Rem cakram vario 125 2018

Cara Rem Motor Matic yang Benar (Study Kasus)

Motorisblog.com – Om Bro! Ada yang salah kaprah tentang cara rem motor matic yang benar. Kebanyakan mereka menganggap bahwa skutik tidak punya engine brake alias pengereman mesin.

Padahal engine brake tetap ada pada motor berpenggerak CVT, asalkan Om Bro bisa mempertahankan kecepatan supaya tidak kurang dari 10 – 20 km/jam (kurang lebih).

Kenapa?

Karena jika kecepatan motor terlalu lambat hingga kopling otomatisnya off (transmisi netral), maka saat itu memang akan hilang engine brake’nya.

Begitulah kira-kira. Karena kopling dan transmisi mesin skutik hanya mengandalkan rpm mesin saja.

Nah, kali ini Mtb akan bahas perkara lainnya yang masih amat erat kaitannya dengan cara rem motor yang benar, utamanya pada motor matic.

Cara Rem Motor Matic yang Benar

Jari Off dari Tuas Rem?

Om Bro! Pada zaman old, Mtb pernah membaca sebuah panduan safety riding yang menyebutkan bahwa cara rem motor yg benar adalah dengan cengkraman 4 jari secara maksimal dan smooth. Dan secara dasar, Mtb setuju pada saran tersebut.

Tapi ketika itu yang membuat Mtb bingung ialah karena adanya anjuran bahwa saat berkendara motor, posisi jari tangan harus off. Yang artinya tidak boleh berada pada handle rem.

Mtb percaya. Maka Mtb tidak lagi menempelkan jari pada handle rem sejak saat itu.

Dengan posisi jari off seperti itu, Mtb jadi lebih leluasa dalam mengontrol putaran grip gas. Betot gas jadi lebih mudah lantaran pergerakan pergelangan tangan lebih bebas. Dan pergelangan tangan pun jadi tidak mudah lelah meskipun Mtb tengah menempuh perjalanan mudik ratusan kilometer.

Jari Stand By pada Tuas Rem

Tapi ternyata teknik tersebut sama sekali tidak pas untuk berkendara dalam kemacetan kota.

Lah iya. Pada situasi stop & go seperti itu, sebagian jari tangan harus selalu stand by pada handle rem. Sama sekali tidak bisa off seperti saat Mtb berkendara menyusuri jalanan kampung.

Betul Om. Lalu lintas kampung kan lancar. Hanya ada sedikit kendaraan yang melintas. Beda dengan lalu lintas kota yang macet.

Maka kemudian timbul pertanyaan dalam hati Mtb. “Apa dasar dari saran cara mengerem motor seperti itu tanpa pengecualian jalanan macet?”.

Hingga akhirnya Mtb mendapat jawabannya.

Menurut Trainer Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Doddy Setiadi kepada kobayogas.com: “Dalam berkendara motor (khususnya motor matik) memang sebaiknya kita menempatkan dua jari pada tuas rem kiri-kanan”.

Kenapa?

Karena pada lalu lintas padat, kita membutuhkan cara pengereman yang cepat, tapi tidak mendadak. Maka dari itu, sebagian jari tangan kita harus selalu siaga pada tuas rem.

Jadi sekarang prinsip lama bahwa tangan harus off dari tuas rem itu sudah tidak berlaku lagi.

Berlaku sih. Tapi mungkin hanya untuk sirkuit dan jalanan kosong saja. Sama sekali tidak tepat ketika kita berkendara dalam kemacetan jalanan kota.

Lah kalau melalui jalan raya tangan kita tidak siaga pada tuas rem, lantas bagaimana jika (misalnya) tiba-tiba ada orang yang menyeberang atawa ada kendaraan yang berhenti mendadak?

Resikonya kita bisa menambrak orang lain karena butuh waktu lebih lama untuk mengerem ketika posisi tangan tidak stand by pada handle rem.

Kesimpulan

Jadi jelas ya Om. Pada zaman now dengan jumlah populasi kendaraan bermotor semakin bejibun, maka tangan kita musti selalu siaga pada handle rem, khususnya saat kita berkendara melintasi jalanan macet.

Namun begitu, pastikan bahwa jari tangan benar-benar hanya menempel saja. Jangan sampai ada “sedikit” tekanan yang bisa membuat lampu rem terus menyala. Karena jika seperti itu, kita bakal membingungkan pengendara lain di belakang kita.

Selain itu, biasakan juga untuk selalu melakukan pengereman secara bersamaan antara rem depan dan rem belakang.

Kenapa lagi?

Karena jika Om Bro hanya menggunakan rem belakang saja, maka jarak pengereman akan jadi lebih panjang.

Bahkan pada kecepatan tinggi dapat mengakibatkan ban belakang ngesot alias sliding alias ngepot.

Dan pada dasarnya memang rem depan lebih efektif karena kendaraan bergerak ke arah depan. Namun begitu, jika hanya menggunakan rem depan tok doang pun motor jadi beresiko terpelanting, utamanya saat kecepatan tinggi.

So, selalu gunakan kedua rem secara bersamaan.

Kecuali dalam kondisi tertentu. Misale saja pada saat Om Bro melalui jalanan yang amat licin, contohnya jalanan tanah yang becek karena hujan, maka rem belakang jadi lebih efektif.

Yup. Pada jalanan yang luar biasa licin, penggunaan rem depan justru amat berbahaya lantaran mudah sekali motor terpelanting.

Nah, pada situasi dan kondisi seperti itu, maka gunakanlah rem belakang. Pun tentunya dengan mengurangi kecepatan berkendara.

Dan pamungkasnya, meskipun judul tulisan ini ialah tentang cara rem motor matic yang benar, namun secara umum berlaku juga untuk semua jenis motor, termasuk motor manual. (Mtb).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *