Euro 4 Itu Apa…?? Kapan Penerapannya…?? Apa Manfaatnya…??

Advertisement

Motorisblog.com – Euro 4 itu apa…?? Begitu kira-kira pertanyaan yang meluncur dari mulut keponakan Mtb. Dia hanya tahu bahwa semakin tinggi angka dibelakang kata “Euro”, maka semakin bagus si mobil itu.

Advertisement

Dari situ sih sedikit ada benarnya juga… Tapi jika bicara secara lengkap, Euro 4 artinya lebih luas… Bukan hanya sekedar pada tingkatan kualitas mobil saja. Dan memang, standar emisi Euro bukanlah tingkatan kualitas suatu kendaraan.

Om Bro…!! Sejatinya wacana akan regulasi Euro 4 di Indonesia telah disuarakan sejak tahun 2012, namun realisasinya baru berlaku pada tahun 2018 lalu, melalui Peraturan Menteri lingkungan Hidup dan Kehutanan No P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 tentang baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O atau yang lebih dikenal dengan Standar Emisi Euro IV. (Kompas, 26/1/2019).

Standar emisi Euro 4 adalah suatu bentuk komitmen untuk menurunkan besaran emisi gas rumah kaca hingga sebanyak 26%, kelak pada tahun 2020. …sesuai dengan hasil pertemuan di Pittsburgh pada tahun 2009 lalu.

Standar emisi Euro 4 Indonesia pada dasarnya sudah di amini oleh hampir semua industri otomotif. Hanya ada beberapa model saja yang secara teknis belum siap, misale saja Suzuki Carry Futura dan Mitsubishi T120SS yang mesinnya masih berstandar Euro 2.

Sebelumnya, standar emisi gas buang Euro-4 juga telah diterapkan dibeberapa negara lain, bahkan diantaranya sudah ada yang mencapai standar Euro 6.

Advertisement

Lantas, apa itu standar emisi Euro 4…??

Dalam arti yang sederhana kira-kira begini Om…

‘Euro 2, Euro 3, Euro 4’ dan seterusnya ialah standar batasan emisi gas buang yang menjadi patokan bagi negara-negara di Eropa untuk kualitas udara yang lebih bersih dan minim polusi.

Semakin tinggi angka dibelakang kata ‘Euro’, maka semakin rendah syarat kandungan gas karbon dioksida, nitrogen oksida, karbon monoksida, volatile hydro carbon, dan zat-zat lain yang memiliki dampak buruk pada kelangsungan hidup manusia dan pada lingkungan.

Standar Euro 4 membatasi kandungan nitrogen oksida hingga sebagai berikut,
. Maksimal 80 mg/km untuk kendaraan bermesin bensin
. Maksimal 250 mg/km untuk kendaraan bermesin diesel
. Maksimal 25 mg/km untuk kendaraan bermesin diesel particulate matter

Selanjutnya untuk mencapai standar tersebut, setidaknya ada 2 hal yang harus dipenuhi, yakni kualitas bahan bakar dan standar produk otomotifnya itu sendiri.

Dalam hal pemenuhan standar minimum kualitas bahan bakar, maka jelas untuk di Indonesia, yang punya tanggung jawab ialah Pertamina. Kemudian dalam hal standar produk otomotif, sejatinya para produsen telah siap. Mereka telah mendesain mesin-mesinnya menjadi lebih rapat serta telah mengaplikasikan catalic converter sebagai salah satu cara untuk menciptakan pembakaran yang lebih sempurna.

Bahkan sebagian pabrikan otomotif di Indonesia telah mampu mengekspor produk-produknya ke negara-negara dengan standar emisi Euro 4. (Mtb).

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *