yamaha new vega r 110

Fit X vs Vega R: 24 Poin Komparasi Tuntas Bebek Low End

Advertisement

Motorisblog.com – Fit X vs Vega R – Om Bro…!! Sebelum era motor matic merajai jalanan di Indonesia, Supra series adalah varian motor terlaris. Termasuk di antaranya adalah Fit X yang ceritanya harus berhadapan dengan Yamaha New Vega R 110.

Advertisement

Kebetulan Mtb pernah memiliki kedua motor ini dengan tahun produksi yang sama, yaitu 2008. Hanya saja bedanya, Honda Fit X Mtb beli baru dan Mtb tunggangi dari Januari 2009 hingga Februari 2011… sementara itu Mtb pinang Vega R 110 dengan status janda (second) pada bulan Februari 2011 dan Mtb ceraikan dia pada bulan November 2013.

Dari rentang waktunya, Mtb lebih lama bersama Neng Vega ketimbang Neng Pipit.

Review Fit X vs Vega R pada Touring 300-an km

Ketika itu Mtb masih merantau di Jakarta, Tangerang dan sekitarnya…

Bersama Pipit, Mtb pernah 4 kali mudik dari Jakarta ke Lakbok, Ciamis, Jawa Barat (kampung halaman Mtb). Yaitu pada bulan Maret 2009, Juni 2009, mudik lebaran 2009 dan mudik lebaran 2010.

Sementara dengan Neng Vega pun Mtb 4 kali mudik. Yaitu pada bulan Maret 2011, mudik lebaran 2011, 2012 dan 2013.

Dengan kedua motor tersebut, Mtb pernah mencoba jalur Cikampek – Purwakarta, jalur Puncak – Bogor dan jalur Subang – Majalengka.

Namun patokan komparasi Mtb lakukan pada jalur Cikampek.

17 Panduan Rute Mudik Motor Jakarta / Tangerang – Ciamis

1. Akselerasi

Membandingkan kedua motor ini, sudah jelas akselerasi lebih unggul Vega R, mengingat kapasitas silindernya pun lebih besar.

Tapi tidak hanya itu. Bahkan di banding Honda Supra X 125 tahun produksi 2010 pun, akselerasi Vega lebih mantap. Tarikannya ngisi di setiap gigi percepatan. Tidak seperti Supra X yang tarikannya terasa berat pada gigi 4.

Review yang menjadi patokan artikel ini adalah saat Mtb mudik berboncengan.

Dengan Honda Fit X, saat itu berat badan Mtb dan adik Mtb masing-masing adalah 50 kg (saat Mtb masih kurus banget), ditambah beban barang bawaan (Mtb perkirakan) seberat 30 kg. Jadi totalnya adalah 130 kg.

Sementara dengan Vega, Mtb membonceng istri (saat itu masih pacar) dengan berat badan 48 kg dan beberapa tas perbekalan.

Berat badan Mtb saat itu adalah 64 kg (sudah rada gemukan). Jika di hitung dengan muatan, Mtb perkirakan totalnya adalah 140 kg.

Akselerasi Fit X terasa sangat berbeda pada saat berkendara sendirian dibanding berboncengan. Lain cerita dengan Vega yang perbedaan akselerasinya hanya sedikit (tetap gesit) walaupun membawa beban yang lebih berat 10 kg dibanding Pipit (secara feeling).

Padahal usia motor sangatlah jauh berbeda.

Maksudnya begini…

Tolak ukurnya, Mtb membandingkan Fit X pada saat mudik di tahun 2009 vs Vega pada tahun 2011. Jadi selisih usianya adalah 2 tahun, karena kedua motor tersebut sama-sama lansiran tahun 2008.

2. Top speed

Dengan kondisi dan beban seperti di atas, kedua motor tersebut hanya mentok sampai 90 km / jam di jalanan datar dan lurus.

Angka itu adalah versi speedometer, jadi tidak jelas juga soal akurasinya.

Namun jika akurasi speedometernya sama, maka berarti top speed (power di putaran atas) Honda Fit X terbilang cukup bagus. Takarannya karena dia mampu mengimbangi New Vega R yang punya kapasitas silinder lebih besar 13cc.

3. Konsumsi bahan bakar

Perjalanan Mtb menggunakan Fit X melalui jalur Purwakarta adalah di hari biasa, sementara bersama Vega pada musim mudik lebaran.

Namun perjalanan mudik Mtb dengan Vega di malam hari relatif lancar. Hanya sedikit sekali menemukan kemacetan (lagi beruntung).

Untuk jarak sekira 350 km, Fit X menghabiskan premium sebanyak 6 liter. Artinya, konsumsi si Pipit adalah 58 km / liter. Sedangkan Vega meminum premium sebanyak 7 liter atau 50 km / liter.

4. Power di tanjakan

Sesuai dengan akselerasinya yang lebih cepat, maka power di tanjakan pun Vega R lebih unggul.

Dengan Fit X dan berboncengan, Mtb pernah hampir mundur di tanjakan Gentong, Jawa Barat gara-gara terhalang truk dan kurang ancang-ancang. Sampai akhirnya Mtb berhasil mengendalikan si Pipit dengan menurunkan gear pada posisi 1.

Saat itu Mtb berboncengan sama adik Mtb dengan total beban motor sekira 130 kg.

Sementara dengan Vega R, Mtb tidak pernah mengalami hal itu pada setiap perjalanan mudik.

Bahkan saat berat badan Mtb sudah bertambah pun Neng Vega tetap dapat melibas jalur Puncak Bogor dengan relatif mulus (di lain waktu).

yamaha new vega r 110

5. Waktu tempuh

Urusan waktu tempuh, Fit X hanya mampu mencatat waktu tercepat 11 jam (plus istirahat dan lain-lain)… Sementara Vega mampu mempersingkat waktu menjadi 10 jam (dengan riding style dan waktu istirahat serta hal lain yang relatif sama).

Waktu tempuh itu Mtb dapatkan dengan kecepatan yang standar banget. Maksimum 80 km / jam (versi speedometer), kecuali pada saat test top speed hingga 90 km / jam.

6. Posisi berkendara (kenyamanan)

Terakhir perkara riding position… harus Mtb akui kalau Honda Fit X lebih nyaman untuk perjalanan jauh. Posisi stang lebih tinggi dan lebar serta sistem peredaman getar pada stang yang Mtb rasa sebagai perbedaannya dari Neng Vega.

Yup… New Vega R punya stang lebih rendah dan pendek serta tidak dilengkapi dengan peredam getar.

Perbandingan Design

Fit X adalah proyek lanjutan dari Supra Fit, New Supra Fit, Supra Fit R dan Fit S.

Fit X pertama kali di perkenalkan oleh Honda pada bulan Agustus 2007 di Restoran Cilanto, Wisma 46 BNI City, Jakarta.

Fit X adalah kasta low end di bawah Honda Supra X 125.

Sementara New Vega R adalah proyek lanjutan dari Yamaha Crypton, Vega 100 cc, Vega R 100 cc dan Vega R 110. Dia juga sama seperti Fit X, yaitu kasta low end di bawah Jupiter 110.

7. Panel meter

Secara desain, Honda Fit X termasuk lumayan jika dibanding dengan motor Honda di era 90-an. Dia memiliki kelebihan di beberapa bagian, seperti misale kaca panel meter yang menggunakan model cembung.

Penggunaan mika model cembung ini berfungsi untuk memberikan pandangan kontrol yang lebih maksimal bagi pengendara.

Sementara itu Vega R menggunakan mika model datar biasa.

8. Kelengkapan indikator gear

Selanjutnya, perkara indikator gigi, Fit X tidak lagi menggunakan cara Supra Fit lama yang hanya menampilkan indikator netral dan top speed saja. Kali ini Honda membuat indikator gigi lengkap dari mulai netral, 1, 2, 3 dan 4.

Begitu pun dengan Vega R yang menggunakan indikator dengan kelengkapan setara.

9. Lampu

Meskipun keduanya adalah kelas low end, tapi mereka sudah di berikan lampu bening denga multireflektor. Pencahayaan cukup terang dan fokus.

Kedua motor ini masih menggunakan CDI dengan jalur AC, sehingga sinar lampu sangat di pengaruhi oleh putaran mesin.

Teknisnya, semakin cepat motor melaju dan semakin cepat mesin berputar, maka sorot lampunya pun semakin terang.

10. Getaran mesin

Pada ujung stang kiri dan kanan, stang Fit X diberikan tonjolan peredam getar (apa ya namanya??)

Sementara itu Vega tidak di lengkapi dengan peredam getar pada stang, sehingga tangan akan cepat terasa lelah jika berkendara jarak jauh.

Advertisement

11. Desain jok

Sejak munculnya Astrea Supra pada 1997, sepertinya Honda sudah berniat meninggalkan jok model lemper miliknya. Dan sampai sekarang, semua motor Honda sudah menggunakan model jok hip up demi penampilan dan kenyamanan penunggangnya.

New Vega R 110 juga menggunakan desain serupa, tapi dengan sedikit motif garis-garis, tidak polos seperti Fit X.

12. Kapasitas bagasi

Untuk mendukung kebutuhan utilitas, Honda Fit X telah dibekali dengan bagasi yang cukup lega, meskipun tidak muat helm. Sementara itu Vega memiliki bagasi yang sedikit lebih kecil, tapi tidak terlalu kecil juga.

Kalau tidak salah, perbedaan kapasitasnya sebesar 2 liter (Fit X 7 liter dan Vega R 5 liter).

13. Suspensi

Honda Fit X di lengkapi suspensi dengan inner cover yang menjaganya tetap bersih dari debu. Sedangkan New Vega R menggunakan suspensi konvensional.

Suspensi Fit X lebih lembut dan nyaman, sedangkan suspensi Vega R model stiff yang cenderung keras.

14. Design

Sejujurnya, meski sudah di buat modern, Honda Fit X masih terkesan ketinggalan jaman. Sangat berbeda dengan New Vega R yang mewarisi desain Force 1 (secara dasar). Garis bodynya menunjukkan penampilan yang sporty.

Klarifikasi Konsumsi Bahan Bakar Fit X vs Vega R

Walaupun di atas Mtb sebutkan bahwa Fit X lebih irit dari Vega R, tapi dasarnya memang cc Fit X lebih kecil. Begitu pun dengan akselerasi Vega R yang lebih cepat, pondasinya tentu pada cc yang lebih besar.

Perkara irit, banyak faktor juga yang ikut berpengaruh, diantaranya:

Kondisi jalan

Pada kondisi jalan rusak / terjal atau jalanan di pegunungan, konsumsi bahan bakar dapat di pastikan lebih boros dibanding jalanan datar yang mulus.

Situasi lalu lintas

Pemakaian motor di kota besar yang macet pasti lebih boros dibanding kota kecil yang tidak macet dan jarang ada lampu merah.

Cara pemakaian (gaya berkendara)

Menggunakan motor dengan cara stop and go (buka tutup gas mendadak) pun menjadi salah satu faktor borosnya konsumsi bahan bakar. Maka dari itu, biasakan untuk mengurut gas secara merata dan berkendara dengan kecepatan yang stabil.

Beban dan berat badan pengendara

Sepeda motor yang di gunakan untuk bekerja dengan mengangkut beban, pasti lebih boros dibanding yang tidak. Selain itu, bobot (berat badan) pengendara pun menjadi perhitungan dalam jumlah beban motor. Semakin gemuk pengendaranya, maka semakin boros pula motornya.

Makanya diet, biar motornya irit. Wkwkwkwk…

Usia motor

Normalnya semua motor akan mengonsumsi bahan bakar lebih banyak pada saat usianya sudah melewati 5 tahun. Itu hal wajar karena di saat itu saluran-saluran dan konponen di dalam mesin sudah banyak berubah sehingga kinerjanya pun menurun.

Perawatan motor

Tidak terkecuali untuk motor injeksi, namun yang paling cepat terasa adalah motor dengan karburator.

Karburator memerlukan perawatan, pembersihan dan penyetelan ulang dengan rentang waktu yang lebih singkat dibanding injektor.

Sebagai contoh, Honda menjadwalkan servis karburator setiap 4.000 km, tetapi tidak menjadwalkan service injektor dalam jangka waktu tertentu. Artinya, selama tidak ada masalah, maka injektor Honda tidak memerlukan perawatan apa pun.

Cara Merawat Motor: 24 Bukti Honda Injeksi Tidak Perlu Service Berkala (Rutin)

Di lain pihak, Yamaha menganjurkan untuk service karburator setiap 3.000 km. Sedangkan untuk injektor, jadwalnya adalah setiap 10.000 km.

Keawetan

Setelah Honda Fit X Mtb ceraikan pada bulan Februari 2011, dia berpindah tangan kepada kakak Mtb. Karena itu Mtb masih bisa memantaunya hingga akhir tahun 2014 (selama Mtb masih di perantauan).

15. Kanvas kopling

Fit X berganti kanvas kopling pada saat usianya sudah 5 tahun, yaitu pada tahun 2014. Sedangkan New Vega R sudah terlebih dahulu di ganti pada tahun 2012.

16. Rantai (gear set)

Penggantian rantai dan gear depan + belakang Fit X dan Vega R adalah pada tahun 2011. Artinya mereka seri.

17. Komstir (bantalan peluru kemudi)

Honda Fit X yang menjadi tunggangan kakak saya masih fine-fine saja hingga tahun 2014. Sedangkan Vega sudah koplak pada tahun 2013.

18. Body (plastik, mur-mur dan baut-baut)

Body plastik Fit X sudah mulai pecah-pecah pada titik-titik pemasangan baut body pada tahun 2013, sedangkan Vega R masih kencang hingga Mtb ceraikan pada bulan November 2013.

19. Segitiga

Si Pipit segitiganya bengkok dan stang menjadi berat sebelah setelah Mtb ndlosor di jalanan. Sedangkan Neng Vega tetap lurus bahkan setelah mengalami 2 kali ndlosor.

20. Rantai keteng

Rantai keteng Fit X sudah mulai kendor dan berisik pada akhir tahun 2010. Sementara itu Vega R 110 baik-baik saja hingga akhir tahun 2013.

21. Kelistrikan

Lampu-lampu Fit X masih baik hingga akhir tahun 2014. Lampu utama putus hanya setahun sekali, bahkan putus yang pertama pada saat usianya menginjak 3 tahun.

Vega R mulai menunjukkan sikap rewel pada tahun 2012. Sejak putus lampu utama yang pertama kali, dia hampir tiap 2 bulan selalu minta ganti bohlam lampu utama (padahal lampu original).

Kemungkinan Kiproknya sudah rusak… Tapi Mtb tidak perbaiki sampai si Vega Mtb jual.

22. Jok

Sarung jok si Pipit mulai robek-robek pada awal tahun 2014, sedangkan Vega sudah compang-camping sejak 2013.

23. Suspensi

Suspensi depan dan belakang Fit X masih normal hingga akhir 2014, sedangkan suspensi belakang Vega sudah bocor dan muncrat sejak tahun 2012.

Wkwkwkwk… Muncrat…

24. Kestabilan body

Selain hanya berat sebelah akibat terjatuh, secara keseluruhan body Fit X tetap stabil. Sedangkan Vega, aneh… Meskipun segitiganya kuat, tapi bodynya jadi limbung pada kecepatan tinggi. Seakan rangkanya bengkok setelah terjatuh.

Nah Om… Begitulah perbandingan kedua motor bebek low end ini. Monggo Om Bro hitung saja, Fit X unggul berapa poin dan Vega R berapa poin. (Mtb – Honda Fit X vs Vega R 110 Yamaha).

Spesifikasi Honda Fit X vs Vega R 110

Parameter Honda Fit X Yamaha Vega R
Tipe Mesin 4-langkah, SOHC 4-langkah, SOHC
Sistem Pendinginan Udara Udara
Volume Silinder 97,1cc 110,3cc
Sistem Pengabutan Karburator, Mikuni Karburator, Mikuni VM17SH ×1
Bore × Stroke 50,0 × 49,0 mm 51,0 × 54,0 mm
Rasio Kompresi 9,3:1
Power Maksimum 7,3 ps/8000 rpm 6,6 kW/8000 rpm
Torsi Maksimum 0,74 kgf.m/6000 rpm 9,0 Nm/5000 rpm
Tipe Kopling Otomatis, Sentrifugal, Tipe basah Otomatis, Sentrifugal, Tipe basah
Tipe Transmisi Manual 4-percepatan, sistem rotari (N-1-2-3-4-N) Manual 4-percepatan, sistem return (N-1-2-3-4)
Kapasitas Tangki 3,7 liter 4,2 liter
Kapasitas Oli 700 ml 800 ml
Dimensi (P × L × T) 190,7 × 70,2 × 106,9 cm 189 × 67,5 × 103 cm
Jarak As Roda 123,4 cm 115,5 cm
Jarak ke Tanah 14,7 cm 13,5 cm
Bobot Kendaraan 99,4 kg 99 kg
Tipe Rangka Tulang Punggung Tulang Punggung
Ban Depan 70/90-17 38P 70/90-17 38P
Ban Belakang 80/90-17 44P 80/90-17 44P
Rem Depan Cakram hidrolik Cakram hidrolik
Rem Belakang Tromol Tromol
Sistem Pengapian AC-CDI AC-CDI
Baterai (Aki) 12V-5Ah (YB5L-B / GM5Z-3B
Busi NGK C6HSA / ND U20FS-U NGK C6HSA / ND U20FS-U
Starter Elektrik dan kick starter Elektrik dan kick starter
Advertisement

15 komentar untuk “Fit X vs Vega R: 24 Poin Komparasi Tuntas Bebek Low End”

  1. menurut mesin 110cc yamaha yg diturunkan pada JupiterZ,New Vega. memang paling bandel dan paling kuat nanjak dikelasnya memang. bahkan dibanding 125cc masih lebih kuat ini daya tanjaknya.

    oiya vega yg 102cc sama bandel dan kuat nanjaknya.

    mesin 97cc fit X memang termasuk bandel dibanding motor2 bebek generasi skrng. tpi sayangnya final gear 14/36 keberatan untuk mesinnya dikala menghadapi tanjakkan, mesti diubah ke 14/38 agar lebih enteng mendaki tanjakkan dan mesinnya jadi lebih awet.

    beda lagi dengan supra 100, & supra fit lawas, final gearnya besar 15/40, lumayan kuat untuk menanjak, makanya mesinnya lebih awet & tidak cepat berdesing, soalny tidak dibebani final gear yg berat.

      1. Cuma ganti oli sendiri doank bro pas 1500km itungan kilometer aja tanpa waktu,perawatan gak ada cuma selalu bersih pangkal iman,itu busi+mesin+filter udara dari awal masih ori pabrik gak pernah ganti dll.sdh gw buktiin ternyata ampuh bukan basa basi catatan dari baru biasa digeber extreem aman aja 100cc fitx di gas poll tanpa limiter hebatnya tanpa tersendat wow.aneh klw tipe 110~200cc kena limiter nyendat…sekedar pengalaman peguna

        100cc se spesial edition

        Yang punya 100cc

        Jangan dijual

        Teknologi mesin super bandel
        Dikira jadul ternyata lebih canggih,dari mesin era sekarang masa kena limiter nyendat klw digaspoll berasa banget

        1. Saya dulu beli (kredit) Fit X pun atas harapan bahwa mesinnya akan sebandel generasi Astrea. Sayangnya, di awal tahun 2011, Kakak saya ngiler banget ama itu motor. Ngga tega, saya jual ke kakak, saya beli Vega R second.

          (Setengahnya) saya juga nyesel jual itu motor. Hix hix hix…

          1. Up date fitx 5 juli 2020 ori std mesin & busi & filter tanpa uzur tokcer tetep blm ganti dari 2008 masih sehat walafiat dispidometer gigi 2 nak nyaris tembus 80kmj cuma trek pendek masih ada gas tanpa limit ter performen nambah

            Fit xtreme

            Oli 10w30 supremeXX + BBM bensin Ron 88+ rider 178cm -+80kg+ wajib helm fullface

            Note : biasa digeber dari awal baru 12 tahun++
            Tetep jaga jarak aman
            Terukur kondisi tepat.

            Salam All bro

    1. Wah, serius Om…?? 125/3,7=33,78

      Masa iya sih cuma 33,78 km/liter…?? Boros banget itu Om, untuk ukuran Fit X.

      Coba di test lagi, barangkali Om Bro salah hitung. Kalo perhitungan udah bener, berarti ada yang ngga beres itu. Entah mesinnya, karburatornya, atau yang lainnya.

  2. Kalo fit x babeh yang saya pake sehari2 udh agak boros padahal mesin masih std oli juga federal dr beli sampe skrg udh 11 thn.. hanya 29km/L itupun pertalite kan kompresi 9:1 tp banyak eror.. fuel indicator eror indicator gear no 234 ga mau nyala kalo n kadang mau kadang engga… tp emg sih praktis bgt itu mtr…
    Jadi pilihlah fit x (kata ringgo agus rahman) 😂

  3. Ketemu blog yang cerita tentang Fit X. Saya juga pakai Fit X keluaran tahun 2008 (berarti sudah 12 tahun mengaspal), daleman mesin masih ori dari waktu beli sampai sekarang belum ada yang diganti (termasuk kanvas kopling dan kawan-kawannya). Ini motor masih saya pakai untuk PP kerja dan harian.

    Saya pernah bawa motor ini ke puncak Bogor dengan istri dan 2 anak. Berat saya sendiri 80kg, istri 75kg dan 2 anak ya mungkin beratnya sekitar 30 kg, belum tas ransel.

    Motornya gak rewel, gak pernah mogok, elektrik starter masih gress, lumayan dizaman susah kaya sekarang bisa membantu menghemat pengeluaran.

    Perawatan juga simpel, asal rutin ganti oli. Service hanya kalau ada keluhan aja. Soalnya kalau keseringan di service malah ada aja bagian yang rusak karena bongkar pasang, terutama sambungan body.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *