Harga Mobil LCGC 2018 Sudah Mahal, Akankah Tetap Eksis?

Motorisblog.com – Harga mobil LCGC 2018. Om Bro…!! Jenis mobil rendah emisi alias Low Cost Green Car (LCGC) masih memiliki jumlah peminat yang tinggi, padahal harganya sudah semakin mahal. Sudah naik banyak dibanding pada saat awal rilisnya ditahun 2013 lalu. Saat itu, ada banyak mobil LCGC yang memasang banderol dengan nominal di bawah Rp100 juta. Sementara sekarang, mayoritas sidah di atas Rp100 juta, bahkan menyentuh angka Rp150 jutaan. Hanya ada beberapa saja yang masih bertahan di bawah angka Rp100 juta.

Disampaikan oleh Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiharto pada detikOto, bahwa sepanjang tahun 2017, distribusi LCGC dari pabrik ke dealer mencapai 234.554 unit. Masih tetap tinggi meskipun sedikit turun dibanding tahun 2016 yang mencapai 235.171 unit.

Penyebab mobil LCGC masih diminati

LCGC yang dalam ejaan Bahasa Indonesia disebut KBH2 (Kendaraan Bermotor Hemat Energi dan Harga Terjangkau) masih tetap laris disebabkan oleh setidaknya 4 alasan utama, yaitu,

1. Irit bahan bakar

Menurut informasi umum, mobil jenis LCGC rata-rata dapat menempuh jarak sejauh 25 km hanya dengan 1 liter bensin. Perkara ini tentu menjadi hal yang sangat dipertimbangkan, terutama bagi Om Bro yang tinggal diperkotaan, dimana kemacetan membuat angka konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.

2. Mobil kecil diminati oleh keluarga muda

Om Bro…!! Meskipun belakangan ini beberapa brand mengeluarkan produk LCGC dengan ukuran hingga 7 penumpang, misalnya saja Toyota Calya dan Daihatsu Sigra, namun secara umum, ukuran kecil masih mendominasi jumlah pilihan. Nah, ukuran mobil yang mungil disertai harga yang relatif terjangkau ini nyatanya banyak menarik minat Om Bro sekalian yang masih terbilang baru berumah tangga, dimana Om Bro belum merasa membutuhkan mobil dengan ukuran yang lebih besar.

3. Banyak pengendara motor yang ingin naik kelas

Seperti pula Mtb sendiri… Meski belum kesampaian memiliki mobil, tapi memang, sebagai orang yang sehari-hari mengendarai motor, angan-angan pertama untuk batu loncatan adalah mobil jenis LCGC. Secara sekarang Mtb sudah mulai merasa kesulitan membonceng istri dan 3 orang anak menggunakan sepeda motor.

Bagi Mtb, angan-angan memiliki mobil LCGC lebih menarik ketimbang membeli mobil bekas.

Namun, cerita di atas bisa jadi lain bagi Om Bro yang memiliki kemampuan finansial lebih sehingga bisa memilih untuk membeli mobil non-LCGC. Tapa secara umum, banyak pengendara motor yang naik kelasnya melalui LCGC sebagai batu loncatan.

4. Banyak orang memilih jenis LCGC saat pertama kali membeli mobil

Masih sama seperti poin nomer 3 di atas… Banyak orang yang baru pertama kali membeli mobil, menjatuhkan pilihannya pada LCGC. Dari situ nanti mereka akan mendapatkan pengalaman pertama dan mempelajari apakah dikemudian hari akan naik kelas ke jenis mobil yang lebih mahal atau akan tetap setia pada LCGC. Yang jelas, banyak orang memanfaatkan keberadaan mobil LCGC sebagai sarana untuk belajar.

Bukan hanya sekedar belajar nyetir, namun lebih luas pada belajar memelihara / merawat dan membandingkan kelebihan-kekurangan antara LCGC dengan golongan mobil lainnya.

Awal mula dan landasan keberadaan mobil jenis LCGC
Mobil KBH2 berawal ditahun 2013 sebagai tindak lanjut dari peraturan Kementerian Perindustrian akan Kendaraan Bermotor Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) alias Low Cost Green Car (LCGC). Peraturan tersebut tertuang dalam Permenperin No. 33/M-IND/PER/7/2013 yang di dalamnya juga mencakup perihal batasan harga maksimal bagi LCGC.

Saat itu, 2013, ketetapan harga maksimal LCGC sebelum pajak daerah, bea balik nama (BBN) dan pajak kendaraan bermotor (PKB) setinggi-tingginya adalah Rp95 juta.

Harga mobil LCGC 2018

1. Toyota Agya

harga mobil lcgc 2018

Saat ini, harga mobil KBH2 sudah naik jauh dari pada saat awal peluncurannya. Beberapa diantaranya bahkan sudah ada yang menembus angka Rp150juta, on the road Jakarta. Sebut saja Toyota Agya yang kini harganya telah hampir menyamai produk mobil MPV di luar program LCGC.

Toyota Agya saat ini telah memiliki banderol Rp133,4 juta untuk versi termurahnya dan Rp153,8 juta untuk varian tertinggi. Padahal pada saat awal debutnya ditahun 2013 Agya tipe paling mahal hanya Rp120,75 juta.

2. Toyota Calya

harga mobil lcgc 2018

Selain Agya, Toyota juga punya LCGC lain dengan kapasitas penumpang yang lebih banyak, yakni Calya. Toyota Calya versi termurah saat ini dibanderol Rp135,4 juta dengan varian tertinggi mencapai harga Rp152,95 juta.

Harga Calya tersebut jelas lebih mahal dari mobil MPV merk lain diluar program LCGC, yakni brand asal China, Wuling Confero S yang di situs resminya dibanderol mulai dari harga Rp134,8 juta. Iya sih brand China… punya image murah, tapi melihat kelasnya, mestinya golongan LCGC tidak lebih mahal dari golongan non-LCGC. Itu logikanya…

Toyota pertama kali meluncurkan Calya pada tahun 2016 dengan kisaran harga Rp129,65 juta – Rp 150 juta.

3. Daihatsu Sigra

harga mobil lcgc 2018

Kembaran Calya, yaitu Daihatsu Sigra pun mengalami kenaikan harga meski tidak signifikan.

Sigra lahir pada tahun 2016 dengan banderol Rp106,6 juta – Rp 148,9 juta. Dan sekarang, setelah dua tahun kelahirannya, harga Sigra berada diangka Rp109,9 juta – Rp150,65 juta.

4. Honda Brio Satya

harga mobil lcgc 2018

Honda Brio Satya terlahir ditahun yang sama dengan Toyota Agya, yaitu tahun 2013.

Brio Satya terlahir dengan harga versi terendah Rp106 juta dan kini sudah berada di angka Rp132,5 juta.

5. Datsun

harga mobil lcgc 2018

Datsun Go punya harga awal Rp96 juta, sekarang sudah menjadi Rp102,99 juta. Sedangkan Datsun Go+, diawal kelahirannya ditahun 2014 punya banderol Rp85 juta. Sekarang, Datsun Go+ telah seharga Rp112,38 juta.

6. Suzuki Karimun Wagon R

harga mobil lcgc 2018

Mobil ini yang menurut pengamatan Mtb, paling murah saat itu. Bayangkan saja, Om Bro… Ditahun kelahirannya, 2013, harga terendah Karimun Wagon R adalah Rp77 jutaan. Harga ini jelas luar biasa murahnya untuk brand Jepang seperti Suzuki. Tapi itu harga untuk versi terendah yang hampir tidak memiliki fitur apa-apa. Sementara untuk harga tertingginya adalah Rp99 jutaan.

Bagaimana sekarang…?

Sekarang… harga versi termurah Karimun Wagon R bahkan lebih mahal dari versi tertinggi ditahun 2013. Sekarang, versi terendah Karimun Wagon R telah mencapai Rp107,5 juta.

7. Daihatsu Ayla

harga mobil lcgc 2018

Nah, kalau untuk yang satu ini, Daihatsu masih mempertahankan banderol Ayla tetap di bawah Rp100 juta, yakni Rp94,05 juta untuk varian termurahnya.

Kebijakan kenaikan harga mobil LCGC

Om Bro…!! Setelah semua bahasan di atas, pada dasarnya, meski kategorinya mobil murah, bukan berarti LCGC tidak boleh mengalami kenaikan harga. Adanya kenaikan Bea balik Nama (BBN) dan juga kenaikan pajak tentu “memaksa” mobil LCGC untuk melakukan penyesuaian terhadap harga jualnya. Dan hal itu sudah diatur dalam Permenperin No. 33/M-IND/PER/7/2013, dimana LCGC boleh menaikkan harga jualnya setiap tahun dengan acuan indikator ekonomi, yakni besaran inflasi, nilai tukar rupiah dan/atau harga bahan baku.

Selain itu, LCGC bertransmisi otomatis dan berfitur pengaman penumpang juga boleh lebih mahal dengan ketetapan maksimal 15% untuk transmisi otomatis dan maksimal 10% untuk LCGC dengan fitur pengamanan penumpang. Namun begitu, kebijakan harga maksimal pun tidak serta merta diambil oleh produsen. Banderol lebih murah tetap bisa diterapkan oleh produsen jika kenaikan harga disinyalir dapat menurunkan daya saing.

Kebijakan kenaikan harga LCGC pun ditetapkan untuk tidak terlalu jauh dari perubahan ekonomi. Contohnya, umpama inflasi tahun lalu mencapai 5%-6% maka LCGC boleh naik harga dikisaran 4%-5%. (Mtb – Harga mobil LCGC 2018).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: