Efek Oversize Piston Motor, Kalo Ngga Rapi Bisa Parah…

Motorisblog.com – Efek Oversize Piston Motor – Om Bro…!! Ada hal aneh yang Mtb alami, dimana motor Mtb, Honda Spacy FI, performanya justru malah drop setelah servis besar dan ganti piston. Padahal, logikanya, dengan piston yang lebih besar, mestinya tenaga justru terdongkrak naik. Ditambah lagi ruang bakar dan klep yang telah dibersihkan… Seharusnya motor jadi sehat wal afiat lagi kan? Tapi ini tidak… Si Panci justru malah semakin lemot…

Tapinya lagi…

…untunglah masalah itu kemudian hilang sendirinya setelah sekira sebulan waktu berlalu sejak Mtb service besar Si Panci. Hingga akhirnya, Mtb menyimpulkan bahwa, pada awal-awal dilakukan penggantian seher, sepertinya masih butuh penyesuaian antara seher dengan dinding silinder yang di korter.

Yaa… Mtb pikir wajar sih ya… Secara, pengerjaannya kan semi manual, tentu hasilnya tidak akan sebaik hasil produksi pabrikan.

Om Bro…!! Di awal, selepas motor Mtb ganti seher dan servis besar, akselerasi Si Panci justru malah jadi lemot. Demikian juga dengan top speednya yang justru malah menurun. Barulah kemudian setelah sekira sebulan berlalu, akselerasi Si Panci ngacir lagi seperti saat motor masih baru…

Maksudnya baru service, bukan baru keluar dari pabrik. Wkwkwkwkk…!! Bohong lah kalau motor yang sudah berusia 5 tahun dibilang sama seperti baru keluar dari pabrik… Betul??

Namun sayangnya, Top Speednya tetap tidak kembali… Menurut feeling Mtb, sepertinya top speed Si Panci sekarang cuma sampai kecepatan 80 km/jam atau lebih sedikit ketika Mtb test di jalan Cisaga-Banjar beberapa waktu lalu. Itu pun hanya feeling, soale speedometer Si Panci yang rusak tidak Mtb perbaiki hingga saat ini.

Mtb tidak berusaha mencari tahu apa penyebab top speed Si Panci tidak mau kembali ke asal… Entah karena pengerjaan servis besar tersebut yang kurang presisi, atau karena hal lain…

Tapi ya beginilah karakter Mtb… Mtb tidak pernah memusingkan perkara performa motor selama ngga parah-parah amat. Intinya, yang penting performa motor masih relatif normal dan tidak mengganggu aktifitad Mtb sehari-hari.

Mtb bukanlah bikers yang suka kecepatan… Karena itulah Mtb (dulu) memilih Si Panci yang terkenal paling lemot, semata-mats karena harganya yang paling murah di antara jajaran motor skutik Honda.

Wkwkwkwk…!! Aslinya sih karena finansial. Kalo banyak duit sih pengen juga motor yang kencang. Wakakakakakk…!!

Sedikit tambahan, karena speedometer motor Mtb yang mati, maka Mtb pun jadi tidak tahu seberapa jauh jarak tempuh yang Mtb capai dalam sebulan hingga akselerasi Si Panci kembali normal. Menurut perkiraan sih sekira 500 km ya… Soale belakangan ini Mtb tidak begitu sibuk menggunakan motor. Narik penumpang ojol Grab juga jarang-jarang, kalo lagi butuh uang jajan aja. Wkwwkwkk…!!

Efek Oversize Piston Motor (Pengertian Oversize Piston)

Om Bro… Jika Mtb melakukan penggantian piston oversize karena motor yang sudah sering sakit-sakitan akibat loss kompresi, namun di luar sana banyak juga riders yang melakukan hal ini atas tujuan lain. Yakni untuk meningkatkan performa motor…

piston honda spacy
Kondisi Piston Lama Spacy Mtb Ketika Servis Besar
silinder head spacy fi
Kondisi Silinder Head Spacy Mtb Ketika Servis Besar

Seperti Om Bro/Sista sekalian tahu…, di jaman now, motor bukanlah hanya sebagai sarana transportasi saja, tapi juga sudah menjadi gaya hidup. Apalagi didukung dengan segala kemudahan fasilitas kredit, maka semakin berceceranlah jumlah motor di jalanan.

Nah, karena pergeseran gaya hidup itulah maka banyak terlahir komunitas motor dan kaum pehobi modifikasi motor, juga semakin marak peredaran aksesoris-aksesoris untuk mendukung penampilan si motor.

Bicara perkara modifikasi, secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu modifikasi eksterior dan modifikasi interior.

Modifikasi eksterior sudah jelas untuk mendongkrak penampilan. Sedangkan modifikasi interior alias korek mesin, tujuannya lebih pada peningkatan performa, kecepatan dan tenaga si motor. Dan itu sah-sah saja bagi pehobi dalam rangka menyalurkan ide-ide kreatifnya. Yang penting asal modif yang dilakukan tidak merusak faktor keamanan…

Oversize dalam pengertian sederhana Mtb adalah mengganti piston standar pabrikan dengan piston yang memiliki diameter lebih besar.

Didunia persilatan modifikasi, seperti yang Mtb sebutkan di atas, tujuan oversize adalah untuk meningkatkan performa motor. Karena, dengan ukuran piston yang lebih besar, maka tentu kapasitas mesin (cc mesin) pun menjadi lebih besar pula. Sehingga (secara logika sederhana), power motor pun akan semakin njengat.

Sementara dalam hal servis besar, mengganti piston oversize adalah untuk mengembalikan performa seperti semula. Karena, seiring bertambahnya usia motor, maka piston dan dinding silinder pun mengalami keausan yang berakibat pada menurunnya tingkat kompresi mesin.

Ukuran oversize seher pada umunya dikenal dengan angka-angka; 25, 50, 75 dan 100. Yang mana angka-angka tersebut adalah mewakili nol koma milimeter.

. 25 berarti 0,25 mm
. 50 berarti 0,5 mm
. 75 berarti 0,75 mm
. 100 berarti 1 mm

Efek Oversize Piston Motor (Potensi Akibat Buruk)

Mesin jadi ngelitik, getar, dan piston macet

Hal ini bisa terjadi jika proses oversize tidak dikerjakan dengan rapi. Misalnya saja, dinding silinder tidak rata atau miring saat di korter yang akibatnya membuat gerak piston menjadi seret, terutama pada kondisi mesin panas.

Garansi mesin hilang

Ini berlaku jika motor masih dalam masa garansi. Apa pun alasannya, pabrikan tidak akan mau memberikan jaminan ketika komponen mesin sudah berubah dari standar pabrikan akibat dipaksakan untuk menghasilkan tenaga dan kecepatan yang lebih besar.

Mesin jadi cepat panas

Ini masih berhubungan dengan poin pertama di atas… Jika proses pengerjaan tidak benar-benar rapi dan presisi, maka akan timbul gesekan berlebih antara piston dan dinding silinder yang pada akhirnya menimbulkan panas berlebih.

Sering ganti oli

Akibat kerja mesin lebih berat dari yang seharusnya, maka kualitas oli di dalam mesin pun jadi lebih cepat rusak. Dan untuk menjaga agar pelumasan tetap optimal, maka pasti Om Bro harus lebih sering mengganti oli mesin.

Timbul getaran berlebih pada motor

Masih berhubungan dengan friksi (gesekan) berlebih antara piston dan dinding silinder.

Dengan adanya gesekan berlebih, maka akan timbul pula vibrasi berlebih pada motor.

Mtb juga merasakan hal ini pada Si Panci, meski getarnya tidak berlebih. Kemungkinan, hal ini pula yang menyebabkan top speed Si Panci jadi menurun. (Mtb – Efek Oversize Piston Motor).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: