Grab Gagu Order dan Solusi Akun Grab Gagu (Massal)

Motorisblog.com – Grab gagu order dan solusi akun Grab gagu. Om Bro…!! Entah skalanya nasional atau hanya diwilayah tertentu saja, kadang ada moment dimana Grab menggagukan akun driver secara massal. Bagi Mtb dan sebagian rekan driver, kejadian seperti ini bukanlah masalah sepele mengingat Mtb dan beberapa orang menjadikan kemitraan dengan Grab sebagai sumber pendapatan utama.

Om Bro… Pada saat artikel ini ditulis, di wilayah operasional Mtb pun tengah mengalami gagu masal. Tidak tanggung-tanggung, sudah 11 hari lamanya kondisi seperti ini. Dan kondisi ini tentunya bukanlah masalah kecil semisal server down atau pun yang sejenisnya. Pasalnya, sebelum ini pun server Grab, khususnya wilayah Jawa Barat, pernah down. Tapi saat itu masalah hanya berlangsung selama hitungan jam. Tidak sampai belasan hari seperti yang tengah terjadi sekarang ini.

Berbagai spekulasi muncul dari lapangan… Tapi sayang, banyak spekulasi yang tidak masuk ke dalam nalar Mtb. Bahkan ketika salah seorang pengurus komunitas Grab driver tempat Mtb bergabung menanyakannya pada staff Grab setempat, pun tidak ada jawaban yang masuk di nalar.

grab gagu order

PENYEBAB GRAB GAGU ORDER

Om Bro…!! Setelah mengumpulkan berbagai opini dari lapangan dan Mtb melakuan tapa brata semalaman di gunung kembar (wkwkwk…!!), Mtb mendapatkan setidaknya dua kesimpulan (yang menurut Mtb) paling bisa diterima nalar. Pertama adalah masalah integrasi antara Grab dan Uber yang belum tuntas, dan yang kedua adalah kemungkinan adanya pemutihan (seleksi) driver demi mengurangi potensi kecurangan oleh oknum-oknum driver.

Hokeh, kita menuju TKP dan langsung bahas poin yang pertama,

GRAB GAGU ORDER KARENA MASALAH INTEGRASI GRAB – UBER

Sempat muncul satu pandangan dari rekan driver yang menyebutkan bahwa tidak mungkin Grab akan menggunakan sistem Uber. Alasannya adalah karena kondisi Uber yang di caplok oleh Grab, dan bukan Grab yang di caplok oleh Uber.

Kira-kira bisa di pahami ya, Om Bro?

Pandangan tersebut mengatakan bahwa jumlah saham Grab lebih banyak dibanding Uber, maka secara logika, sistem Grab-lah yang akan di pertahankan. Tapi…

…benarkah seperti itu? Munurut Mtb tidak benar. Iya memang saham Grab lebih banyak, tapi jika (misalnya) petinggi Grabnya sendiri yang justru menghendaki penggunaan sistem Uber didalam Grab, maka tidak ada yang tidak mungkin.

Kemudian… Jika memang hal itu benar, adalah bukan hal mudah dalam menggabungkan dua sistem ke dalam satu server. Maka sangat masuk akal jika akhirnya terjadi crash didalam aplikasi sehingga membutuhkan waktu hingga belasan hari (bahkan bisa lebih) dalam proses perbaikannya.

Mtb berani mengambil kesimpulan seperti itu karena terbukti pada update aplikasi driver terbaru terdapat banyak bug (versi 5.37.0 – 5.38.1). Salah duanya adalah masalah titik biru driver yang tidak muncul dan masalah aplikasi terkunci tanpa ada notifikasi order sebelumnya.

Selain itu, Mtb juga mengamati bahwa aplikasi Grab driver di Play Store pernah di down-grade dua kali, yaitu dari 5.36.0 ke versi 5.35.0 dan versi 5.38.0 ke 5.37.1. Itu artinya update pada versi-versi tersebut memang terdapat banyak bug sehingga pihak aplikator harus melakukan down-grade sambil memperbaiki versi terbaru yang dimaksud.

Lanjut, bukti kedua adalah adanya beberapa curhatan konsumen pada Mtb dan beberapa rekan driver bahwa konsumen dalam masa tersebut pun beberapa kali mengalami kesulitan pada saat hendak melakukan pesanan. Muncul keterangan “pengemudi kami sedang sibuk”, padahal boro-boro sibuk… Lah pada ngelamun nunggu order ko di bilang sibuk?

Beberapa kawan Mtb sampai terpaksa mengantarkan penumpang secara offline (tanpa aplikasi) karena si penumpang tidak dapat melakukan pemesanan.

Maka jelas hal itu adalah kesalahan sistem. Logikanya, tidak mungkin Grab akan dengan sengaja mempersulit konsumen untuk melakukan pemesanan.

GRAB GAGU ORDER KARENA SEDANG DI ADAKAN SELEKSI DRIVER

Poin ini yang paling berbahaya menurut Mtb…

Isu mengenai adanya seleksi driver, sejatinya sudah lama berdengung di lapangan. Tapi, mengenai teknis seleksi itu sendiri, Mtb tidak mendengar satupun opini yang dapat masuk ke dalam nalar Mtb. Sampai akhirnya Mtb menarik kesimpulan berikut ini,

GRAB MENGIDENTIFIKASI PERILAKU DRIVER MELALUI PERILAKU KONSUMEN

Nah… sepertinya rancu ya, Om Bro. Tapi tidak rancu kalau Om Bro dapat memahaminya.

Om Bro…!! Jauh-jauh hari sebelum artikel ini dibuat, Mtb sudah pernah menuliskan artikel mengenai “cara Grab mendeteksi driver curang dari pola pemesanan konsumen”. Om Bro bisa mencarinya melalui kotak pencarian di blog Mtb.

Singkatnya begini…

Secara nalar, seorang konsumen hanya akan melakukan pemesanan Grab pada saat berangkat kerja (atau sekolah),l dan saat pulang kerja. Selebihnya dia hanya akan memesan Grab saat akan jalan-jalan (misalnya ke mall) dan saat akan kembali pulang dari mall.

Atau bisa juga, pagi pesan dari rumah ke tempat kerja, sore dari tempat kerja ke mall, malamnya dari mall ke rumah.

Artinya, jumlah wajar dari pesanan adalah hanya 2-4 kali sehari. Dan jika pun ada saat si konsumen punya banyak urusan sehingga harus memesan Grab sampai berkali-kali, maka kejadian itu tidak akan terjadi setiap hari.

Artinya, jika ada konsumen yang super sibuk (misalnya karena dia pekerja lapangan), sehingga harus memesan Grab hingga berulang-ulang setiap hari, maka server Grab akan menganggapnya sebagai perilaku tidak wajar. Dan jika Grab telah memiliki anggapan seperti itu, maka Grab akan mencurigai si konsumen dan menganggap konsumen tersebut melakukan order fiktif.

Om Bro… Jika Grab telah menganggap konsumen diatas sebagai pelaku order fiktif, maka tentu Grab akan memantau pergerakan konsumen tersebut dan mengidentifikasi driver penerima pesanan sebagai pelaku order fiktif.

Pada tahap selanjutnya, Grab membuat suatu program perintah tertentu untuk membatasi atau bahkan menggagukan para driver penerima order.

Nah… Jika di suatu wilayah ada banyak konsumen yang memikiki perilaku seperti itu, maka hampir dapat dipastikan di wilayah tersebut akan mengalami gagu massal.

Lalu bagaimana dengan driver baru?

Driver baru kan belum punya histori pesanan dari konsumen yang di pantau, maka sudah tentu aplikasinya akan gacor. Tapi setelah 2-3 hari kemudian, driver baru tersebut pun akan mengalami kegaguan yang sama setelah mendapat pekerjaan dari konsumen yang sedang dalam pantauan.

Lalu…. Adakah solusi akun Grab gagu?

Bagi Mtb sendiri, dalam hal ini (hampir) tidak ada solusi sama sekali. Masalahnya, kita sebagai driver tidak mungkin membatasi jumlah pesanan konsumen demi supaya para driver tidak gagu. Tentu tidak akan pantas kalu kita berkata pada konsumen sibuk, misalnya, “Ibu order Grabnya sehari dua kali saja Bu…”. Laaaahh… itu kan lucu. Jika memang mobilitas dia tinggi dan karenanya harus menggunakan jasa Grab hingga 6 kali atau 8 kali sehari, masa iya harus kita tolak? Lah, kabur itu konsumen ke Gojek atau pun armada lain?

Masalahnya, untuk apa Grab mengadakan program reward silver, gold dan platinum kalau pada akhirnya jumlah pesanan konsumen justru menjadi indikasi untuk mencurigai driver?

Jawabannya kembali pada prinsip ekonomi. Om Bro jangan lupa bahwa Grab adalah sebuah perusahaan. Dan yang namanya perusahaan tentu memiliki tujuan untuk meraih keuntungan sebanyak-banyaknya. Bisnis, Om Bro… Bisnis.

Bisnis itu kejam… Tidak peduli mitranya kepanasan, kehausan dan kelaparan karena akunnya di gagukan secara massal hingga belasan hari. Kejam, Om Bro…

So… dimana letak kesejahteraan yang di gembor-gemborkan oleh Grab?

Entahlah… Om Bro cari saja sendiri, barangkali terselip di kolong meja atau di balik pintu? Hahaha…!!

Terus… Bagaimana kira-kira akhir cerita Grab gagu order? Kapan dan bagaimana kondisi ini akan membaik?

Hingga saat ini Mtb masih berpandangan bahwa kondisi hanya akan berubah nanti setelah terjadinya suspend massal. Nanti ketika ada banyak driver yang share screen shot dengan isi, “akun anda dibekukan”.

Tapi… Mtb tetap berusaha optimis. Mtb dan kawan-kawan driver berharap bahwa segala kondisi ini hanyalah murni masalah teknis yang akan membaik tanpa harus ada suspend massal. (Mtb – Grab gagu order).

2 tanggapan untuk “Grab Gagu Order dan Solusi Akun Grab Gagu (Massal)

  • 16 Oktober 2018 pada 17:46
    Permalink

    Om mau nanya klau akun kita gagu. Akun kita jdi gak bisa ditembak ya?

    Balas
    • 1 Desember 2018 pada 11:28
      Permalink

      Nyimak… Kasus sama… 4 hari gagu

      Balas

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: