CVT Mio Bunyi Klotok? Periksa Laher Blok

Motorisblog.com – Masalah CVT Mio bunyi klotok adalah masalah umum motor matic. Kenapa Mtb katakan seperti itu? Karena Honda Spacy FI 2013 punya Mtb juga mengalami hal yang sama.

Bunyi klotok-klotok akibat terlambat mengganti oli transmisi

Awalnya Mtb mendapati masalah tersebut pada Mio Sporty 2010 milik mertua, tapi Mtb tidak memperhatikan secara seksama. Hingga akhirnya Mtb mengalaminya sendiri pada motor Mtb. Dan setelah Mtb lakukan olah TKP, rupanya penyebab suara klotok-klotok tersebut adalah akibat dari keterlambatan mengganti oli transmisi (oli gear / oli gardan).

Sumpah Mtb sudah lupa kapan terakhir mengganti oli transmisi. Mtb baru menyadarinya ketika pada 2 minggu terakhir ini area CVT box terdengar berisik dengan suara klotok-klotok.

Awalnya Mtb mengira ada komponen yang hancur didalamnya karena suaranya sangat kesar. Seperti ada semacam batu / pasir didalamnya. Tapi Mtb masih tahan-tahan untuk melakukan perbaikan karena perkara doku. (Hehehe…!! Kasian banget Mtb ini ya?). Dan belakangan ini waktu Mtb juga sibuk banget karena profesi baru sebagai pengojek online.

Wkwkwk…!! Jadi tukang ojek aja bangga…

Iya lah… kita patut bangga dengan apa pun pekerjaan kita sepanjang masih dijalur halal.

cvt mio bunyi klotok

Warna oli berubah putih karena terlambat melakukan penggantian atau karena oli palsu?

Dan ceritanya, pagi hari setelah 2 minggu lamanya gejala tersebut, Mtb beranikan diri ngutang oli gear dibengkel tetangga. Nah… yang paling membuat Mtb terkejut adalah, saat oli lama Mtb keluarkan dari gear box, warnanya sudah berubah menjadi putih persis seperti santan. Dan volumenya tinggal sedikit.

What…? Parah banget ya? Wakakakak…!! Sumpah jorok banget Mtb ini ya Om Bro? Ini kalau si motor bisa ngomong, dia pasti sudah menangis meraung-raung karena nggak dirawat sama Mtb.

Sempat timbul pertanyaan dalam hati, apakah oli yang Mtb beli sebelumnya itu palsu ya? Tapi seingat Mtb, itu oli dulu Mtb beli di AHASS Buana Motor, Banjar. Secara logika hampir tidak mungkin bengkel resmi seperti itu berani menjual oli palsu. Jadi sampai saat artikel ini dibuat, Mtb masih berkeyakinan bahwa hal tersebut mutlak karena penggantian oli yang sangat terlambat.

Tapi apa iya sampai separah itu? Yaaa… kenyataannya memang seperti itu. Dan ini baru pertama kali Mtb alami.

Seperti kita semua ketahui, pada oli mesin, meskipun terlambat mengganti oli, fisik si oli paling hanya akan menyusut dan mengental menjadi berwarna hitam pekat. Malahan pada oli gear (oli transmisi) pada penggantian berkala, fisik oli hampir tidak berubah secara kasat mata. Jadi kalau Om Bro mengalami hal seperti Mtb, dapat dipastikan kondisinya parah. Entah itu oli palsu atau pun bagian motornya yang sudah parah.

Secara teori, Mtb faham betapa pentingnya fungsi oli transmisi. Jadi, kejadian buruk yang Mtb alami ini sama sekali bukanlah suatu kesengajaan. Mtb benar-benar lupa karena saking banyaknya hal yang ada dalam fikiran Mtb dalam kehidupan sehari-hari.

Fungsi dari oli transmisi

Pada dasarnya, fungsi oli ya jelas untuk melumasi. Dan dalam hal oli gear motor matic, fungsinya adalah untuk melancarkan kinerja transmisi (perpindahan gigi otomatis) dan melindungi komponen transmisi dari gesekan berlebih antar komponen.

Interval penggantian oli transmisi

Seperti yang Mtb sebutkan diatas, secara umum, secara kasat mata, oli gear lebih tahan lama dibanding oli mesin. Hal itu karena oli gear tidak terkena panas yang sepanas suhu mesin.

Jika mengacu pada buku panduan manual motor matic Honda, anjuran penggantian oli gear adalah setiap 8.000 km jarak tempuh. Atau maksimal selama 8 bulan pemakaian. Merk lain juga kurang lebih sama.

Mtb sendiri lupa apakah oli gear si Enci itu sudah lewat 8 bulan atau belum sehingga warnanya sampai berubah menjadi santan? Mtb juga tidak bisa memantau jarak tempuh karena speedometer + odometer rusak dan belum kunjung diperbaiki.

Akibat / efek telat ganti oli gear

Efek pertama yang paling menggelitik adalah suara bising klotok-klotok di dalam boks CVT. Hal itu disebabkan karena perpindahan gigi otomatis tidak berjalan lancar.

Ketika perpindahan gigi sudah tidak smooth, maka akselerasi motor pun terasa berat, performa menurun hingga konsumsi bahan bakar pun jadi boros. Pada tingkat selanjutnya, bukan hanya gigi transmisi akan cepat rusak, tapi juga bisa merusak bearingnya. (Mtb – CVT Mio bunyi klotok)
Sumber: Grid.ID, Seputar Perawatan Motor, pengalaman pribadi

Update, 14 Juni 2018

Om Bro…!! Setelah Mtb lakukan penggantian oli gear seperti yang Mtb ceritakan di atas, suara klotok-klotok dari area CVT Box hilang. Tapi rupanya belum sembuh. Beberapa minggu kemudian gejala tersebut datang lagi.

Mtb masih cuek bahkan hingga beberapa bulan kedepan, sampai pada tanggal 14 Juni 2018, Mtb baru menyempatkan diri untuk merapat ke bengkel umum di dekat rumah dan mengganti bearing yang posisinya ada di box CVT.

Mtb tidak begitu faham namanya dalam bahasa mekanis, tapi bahasa umumnya laher block.

cvt mio bunyi klotok
(Bearing) laher blok Honda Spacy FI
cvt mio bunyi klotok
Lokasi terpasangnya laher blok
cvt mio bunyi klotok
Posisi terpasangnya laher blok

Sebenarnya sebelum ini Mtb sudah berkonsultasi dengan bengkel resmi Honda (AHASS) Buana Motor di Banjar Patroman. Mekanik disana langsung memvonis laher block tersebut dan menyarankan penggantian dengan biaya Rp133.000 (harga bearing Rp103.000 + biaya pemasangan Rp30.000). Tapi saat itu Mtb hanya konsultasi saja… Barulah di hari terakhir Ramadhan 1439 H ini Mtb lakukan penggantian di bengkel umum.

Mtb melakukan penggantian laher block tersebut di bengkel Bagja Motor, Cisaga dengan mahar Rp80.000 (harga bearing Rp55.000 + biaya pemasangan Rp25.000).

Jauh lebih murah dibanding harga bengkel resmi.

Tapi… Mtb memang tidak menggantinya dengan part original Honda. Jadi wajar kalau lebih murah. Maka jika Om Bro mengalami masalah seperti Mtb, sebaiknya tetap menggunakan part original. Meski lebih mahal, tapi dalam hal mutu produk (logikanya) lebih baik.

Mtb menggunakan part KW semata-mata karena alasan finansial. Jadi sama sekali tidak disarankan untuk meniru Mtb.

Sedikit tambahan, masalah warna oli gear berubah menjadi putih susu, setelah dilakukan observasi ternyata akibat tercampur air saat Mtb melibas genangan air agak tinggi. Mtb bersama mekanik bengkel Buana Motor berani mengambil kesimpulan demikian karena ternyata selang pernafasan dari box filter udara menuju ke CVT box robek parah sehingga dapat dipastikan air dapat mudah masuk dan mencemari oli gear.

cvt mio bunyi klotok
Selang pernafasan CVT box yang robek

Hingga artikel ini diterbitkan, Mtb belum mengganti selang yang dimaksud. Mtb baru mengakali dengan melilitnya menggunakan isolatif / isolasi. Namun lagi-lagi Mtb tidak menyarankan Om Bro sekalian untuk menirunya. Kekuatan / daya rekat isolasi tentu tidak akan bertahan lama, apa lagi jika musim hujan tiba. So, sebaiknya segera di ganti saja. (Mtb – CVT Mio bunyi klotok).

2 tanggapan untuk “CVT Mio Bunyi Klotok? Periksa Laher Blok

  • 10 September 2018 pada 09:06
    Permalink

    Artikel cukup membantu, semoga bermanfaat utk yg lainnya juga…

    Balas
    • 10 September 2018 pada 09:25
      Permalink

      Makasih, Om Bro…

      Balas

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: