Helm Cakil HBC, Produk Lokal SNI Harga Terjangkau

Motorisblog.com – Helm Cakil HBC – Om Bro…!! Bagi bikers jaman now, helm impor seharga jutaan rupiah sudah menjadi hal yang lumrah. Dan hal itu sudah sering sekali di review di berbagai media. Tapi, bagaimana dengan helm merk lokal? Ini yang Mtb banget… Wkwkwwkkk…!! (Sok Nasionalis).

Tapi benar lho, Om Bro…!! Mtb selalu cinta produk dalam negeri. Alasannya, simple… karena sebenarnya banyak produk-produk lokal yang punya mutu bagus. Hanya saja, perkara gengsi yang sering jadi “penghalang bagi orang-orang berduit” untuk mencintai produknya sendiri.

Lantas, kenapa motor Mtb masih merk Jepang? Yaaa… meskipun di produksi di Indonesia?

Alasannya juga simple…

…karena pemerintah Indonesia sendiri pun (sepertinya) tidak respek dengan produk dalam negeri. Tengok saja kendaraan-kendaraan dinas plat merah yang (sepertinya) SEMUA bermerk asing…

Apa hubungannya?

Banyak!!

Jika Indonesia meniru kebijakan India dan Malaysia, dimana kendaraan para pejabatnya adalah merk Nasional, maka PASTI pabrikan otomotif merk lokal pun akan maju, penjualannya banyak, dan jaringan purna jualnya pun akan bejibun. Kemudian, jika sudah seperti itu, maka akan banyak rakyat Indonesia yang tertarik membeli produk dari brand lokal semisal Viar, Esemka dan lain-lain…

Dan jika kebijakan itu sudah diterapkan sejak dulu, pasti Kanzen pun tidak akan bangkrut.

Ini mah para pejabat pada gaya-nya duluan… Kerjanya…? Entah.

Kenapa Mtb “menyalahkan” pemerintah?

Simple!! Karena pemerintah-lah yang punya wewenang. Kalau Mtb yang punya wewenang sih, Mtb kerjain sendiri… ngga perlu menyalahkan orang lain. Betul?

Sedih bagi orang-orang seperti Mtb yang ingin Indonesia punya produk otomotif sebesar Hero, TVS dan Tata di India… Juga seperti Proton di Malaysia…

Ya sudah… terlalu jauh ngelanturnya.

Kita kembali ke helm…

Baru-baru ini, Wak Haji Taufik Tmcblog baru saja mereview helm lokal model cakil dari brand HBC, Bandung. Ini helm murah yang sudah berstandar SNI.

Harganya sangat terjangkau, hanya Rp300 ribuan tanpa visor.

Iya… Helm Wak Haji yang punya grafis ala Captain America ini standar penjualannya dari pabrikan memang tanpa visor. Tapi Om Bro bisa memesannya lengkap dengan visor.

Caranya?

Googling saja di internet, banyak…

So… berikut ini beberapa poin yang Wak Haji soroti dalam pembahasannya,

. Bobot helm

Bobotnya sangat ringan. Hanya 912-913 gram, gitu. Kurang dari satu kilo, bahkan lebih ringan dari helm Strike Eagle KYT full carbon yang seberat 999 gram.

So… pasti enak di pakainya lantaran ringan.

. Dimensi helm

helm cakil hbc

Wak Haji tidak memberikan keterangan lengkap dimensinya, hanya saja, secara penampang tampak kecil. Bahkan nyaris seperti helm anak-anak.

. Ukuran helm All Size

Sayangnya, HBC Cakil punya Wak Haji diproduksi All Size. Artinya, hanya satu ukuran. Artinya lagi, Om Bro tidak bisa memilih ukuran yang pas di kepala Om Bro sekalian.

. Visor tidak rapat dengan body helm

helm cakil hbc

Sayangnya lagi nih… Visornya tidak rapat pads bagian seal atas. So, kemungkinan akan kemasukan air jika digunakan saat hujan.

. Ventilasi depan besar

helm cakil hbc

Ventilasinya dibuat lubang-lubang besar di Bagian Chin. Pastinya tidak akan pengap saat digunakan. Sayangnya, ventilasi tidak bisa dibuka-tutup. Tapi itu bisa ditolelir mengingat harganya yang cukup terjangkau.

. Tidak ada ventilasi dibagian atas shell helm

Ini juga Mtb rasa bisa di tolelir. Mtb juga pakainya helm bawaan motor dari dealer yang, yaaa… alakadarnya.

. Shell luar dan shell dalam

helm cakil hbc

Bagian luar tampaknya berbahan plastik. Sementara bagian dalamnya dilapisi foam putih.

. Fabric

Bahan kain padding dalam, busanya tipis, tapi masih cukup nyaman digunakan.

. Sistem pengunci

Modelnya click biasa, bukan model double D ring. Ya, kembali lagi pada harganya. Untuk harga Rp300 ribuan, Helm Cakil HBC recomended lah. Ini kan produk lokal, tidak ada bea impor, bayar royalti ke perusahaan induk dan lain-lain. Jadi, harga Rp300 ribu andai produk impor, mungkin banderolnya bisa membengkak sampai mendekati Rp1 jutaan.

Jadi singkatnya kira-kira begitu. Helm lokal seharga Rp300 ribuan itu setara dengan helm impor seharga Rp700 ribuan, bahkan lebih. Itu teori sederhananya. (Mtb).

Tinggalkan Komentar