Gonta Ganti Oli Motor Boleh Saja: Tapi Ada Aturannya

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro! Ada satu pandangan yang menganggap bahwa memakai banyak merk oli dapat menyebabkan mesin jadi cepat rusak. Namun ada pula sebagian orang yang beranggapan bahwa hal itu tidak apa-apa alias tidak mengakibatkan kerusakan mesin. So, begini seharusnya jika Om Bro suka gonta ganti oli motor.

Advertisement

Menurut media viva.co.id dari Agung Prabowo, Technical Specialist PT Pertamina Lubricant, kedua pandangan tersebut bisa benar dan bisa juga salah.

Resiko Gonta ganti Oli Motor

Pendapat 1

Pandangan pertama bisa jadi benar. Mesin dapat menjadi cepat rusak jika pada saat mengganti merk oli, oli lama tidak benar-benar bersih dari dalam mesin. Pasalnya, setiap merk oli punya formula dan senyawa yang berbeda.

Nah. Percampuran antara senyawa itulah yang nantinya akan menimbulkan endapan dan berdampak buruk pada mesin.

Oli Pertamina Enduro Matic

Hal itu terjadi karena percampuran antara senyawa yang berbeda tidak akan menyatu sehingga satu senyawa akan menjadi endapan bagi senyawa lainnya.

Pendapat 2

Sebaliknya. Pandangan kedua bisa menjadi benar jika oli lama benar-benar terkuras bersih dari dalam mesin. Caranya yakni dengan teknik flushing.

Cara Flushing

Perkara teknik flushing itu sendiri hingga saat ini belum Mtb temukan nominal pastinya. Karena pada saat Mtb melakukan pencarian dari berbagai sumber, Mtb mendapati ada 3 teknik flushing menurut 3 pandangan berbeda

Flushing dengan Kick Starter

Pertama, ada yang mengatakan bahwa teknik flushing cukup dengan menjalankan beberapa kali kick starter pada saat menguras oli. Teknik ini juga merupakan cara standar yang menjadi anjuran dalam buku pedoman pemilik motor Honda: Astrea Star, Honda Fit X dan Honda Spacy yang ketiganya sudah pernah Mtb baca.

Flushing dengan Angin Kompresor
Advertisement

Yang kedua, anggapan bahwa flushing adalah dengan tiupan dari angin kompresor.

Kebanyakan bengkel menggunakan angin kompresor untuk flushing alias membersihkan sisa-sisa oli bikas dalam ruang mesin.

Namun ada anggapan lain yang menyebutkan bahwa cara ini justru tidak baik. Alasannya karena angin kompresor mengandung uap air yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan karat dalam rongga mesin.

Flushing dengan Membilas Oli

Yang ketiga, ini yang paling mendekati benar menurut pandangan Mtb. Yakni dengan cara membilas mesin menggunakan merk oli yang baru untung menguras sisa oli lama.

Jadi sesuai dengan arti katanya, “flushing = membilas”.

Menurut salah satu sumber yang Mtb baca, anjuran terbaiknya adalah dengan melakukan pembilasan sebanyak 3 kali.

Teknisnya:

  1. Kuras oli lama
  2. Masukkan oli merk baru
  3. Jalankan motor selama 30 menit
  4. Kuras kembali oli
  5. Bilas kembali dengan oli baru
  6. Jalankan kembali mesin
  7. Kuras kembali oli
  8. Bilas kembali dengan oli baru
  9. Jalankan kembali mesin

Jadi total kuras-bilas sebanyak 3 kali.

Tapi meskipun secara pendekatan kata, cara yang ke 3 ini yang paling benar, namun Mtb sendiri malah paling tidak setuju. Karena boros banget. Wkwkwkkwkw.

Lah iya Om. Habis 3 botol itu oli hanya untuk flushing saja kan?

Kalau Mtb lebih prefer cara pertama, yakni dengan kick starter. Mtb menggunakan cara pertama karena cara tersebut justru yang menjadi anjurkan pabrikan sebesar Honda.

Tapi semua kembali pada Om Bro masing-masing. Silahkan Om Bro pilih cara mana yang menurut Om Bro paling baik. (Mtb).

Advertisement

1 komentar untuk “Gonta Ganti Oli Motor Boleh Saja: Tapi Ada Aturannya”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *