dijamin akan terjadi banyak tubrukan dilingkungan dengan lalu lintas padat.

Ukuran ban

Sesuai dengan postur tubuhnya, maka ukuran ban pun cukup dengan 2,25 didepan dan 2,50 dibelakang.

Ukuran ban tersebut masih terus digunakan oleh Honda hingga generasi Astrea Prima, Astrea Grand, Impresa dan Legenda. Honda baru menaikkan ukuran ban bebeknya kala memasuki generasi Astrea Supra pada tahun 1997.

Berikut ini data Honda Astrea Star spesifikasi dan review

* Tipe Mesin
4 tak, 1 silinder, SOHC, pendingin udara

* Bore x Stroke
47 x 49.5 mm

* Volume Silinder
85.8 CC

* Rasio kompresi
9.4:1

* Kopling
Otomatis, Basah, Multiplat

* Susunan Silinder
Satu Mendatar

* Gigi Transmisi
4 percepatan

* Pola pengoperasian gigi
N-1-2-3-4-N

* Karburator
Keihin 16mm x1

* Baterai
12V-4AH

* Busi
C7HSA / U22 FS-U

* Sistem Pengapian
CDI AC

* Sistem starter
Kick & Electric starter

* P x L x T
184,5 x 66 x 105 cm

* Tipe Rangka
Back bone

* Kapasitas Tangki
4 lt

* Jarak sumbu roda
118 cm

* Berat kosong
83 kg

* Rem Depan
Tromol

* Rem Belakang
Tromol

* Ukuran ban depan
2.25-17

* Ukuran ban belakang
2.50-17

Honda Astrea Star spesifikasi dan review. (Mtb)
Sumber data spesifikasi: motorganteng.com

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: