Harga Motor Listrik di Indonesia: Segini yang Seharusnya…

Motorisblog.com – Om Bro…!! Harga motor listrik di Indonesia menjadi salah satu faktor utama., yang membuat masyarakat kurang tertarik untuk memilikinya. Betul Om… Banderol motor bertenaga strum masih terlalu mahal… Kondisi tersebut tentu membuat masyarakat merasa enggan untuk membelinya.

Yup… Isu perkara kesehatan lingkungan tengah santer diperbincangkan belakangan ini. Sementara itu, kendaraan bermotor dianggap menjadi salah satu kontributor besar dalam masalah pencemaran udara.

Namun disayangkan, isu pencemaran udara tidak akan membuat masyarakat beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil… alias kendaraan bermesin bakar.

Alasan ‘go green’ tidak akan mengalihkan pemikiran masyarakat… Masyarakat tidak akan meninggalkan kepraktisan mesin bakar dan beralih pada kendaraan listrik., jika tidak ada sesuatu hal yang menguntungkan disana.

Itu manusiawi Om… Untuk apa kita menjadi sekelompok kecil orang yang peduli terhadap lingkungan., sementara kebanyakan yang lain tidak peduli dengan kesehatan lingkungan.

Untuk apa kita beralih pada ribetnya kendaraan listrik., sementara mayoritas orang lebih memilih praktisnya mesin bakar…

…meskipun mencemari lingkungan.

Betul Om… Kendaraan listrik masih punya 2 kelemahan vital yang sama sekali sulit untuk diterima masyarakat… Yaitu waktu pengisian baterai yang memakan waktu berjam-jam., serta harga jualnya yang masih sangat mahal.

Lah iya Om… Kita disodori sesuatu hal baru yang mahal dan ribet., sementara disekitar kita berceceran hal serupa yang murah dan praktis.

Kita harus menerima teknologi baru yang mahal dan ribet., sementara disekitar kita bertebaran teknologi lama yang murah dan praktis.

Kita diharapkan mau membeli motor listrik yang mahal dan tidak praktis., sementara disekitar kita banyak sekali tersedia motor bermesin konvensional yang murah dan praktis…

Lah ya berat Om…

Harga Motor Listrik Gesits Indonesia Rp24,95 Juta,, Pesanan Sudah 1.500 Unit Lebih

Harga Sepeda Motor Listrik Indonesia yang Seharusnya

Pertama yang harus kita pahami adalah., bahwa mindset utama masyarakat dalam memiliki kendaraan adalah harga yang lebih murah., penggunaannya lebih praktis dan proses pembeliannya lebih mudah.

Jadi, hal pertama yang harus diutamakan adalah harga beli unitnya itu sendiri… karena harga yang murah akan mendorong masyarakat untuk membeli kendaraan listrik.

Faktanya saat ini harga motor listrik masih jauh lebih mahal dibanding motor bensin…

Sementara itu, proses pembelian motor bensin sangatlah mudah… yaitu dengan perantara perusahaan pembiayaan alias leasing.

Sedangkan kita tahu., sekarang ini para leasing bersaing ketat untuk menarik minat konsumen. Mereka berlomba-lomba menawarkan promo DP dan cicilang ringan…

Itu untuk motor bermesin bakar…

Sementara untuk motor listrik??

Ngga ada Om…

Iya wajar jika leasing tidak menawarkan kendaraan listrik., karena jumlah permintaannya pun masih sangat rendah.

Kemudian perkara motor listrik., saat ini harganya memang belum bisa murah. Karena belum ada pabrikan yang memproduksinya secara massal.

Jika sudah diproduksi secara massal, pasti harganya bisa lebih murah.

Namun untuk bisa mebawa motor listrik ke tahap produksi massal., jumlah permintaannya di pasaran harus lebih dulu ditingkatkan.

Lah iya Om… Buat apa pabrikan memproduksi banyak-banyak kalau tidak ada permintaan.

Siapa yang mau beli??

Sudah produksi banyak terus ngga ada yang beli, ya malah bangkrut itu pabriknya Om…

Tapi untuk dapat menciptakan banyak permintaan, harga unit-nya sendiri harus murah…

Nah…!! Pusing kan Om?? Muter jadinya…

Terus, bagaimana solusinya??

Bagi kita sebagai rakyat jelata., jelas kita tidak akan mampu untuk memberikan solusi yang tepat.

Satu-satunya pihak yang (seharusnya) mampu menangani polemik ini adalah pemerintah. Yaitu dengan memberikan berbagai insentif., memberikan berbagai kemudahan untuk kendaraan listrik., serta memperketat aturan kendaraan bermesin bakar.

Sekarang ketersediaan BBM bersubsidi kan sudah banyak dikurangi… Subsidi listrik sudah banyak dikurangi…

Apa salahnya sih jika subsidinya di alihkan pada kendaraan listrik??

Misalnya pemerintah memberikan subsidi hingga 50% dari harga kendaraan listrik. Yang harganya Rp24 jutaan menjadi Rp12 jutaan… Yang harganya Rp18 jutaan menjadi Rp9 jutaan. Yakin masyarakat akan sangat tertarik untuk membelinya.

Begitu seharusnya Om… Jadi bukan hanya pemberian insentif pada Biaya Balik Nama (BBN) dan hal-hal kecil lainnya saja. Karena insentif semacam itu tidak akan berpengaruh besar pada harga kendaraan.

Terus, apa ngga jebol kas negara??

Iya kan bukan untuk selamanya Om… Jika minat masyarakat sudah tinggi dan pabrikan sudah bisa produksi massal., nanti dicabut lagi subsidinya.

Jika tidak seperti itu, maka dominasi motor bensin tidak akan pernah luntur.

Jika tidak seperti itu, maka kendaraan listrik (mustahil) dapat berkembang dengan baik.

Betul Om… Dominasi mesin bensin sudah terlalu kuat… Dominasi mesin bensin di Indonesia sudah berjalan pulihan tahun lamanya. Maka tanpa penawaran yang “menggiurkan”., mustahil masyarakat akan tertarik untuk membeli motor listrik.

Motor bensin sudah puluhan tahun memegang pasar dunia persilatan roda dua… Mesin bensin sudah memberikan banyak kemudahan dan kepraktisan. Maka, masyarakat tidak akan beralih pada motor listrik., jika disana tidak ada hal yang menguntungkan secara cost. (Mtb).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *