Ciri2 Ring Piston Lemah Ada Pada Tenaga, Asap Knalpot dan Umur Busi

Motorisblog.com – Om Bro…!! Dari apa yang Mtb amati, Mtb coba sedikit menyimpulkan beberapa ciri2 ring piston lemah. Setidaknya ada 3 tanda yang berhasil Mtb ciduk, yaitu pada tenaga mesin, asap knalpot, dan usia pakai busi.

Iya Om… Salah satu gejala ring piston lemah ialah melemahnya tenaga mesin lantaran tekanan kompresi yang menurun. Sementara menurunnya tekanan kompresi itu sendiri salah satunya disebabkan oleh melemahnya ring piston (ring seher) atau seal klep.

Ciri yang kedua ialah adanya asap putih pekat yang mengepul dari knalpot. Terjadinya lantaran ring piston yang telah lemah tidak lagi mampu menahan oli untuk tidak masuk ke ruang bakar. Ruang bakar tak lagi kedap… Oli bocor masuk ke ruang bakar… Oli terbakar, dan keluarlah asap putih pekat dari lubang knalpot.

piston dan ring piston ring seher

Kemudian ciri yang ketiga adalah usia pakai busi… Bahwa umur busi jadi lebih pendek gegara harus membakar campuran bahan bakar yang telah terkontaminasi oli mesin. Akibatnya kepala busi jadi berwarna hitam, berkerak, dan akhirnya cepat mati.

Jika perkara itu sudah terjadi, maka tiada cara lain untuk mengatasinya kecuali dengan turun mesin alias service besar, atau yang biasa disebut overhaul.

Nah, sebelum itu terjadi, baiknya Om Bro rawat baik-baik motor / mobil Om Bro sekalian. Utamanya pada penggunaan oli. Gunakan oli yang spesifikasinya sesuai dengan anjuran pabrikan… Baik itu dari sisi sertifikasi API Service, viskositas / kekentalan (SAE), hingga pada sertifikasi JASO (untuk oli motor).

Ingat juga untuk selalu mengganti oli mesin secara teratur dengan interval (jarak tempuh / waktu) yang disarankan pabrikan. Dengan begitu mesin akan selalu sehat, sehingga performa mesin tetap terjaga dalam kondisi prima. (Mtb).

2 tanggapan untuk “Ciri2 Ring Piston Lemah Ada Pada Tenaga, Asap Knalpot dan Umur Busi

  • 28/06/2019 pada 19:59
    Permalink

    Pa,bila.beat karbu menggunakan seher vario..ada pengarunya tidak…

    Balas
    • 28/06/2019 pada 23:50
      Permalink

      Kalo secara praktek sy blm pernah. Tapi kalo secara teori, kira-kira begini:

      Bentuk piston (seher) Beat dengan piston Vario kan beda. Piston Vario dirancang untuk menghasilkan rasio kompresi yang lebih tinggi. Artinya jika Beat Om Bro menggunakan piston Vario, maka kompresi mesin Beat Om Bro pun bakal naik.

      Secara power mesin bakal meningkat, apalagi jika di dukung dengan bahan bakar beroktan tinggi. Tapi efeknya mesin jadi cepat panas. Karena kompresi yang tinggi menghasilkan panas mesin yang lebih tinggi pula.

      Atas dasar itulah mesin Vario dilengkapi dengan radiator, supaya sistem pendinginan mesin dapat berjalan optimal. Sementara mesin Beat tidak dilengkapi dengan radiator. Maka jika rasio kompresinya naik, maka mesin jadi berpotensi mengalami overheat.

      Tapi soal seberapa besar resiko overheat itu, sy tidak punya gambaran. Monggo Om Bro konsultasikan dengan bengkel yang berkompeten.

      Itu teori sy. Monggo jika ada Om Bro yang lain yang mau memberi tambahan atau memberi koreksi…

      Balas

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: