Grab Gacor Murni, Tips Gacor di Kota Kecil Tanpa Kecurangan

Motorisblog.com – Grab gacor murni sebenarnya bukan perkara sulit, tapi memang perlu kesabaran dan ketekunan tingkat tinggi. Apa lagi untuk Om Bro / Sista yang masih baru berprofesi sebagai driver grab. Tentu banyak hal yang harus dipelajari. Harus beradaptasi dulu dengan lapangan.

Pada saat baru aktif tanggal 2 Desember 2017 lalu, Mtb pun belum tahu apa-apa. Bahkan sampai sekarang pun belum banyak yang Mtb kuasai. Namun begitu, Mtb merasa perlu membagikan apa yang sudah Mtb tahu pada Om Bro / Sista driver Grab sekalian.

Sebenarnya, tips Grab gacor murni dapat juga diterapkan pada platform lain seperti Gojek atau pun Uber. Namun lagi-lagi, karena kebetulan Mtb bergabungnya dibawah bendera Grab, maka nama Grab-lah yang banyak Mtb sebut.

Tips Grab gacor murni yang tidak dapat diterapkan di kota kecil

Ketika Om Bro / Sista baru bergabung dengan Grab, Gojek atau pun Uber, maka pasti Om Bro / Sista akan mencari tahu tips-tips gacor di dunianya Mba Maya. Wajar… Dulu Mtb pun seperti itu.

Ada banyak tips yang bisa Om Bro dapat dari pencarian Google. Mulai dari cara-cara murni hingga cara-cara curang. Namun tahukan Om Bro sekalian, bahwa ternyata tips Grab gacor murni yang banyak bertebaran sama sekali tidak tepat ketika diterapkan di kota-kota kecil. Apa lagi jika kota kecil tersebut termasuk area baru Grab.

Umumnya, tips-tips gacor ojek online hanya menyarankan lokasi-lokasi berikut,

– Pagi di sekitar perumahan,
– Siang di sekitar perkantoran dan sekolahan,
– Sore hingga malam di pusat-pusat perbelanjaan.

Tapi… kalau dikota kecil seperti Banjar Patroman, cara itu not work. Soale disini masyarakatnya belum pada tahu dengan keberadaan Grab. Apalagi memang para drivernya belum diwajibkan menggunakan atribut Grab. Jadi masih jauh lebih banyak yang belum tahu ketimbang yang sudah tahu.

Lantas bagaimana cara Grab gacor murni yang benar?

Seperti yang Mtb sebutkan diatas, semuanya butuh proses. Butuh keuletan dan kesabaran. Tapi, jika Om Bro menjalankan cara-cara ini selama 1-2 bulan, Insya Alloh hasilnya akan lumayan.

Hokeh… kita langsung ke TKP

– Hindari ngebid dengan cara berkumpul

Ini langkah yang pertama. Hindari mangkal, apalagi mangkal berkumpul dengan banyak rekan driver yang lain.

Logikanya, jika Om Bro ngumpul bersama rekan sesama driver Grab, maka potensi order masuk akan lebih sedikit. Apalagi kalau spesifikasi ponsel Om Bro kalah dari rekan yang lain. Ya sudah…

Maka dari itu, sebisa mungkin merenggangkan jarak dari sesama driver Grab.

Jika alasannya silaturahmi dengan sesama driver, ya tetap datang ke lokasi berkumpul untuk sejenak. Seperlunya saja. Setelah itu segeralah menjauh. Cari tempat lain.

Carilah tempat yang agak jauh dari teman, tapi yang lokasinya baik untuk koneksi internet.

– Aktif melipir selama satu atau dua bulan

Sekilas melipir seperti itu merugikan. Boros bensin… sedangkan tarif penumpang terlalu murah. Tapi ingat, ini tahap awal. Nantinya, Om Bro / Sista tidak perlu lagi sering-sering melipir setelah tahu lokasi-lokasi yang gacor.

Aktif melipir disini pun bukan berarti harus muter-muter terus. Ya, misalnya setiap 1 jam sekali bergeser agak jauh jika belum mendapatkan penumpang.

– Jangan bergeser terlalu jauh dari titik antar penumpang

Misalnya, order pertama Om Bro adalah dari terminal bus ke SMAN 1 (nama lokasi contoh). Maka setelah menurunkan penumpang di SMAN 1, Om Bro jangan kembali ke terminal. Carilah tempat yang sekiranya agak pantas untuk mangkal disekitar SMAN 1 tersebut. Mungkin ada taman kecil atau semacam tempat teduh disekitar situ.

Jika sekira sudah hampir 1 jam disitu tapi Om Bro belum mendapatkan order, maka bergeser lagi ke tempat lain. Tapi pun jangan terlalu jauh juga karena Om Bro belum punya target pasti. Tetap pertimbangkan penggunaan bahan bakar agar tidak terlalu boros.

Om Bro bisa bergeser, misalnya mendekati Stasium KA, atau lokasi-lokasi ramai lainnya. Teruslah lakukan pergeseran seperti itu setiap kali Om Bro menyelesaikan pekerjaan mengantar penumpang. Terus lakukan sampai setidaknya 1 bulan (jika Om Bro driver full time) atau 2 bulan (jika Om Bro driver part time).

– Pantau riwayat pekerjaan dan pilih lokasi ngebid dengan bijak

Setelah 1-2 bulan cara itu Om Bro jalani, maka sekarang buka riwayat pekerjaan di aplikasi driver. Ingat dan catatlah penumpang tetap, misalnya orang yang berangkat-pulang kerja atau anak sekolah. Catat jam rata-rata ordernya.

grab gacor murni

Untuk kota kecil yang merupakan area baru Grab, pasti jumlah konsumennya juga belum banyak. Om Bro tidak akan kesulitan mengingatnya.

* Pilih lokasi penumpang langganan namun hindari langganan penumpang

Setelah Om Bro punya data diatas, Om Bro jadi tahu, kapan dan dimana akan ada penumpang. Om Bro tinggal merapat ke lokasi langganan pada jam-jam biasa si pelanggan tersebut taking order.

Namun perlu di ingat bahwa kode etik Grab melarang drivernya untuk memiliki penumpang langganan. Jadi, jika hari ini Om Bro sudah mengantar si Ibu A di jam 08:00 pagi, maka pada jam tersebut esok harinya berpindahlah ke titik potensi lain yang terdapat penumpang di jam tersebut.

Selain itu, jika kebetulan di jam tersebut Om Bro tidak mendapatkan penumpang yang di targetkan, maka lakukan pergeseran lokasi seperti cara tadi di atas.

Penutup

Mtb bukanlah seorang master di dunia ojek online. Mtb hanyalah seorang newbie yang belum genap 3 bulan menjalani pekerjaan sebagai driver Grab Bike. Namun begitu, Mtb relatif berhasil mendapatkan jumlah penumpang ideal setiap harinya dengan cara-cara tersebut diatas. Cara yang murni tanpa harus berbuat curang.

Pesan Mtb, jangan tergiur untuk melakukan kecurangan demi meraih insentif. Yakinlah bahwa cara-cara curang hanya bersifat sementara. Ingat pula istri dan anak-anak dirumah. Berusahalah untuk selalu menafkahi mereka dengan uang yang halalan toyyiban. (Mtb – Grab gacor murni).

22 tanggapan untuk “Grab Gacor Murni, Tips Gacor di Kota Kecil Tanpa Kecurangan

  • 22 April 2018 pada 13:59
    Permalink

    Hatur nuhun sharing tips na kang. (grabbike newbie ti Tasik)

    Balas
    • 24 April 2018 pada 02:46
      Permalink

      Sami-sami, Om Bro… Pami nuju kaleresan ngalangkung ka palihan Banjar mah mangga merapat. Aya grup PGB di Banjar.

      Persaudaraan Grab Banjar.

      Bilih panasaran mangga di aos, aya artikelna dina blog ieu.

      Balas
    • 12 Juni 2018 pada 17:08
      Permalink

      Sami-sami, kang.

      Balas
    • 16 Juni 2018 pada 14:00
      Permalink

      Sami-sami, Kang. Salam satu aspal.

      Balas
  • 9 Juli 2018 pada 00:01
    Permalink

    salam graber saya driver cab garut..salam satu aspal grab sagar

    Balas
    • 9 Juli 2018 pada 02:35
      Permalink

      Salam satu aspal juga dari komunitas PGB (Persaudaraan Grab Kota Banjar).

      Balas
  • 9 Juli 2018 pada 00:04
    Permalink

    kang punten abdi graber daerah garut ngiring lebet grup grab supados aya info sareng memper erat peraaudaraan antar sesama driver ie kang no hp abdi 085322461789

    Balas
    • 9 Juli 2018 pada 02:36
      Permalink

      Siap. Ngke di dugikeun ka ketua komunitas Banjar. Manawi di Garut panginten aya komunitasna oge, Kang?

      Balas
    • 25 Agustus 2018 pada 05:16
      Permalink

      Makasih, Om Bro… Salam dari Ciamis.

      Balas
  • 29 Agustus 2018 pada 22:07
    Permalink

    Hade pisan masukan na.. Sip nuhun kang

    Balas
    • 29 Agustus 2018 pada 23:04
      Permalink

      Sami-sami, Kang…

      Balas
  • 9 September 2018 pada 10:35
    Permalink

    Alus pokona mah sharingna salam ti grab bike darma Kuningan salam satu aspal

    Balas
    • 9 September 2018 pada 11:15
      Permalink

      Salam satu aspal oge, Kang Bro…

      Balas
  • 17 September 2018 pada 17:50
    Permalink

    Bintang 481 apa bisa gacor???
    mohon solusinya

    Balas
    • 17 September 2018 pada 19:53
      Permalink

      Secara teknis bisa banget. Karena, berdasarkan keterangan resmi dari situs Grab, rating bintang dikategorikan normal pada angka 4.80 atau lebuh dan dikategorikan bagus jika mencapai 4.90 atau lebih.

      Saya juga pernah punya rating di bawah 4.90 dan order masuk seperti biasa. Normal.

      Selama saya jadi Driver Grab hingga saat ini, hal yang paling terasa bikin anyep adalah ketika akun kita “dianggap” melanggar kode etik oleh Sistem Grab.

      Balas
  • 17 Oktober 2018 pada 16:32
    Permalink

    Abdi nembe bade ngawitan.. nuhun Infona, Om.. šŸ‘šŸ˜Š
    Salam ti Bogor, om..

    Balas
    • 17 Oktober 2018 pada 16:34
      Permalink

      Siap!! Mangga sing gacorr… Salam ti Banjar Patroman…

      Balas
    • 4 November 2018 pada 11:35
      Permalink

      Salam satu aspal juga, Om Bro…

      Balas

Tinggalkan Balasan ke Sodik Hanifan Batalkan balasan

%d blogger menyukai ini: