Biaya dan Harga Reflektor Lampu Depan Honda Spacy

Advertisement

Motorisblog.com – Mungkin Om Bro adalah salah satu orang yang pernah mengalami masalah mika reflektor lampu motor meleleh. Tentu hal itu sangat menyebalkan mengingat kebutuhan untuk menyalakan lampu motor saat ini adalah setiap waktu. Bukan hanya pada malam hari saja, tapi juga pada siang hari. So, kali ini Mtb bakal share harga reflektor lampu depan Honda Spacy.

Advertisement

Nah, kebetulan Mtb juga salah satu orang yang mengalami nasib sama, yaitu reflektor Spacy meleleh.

Yup. Honda Spacy, motor Mtb yang harganya paling murah dalam jajaran skutik Honda pada saat itu.

Reflektor lampu depan Honda Spacy meleleh
Reflektor lampu depan Honda Spacy meleleh
Reflektor lampu depan Honda Spacy meleleh
Reflektor lampu depan Honda Spacy meleleh (tampak dalam)

Dan sialnya, ketika kita mencari tahu melalui internet perkara penyebab lampu reflektor motor kita yang meleleh, maka yang akan kita temui adalah “tuduhan” bahwa kerusakan tersebut adalah benar-menar merupakan kesalahan kita sebagai konsumen. Padahal menurut hemat Mtb, masalah terbesarnya bukanlah melulu pada konsumen.

Hal terbesarnya adalah:

Peraturan yang mewajibkan lampu motor selalu menyala, yang kemudian diamini oleh pabrikan dengan menciptakan konsep AHO (Automatic Headlight On), namun tidak dengan peningkatan kualitas material reflektornya itu sendiri.

Betul?

Tapi ya sudahlah. Daripada kita cape-cape mencari kesalahannya, alangkah baiknya kita tetap bersabar dengan memperhatikan beberapa hal untuk mengurangi potensi melelehnya mika reflektor lampu motor.

So, sebelum Mtb ceritakan kisah reflektor Spacy meleleh serta proses dan biaya penggantiannya, ada baiknya Om Bro sekalian menyimak 5 hal yang dapat mengurangi potensi kerusakan tersebut.

5 Cara Mencegah Reflektor Meleleh

1. Jangan menggunakan bohlam lampu selain standard pabrikan

Setidaknya ada dua alasan yang membuat Om Bro memutuskan untuk mengganti bohlam lampu motor dengan part non-ori. Pertama karena harganya yang lebih murah, kedua karena ingin lampu motornya lebih terang.

Untuk yang kedua, ada kalanya harga si bohlam justru lebih mahal dari harga lampu original pabrikan.

Sayangnya Mtb termasuk golongan yang pertama, yaitu menggunakan part lokal karena harganya yang lebih murah. Wkwkwkwk. Memalukan!

Om Bro. Yang perlu kita fahami adalah bahwa reflektor motor telah mendapat desain dari pabrikan agar sesuai dengan bohlam orisinil’nya.

Nah, pada banyak kasus, bohlam lampu after-market seringkali memiliki suhu lebih panas ketimbang bohlam standar. Makanya reflektor jadi lebih mudah meleleh.

Resiko yang lebih besar lagi adalah, penggunaan bohlam non-standar dapat mengakibatkan aki motor cepat soak.

Selain itu bagi motor yang masih dalam masa garansi, perlu Om Bro ketahui juga bahwa penggunaan bohlam selain standar pabrikan akan membuat garansi motor hangus pada jaminan kelistrikan.

2. Jangan menutup Mika Reflektor pada kondisi lampu menyala atau setelah motor digunakan

Ada kalanya kita menaruh jaket atau jas hujan pada batok kepala motor ketika kita memanaskan motor pagi hari. Kadang ada juga dari Om Bro sekalian yang menutup motornya dengan cover ketika baru masuk garasi.

Dalam kondisi seperti ini, suhu panas dari lampu motor jadi tertahan. Tidak bisa lepas secara bebas. Bahkan ketika mesin motor sudah mati sesaat setelah Om Bro berkendara sekalipun, reflektor lampu masih dalam kondisi panas. Maka jika Om Bro termasuk orang yang apik dengan suka menutup motor menggunakan cover, sebaiknya biarkan dulu motor kembali pada suhu normal sebelum menyelimutinya.

3. Jangan memanaskan Motor Terlalu Lama

Mtb sih ngga. Motor Mtb mah gampang panasnya. Tinggal maki-maki dan bentak saja ia sudah panas. Wkwkwkwkwk.

Om Bro. Sudah sejak zaman Honda Astrea, Mtb pernah membaca panduan manual motor Astrea Star. Saat itu anjuran untuk memanaskan mesin hanyalah selama 1-2 menit saja. Cukup untuk melancarkan sirkulasi oli saja, supaya pelumasan mesin berjalan dengan baik.

Dan Mtb rasa anjuran tersebut tidak hanya berlaku untuk zaman itu dan untuk merk Honda saja. Mtb rasa anjuran tersebut berlaku untuk semua motor hingga saat ini.

Kenapa?

Karena pada saat Om Bro memanaskan mesin motor, itu hawa panas dari lampu motor-motor zaman now yang sudah AHO jadi tidak bisa terurai dengan baik. Soale dalam kondisi motor diam (tidak berjalan), maka tidak ada proses pendinginan. Berbeda dengan pada saat motor melaju, itu ada pendinginan dari terpaan angin selama dalam perjalanan.

Advertisement

4. Jangan memanaskan motor dengan posisi ada Penghalang di depan

Misalnya dengan adanya dinding tembok pada bagian depan motor.

Pada kondisi seperti itu, Cahaya dari sorot lampu motor jadi memantul kembali ke reflektor dan membuat reflektor jadi semakin panas. Maka ketika Om Bro memanaskan mesin motor, sebaiknya hadapkan motor ke tempat terbuka.

5. Jangan Membersihkan Kaca Mika Reflektor pada Saat Memanaskan Motor

Sama seperti pada poin sebelumnya.

Membersihkan kaca mika saat memanaskan motor berarti menghalangi panas dari lampu motor. Maka jika Om Bro hendak me’lap kaca mika, sebaiknya lakukan pada saat motor berada dalam suhu normal.

Cara Memperbaiki Reflektor yang Meleleh

Sebenarnya harga reflektor lampu untuk motor-motor entry level tidaklah terlalu mahal. Tapi jika saat itu kita lagi ngga ada duit pisan, ya rada repot juga Om.

Sebenarnya reflektor Spacy meleleh sudah Mtb alami sejak sekira usia motor baru 3 tahunan. Tapi karena alasan finansial, saat itu Mtb tidak langsung menggantinya. Mtb hanya mengakalinya saja.

Iya. Alhamdulillah. Akal-akalan tersebut sanggup bertahan hingga 2 tahun lamanya.

Sampai pada tanggal 24 September 2018 lalu Mtb baru menggantinya dengan yang baru.

Mtb tidak bisa menjelaskan secara rinci untuk cara memperbaiki reflektor yang meleleh, karena Mtb tidak punya gambar ilustrasinya.

Singkatnya, Mtb menempelkan dudukan lampu pada posisi semula dengan menggunakan plastik steel. Semacam lem begitu. Biasanya tersedia melalui bengkel-bengkel motor umum. Bukan bengkel resmi.

Lem plastic steel ini sangat kuat karena fisiknya akan berubah dan menyatu dengan bahan plastik. Bahkan semakin panas ia semakin keras. Terbukti plastik steel ini sanggup bertahan selama 2 tahun pada batok lampu Honda Spacy FI punya Mtb. Itupun pada saat meleleh yang kedua kalinya, yang meleleh itu reflektornya lagi, bukan lem plastik steelnya yang meleleh. So, plastik steelnya justru lebih kuat ketimbang reflektornya.

Biaya Penggantian dan Harga Reflektor Lampu Depan Honda Spacy

Om Bro. Pada saat itu Mtb cek harga bohlam lampu depan Spacy melalui AHASS, banderolnya ada pada kisaran Rp30-35 ribu.

Tapi Mtb lupa cek harga batok lampu Spacy.

Selanjutnya sih Mtb cek harga reflektor honda Spacy original melalui toko spare part umum (Cahaya Motor, Parungsari, Banjar Patroman), banderolnya Rp160 ribu. Tapi barangnya kosong, jadi Mtb pakai versi murahnya dari merk Tenshi seharga Rp80 ribu.

Reflektor lampu depan Honda Spacy
Reflektor lampu depan Honda Spacy (After-market)

Kemudian Mtb beli bohlam, fitting lampu dan saklar dim (saklar jauh dekat) melalui bengkel tetangga, seharga total Rp40 ribu. (Ketiga komponen itu juga ikut meleleh).

Tapi Mtb lupa tanya rincian harga per-komponennya. Yang jelas semua komponen yang Mtb gunakan adalah produk aftermarket, bukan HGP (Honda Genuine Part).

saklar lampu dim jauh dekat honda spacy fi
Saklar DIM Honda Spacy FI (Saklar Lampu Jauh-Dekat)

So, total uang yang Mtb keluarkan adalah Rp120 ribu dan lampu depan Sipanci menyala terang kembali.

Mtb menggunakan bohlam yang serupa dengan standar. Artinya, meskipun bukan ori, tapi bukan bohlam jenis halogen atau lainnya.

Juga dengan fitting dan saklar dim, semuanya Mtb pakai yang serupa dengan standar. Jadi PnP (Plug & Play) tanpa perlu ubahan apapun. Mtb pasang sendiri semua part-nya, lah wong gampang masangnya. (Mtb – Harga reflektor lampu depan Honda Spacy).

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *