Harga Royal Enfield 650 Twin dan Royal Enfield Interceptor 650 Plus Sejarahnya

Motorisblog.com – Harga Royal Enfield 650 Twin dan Royal Enfield Interceptor 650 – Om Bro…!! Tahu ya, Royal Enfield yang silinder tunggal 300-an cc aja suaranya udah mantap pisan… Membayangkan suara mesin motor Royal Enfield twin silinder pasti suaranya segarang moge-moge 4 silinder. (Minimal mirip-mirip dikit lah ya… Wkwkwkk…).

Dan yang menariknya lagi, dari beberapa informasi yang Mtb ciduk, mesin dual silinder dari Royal Enfield tidak lagi menimbulkan vibrasi berlebih seperti pada model-model sebelumnya yang menggunakan satu silinder.

Diberitakan oleh DetikOto, bahwa Royal Enfield baru-baru ini telah merilis motor dua silinder pertamanya di Santa Cruz, California, dengan kapasitas mesin 650 cc. Dia adalah Royal Enfield Interceptor 650 Twin dan Royal Enfield Continental GT 650 Twin. Dan seperti yang Mtb singgung di atas, mesin dari kedua motor ini tidaklan menimbulkan getaran seperti pada motor-motor Royal Enfield edisi sebelumnya yang cenderung timbul getaran ketika dipacu pada kecepatan tinggi.

royal enfield interceptor 650 twin & continental gt 650 twin

Royal Enfield Interceptor 650 Twin dan Royal Enfield Continental GT 650 Twin tetap smooth meski digeber pada kecepatan 150 km/jam di highway California.

Menurut keterangan dari Sampath J, Manager Product Development Royal Enfield, mereka memang telah melakukan pembenahan dengan menambahkan poros penyeimbang (balancer shaft) di dalam mesin. Hasilnya, motor jadi lebih smooth, nyaman dan tidak bergetar di bagian stang, footstep dan jok.

Selain balancer shaft, Interceptor 650 dan Continental 650 juga diberikan part peredam getar lainnya, seperti karet-karet pelapis di beberapa bagian sasis.

Segmentasi Royal Enfield 650 Twin dan Royal Enfield Interceptor 650

interceptor 650 twin

Dibagian ini, Mtb acungi 4 jempol deh buat Royal Enfield. Mereka terbilang cerdik dengan mengambil celah pasar yang tidak digarap oleh pabrikan lain. Seperti kita tahu, keberadaan moge memang cukup diminati di belahan dunia manapun. Namun jelas, yang namanya moge tentu harganya juga mahal. Belum lagi melihat lawan-lawannya yang merupakan brand raksasa semisal Harley Davidson, Ducati, BMW dan lain-lain…

Tentu cukup berat bagi Royal Enfield untuk barsaing melawan mereka…

Sementara itu, dikelas mesin kecil yang berada pada angka di bawah 250 cc, sudah jelas juga disana ada raksasa-raksasa Jepang, yaitu Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki. Belum lagi di dalam negeri mereka juga harus berhadapan langsung dengan Hero Motor, TVS dan Bajaj…

Beuuuhhh… Aaabbooottt.. Om Bro…!!

Nah, karena itulah Royal Enfield mengambil celah di antara kelas mesin kecil dan kelas moge. Royal Enfield mengambil kelas mesin 300cc – 750cc.

Kapan masuk Indonesia & Membangun pabrik di Indonesia?

Bagi penggemar Royal Enfield di Indonesia, tentu ada harapan agar mereka membangun pabriknya disini supaya harga motornya jadi lebih terjangkau. Tapi sayangnya, Rudratej (Rudy) Singh, President Royal Enfield mengatakan bahwa mereka belum bisa memastikan untuk membangun pabrik disini atau pun di negara lain di luar India. Namun begitu, CEO Royal Enfield, Siddharta Lal, mengatakan bahwa mereka secara serius menggarap pasar Asia Tenggara, khususnya Indonesia dan Thailand.

Indonesia karena merupakan pasar terbesar di ASEAN, dan Thailand karena lebih berkembang pasarnya di segmen motor cc besar. Sepanjang itu, Royal Enfield juga sambil mempelajari perpajakan, aturan perakitan dan lain-lain untuk membuka potensi ke arah pembangunan pabrik tersebut.

Namun begitu, jika pun nantinya dapat terealisasikan, tentu akan membutuhkan proses yang sangat panjang.

Om Bro sekalian tahu yaa… Sekarang ini, pemerintah tengah menggalakkan pengendalian impor mobil mewah dan motor di atas 500 cc. Tarif Pajak Penghasilan (PPh), sesuai pasal 22 terhadap 1.147 barang impor, termasuk mobil CBU di atas 3.000 cc dan motor 500 cc ke atas naik dari 7,5 persen menjadi 10 persen.

Tentu Royal Enfield jadi harus mempertimbangkannya secara sangat matang untuk wacana pembangunan pabrik…

Tapi tenang… Om Bro… meskipun tidak membangun pabrik, Royal Enfield Indonesia memastikan bawa Royal Enfield 650 Twin dan Royal Enfield Interceptor 650 akan hadir pada awal tahun depan.

Demikian menurur Siddharta Lal…

Harga Royal Enfield 650 Twin dan Royal Enfield Interceptor 650

Masih menurut berita dari DetikOto, Royal Enfield Interceptor harga di USA sana dijual mulai dari US$5,799 (Rp86,5 jutaan). Sedangkan Royal Enfield Continental GT 650 harganya dimulai dari US$5,999 (Rp 89,4 juta).

Secara rinci, ada tiga varian Continental GT 650 Twin,
. Varian warna solid: US$5,999
. Varian custom (dua warna): US$6,249 (Rp93,2 juta)
. Varian warna chrome: US$6,749 (Rp100,6 juta)

Demikian juga Interceptor juga tersedia dalam 3 varian, yaitu,
. Varian warna solid: US$5,799
. Varian custom (dua warna): US$5,999 (Rp89,4 juta)
. Varian warna chrome: US$6,499 (Rp96,9 juta)

Semua varian sudah dilengkapi dengan sistem rem ABS sebagai fitur standar tanpa adanya biaya tambahan, juga dijamin melalui garansi selama 3 tahun tanpa batasan jarak.

Om Bro…!! Harga-harga di atas hanyalah gambaran bahwa segitulah harga Royal Enfield 650 Twin dan Royal Enfield Interceptor 650. Angka-angka tersebut tentu tidak bisa dijadikan sebagai tolak ukur harga jualnya di Indonesia nanti.

Kenapa??

Karena tentu ada perbedaan nilai pajak, bea masuk dan biaya-biaya lainnya yang berbeda antara Amerika dan Indonesia.

Sekilas Royal Enfield

Sebelum akhirnya melahirkan Continental GT 650 Twin dan Interceptor 650 Twin, Royal Enfield telah melakukan riset mesin 600cc. Tapi mereka tidak yakin bahwa dengan kapasitas itu, motornya akan dapat melaju hingga kecepatan 100 mil/jam (160 km/jam). Akhirnya mereka memutuskan untuk menaikkan volumenya menjadi 650cc, dan target top speed pun terlampaui, yaitu sekira 170 km/jam.

Royal Enfield memproduksi motor-motornya dengan satu spesifikasi untuk seluruh pasar global. Basis produksinya berada di tiga pabrik yang semuanya berlokasi di Chennai, India.

Royal Enfield dibangun dengan konsep motor klasik, oldschool, keren dan sederhana… khas dekade 1960-an. Mereka mendesainnya sebagai motor yang bisa digunakan harian namun memiliki performa yang mumpuni.

Bukan superbike… tapi motor kelas menengah yang nyaman untuk melibas jalanan berliku, highway, hingga jalur perkotaan.

Royal Enfield adalah brand dari Inggris yang sekarang dibesarkan oleh perusahaan India…

Royal Enfield menyimpan cerita sejarah panjang sebagai merek motor tertua yang masih diproduksi secara massal hingga saat ini.

Awal sejarah Royal Enfield di India dimulai pada tahun 2009 ketika mereka berhasil menjual sebanyak 30.000-32.000 unit motor yang kemudian bertambah menjadi 50.000 unit di tahun 2010.

Angkanya terus menunjukkan kenaikan, hingga pada tahun 2017 lalu, Royal Enfield telah menorehkan jumlah penjualan sebanyak 820.000 motor. Naik hingga 16 kali lipat dalam 7 tahun.

Sementara itu, sejarah mesin dua silinder Royal Enfield justru sebenarnya sudah ada sejak awal berdirinya brand tersebut di tahun 1912. Tahun dimana Kapal RMS Titanic tenggelam di Samudera Atlantik Utara.

Wkwkwkwk… Apa hubungannya ya…??

Ngga ada hubungan apa-apa sih… Mtb cuma teringat filmnya aja… Wkwkwkwk…!!

Ketika itu, mesin Royal Enfield adalah model V-Twin, bukan model pararel.

Setelah Perang Dunia II, atau lebih tepatnya di tahun 1948, Royal Enfield membangun mesin model dua silinder segaris pertamanya yang dinamai 500 Twin.

Begitu menurut Gordon May, penulis, sejarawan, dan penggemar Royal Enfield kepada DetikOto.

Sejarah terus berjalan… hingga pada tahun 1953, Royal Enfield meng-upgrade mesin 500cc miliknya menjadi dua silinder segaris 700cc yang dinamai Royal Enfield Meteor. Ini merupakan mesin motor dua silinder segaris terbesar di Inggris kala itu.

Pada tahun 1958, Royal Enfield membangun Super Meteor yang merupakan upgrade dari Royal Enfield Meteor. Konon, Super Meteor lebih bertenaga dibanding Royal Enfield Meteor versi pertama. Kecepatannya mampu menembus angka 100 mil/jam (160 km/jam).

Angka yang cukup tinggi di jaman itu…

Belum cukup sampai disitu, di tahun 1958, Royal Enfield juga membangun mesin baru dengan nama Constellation. Performanya lebih tinggi dari Super Meteor, yakni mencapai 51 bhp dengan top speed hingga 110 mil/jam.

Motor yang sangat cepat tapi masih berbekal rem tromol…

Di tahun 1960, Constellation diboyong untuk menjadi motor balap di Amerika Serikat dengan beberapa penyesuaian, yakni menghilangkan lampu depan dan mengganti knalpot dengan yang lebih ringan. Itulah konsep awal Interceptor pertama yang dibawa ke Amerika dengan kapasitas mesin sebesar 700cc.

Lanjut ke tahun 1962, Royal Enfield membangun Interceptor 750 dengan kapasitas mesin yang sebenarnya 736 cc. Namun disayangkan… setelah itu Royal Enfield harus berhenti memproduksi Interceptor dua silindernya gegara masalah finansial dan tekanan dari produk Jepang yang lebih murah yang telah mulai masuk ke Inggris.

Salah satunya ialah CB750 bermesin 4 silinder yang pada tahun 1970 menyerbu pasar Inggris ketika motor Inggris belum siap untuk menghadapinya. (Mtb – Harga Royal Enfield 650 Twin, Royal Enfield Interceptor 650, Royal Enfield Interceptor harga, Royal Enfield Continental GT 650 harga, Royal Enfield Indonesia, Royal Enfield Interceptor 650 harga).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: