Cara Merawat Rantai Motor Agar Tidak Cepat Kendor

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro…!! Penting kiranya bagi kita untuk merawat rantai motor agar tidak cepat kendor. Karena hal itu amat berkaitan dengan keamanan dan keselamatan berkendara.

Advertisement

Cara merawat rantai motor yang benar sebenarnya tidaklah sulit. Yang penting kita harus rajin memeriksa kekencangan rantai, juga rajin melumasi rantai dengan pelumas yang dianjurkan.

Menurut apa yang pernah Mtb baca pada buku panduan manual Honda Fit X 2008 dan Yamaha Vega R 2008, jarak main bebas rantai ialah 2 cm-3 cm. Sedangkan menurut mekanik Duta Motor Sport Bekasi, Ryan Fasha, jarak main (jarak bebas) rantai motor yang dianjurkan adalah 1,5 cm-2 cm. (Detikoto, 14/4/2019).

Selain hanya menjaga setting ketegangan rantai, kita juga musti merawat rantai motor agar awet dengan cara melumasinya secara teratur.

Menurut banyak sumber yang Mtb ciduk, interval pelumasan rantai motor yang dianjurkan ialah setiap 500 km jarak tempuh. Itu normalnya… Disarankan lebih sering jika motor banyak dikendarai pada situasi dan kondisi ekstrim, misale sering digunakan berhujan-hujanan, sering kena banjir, atau pun sering dikendarai di daerah yang berdebu.

Pelumas yang digunakan pun sebaiknya menggunakan pelumas khusus rantai alias chainlube. Atau jika situasi darurat, bisa juga menggunakan oli gear atau pun oli mesin. Dengan catatan, oli gear / oli mesin itu ada dalam kondisi baru. Bukan oli bekas.

Kenapa??

Karena oli bekas mengandung gram-gram logam. Jika dipakai untuk melumasi rantai, gram-gram tersebut justru akan mengikis rantai dan malah membuatnya lebih cepat kendor.

Advertisement

Demikianlah cara merawat rantai motor agar tidak berkarat.

Pamungkasnya, jika rantai dan/atau gear sudah aus, maka segeralah ganti.

Kenapa??

Karena rantai dan gear yang sudah aus, maka berarti dia telah kendor… Jika rantai telah kendor, maka dia rentan terlepas dari gearnya.

Salah satu bahaya yang dapat terjadi ketika rantai motor lepas saat dikendarai ialah, rantai dapat terselip di antara sela gear dan swingarm. Jika itu terjadi, roda belakang bisa terkunci dan dapat menyebabkan sleeding alias ndlosor alias tergelincir dijalan.

Jangan pula memotong mata rantai yang telah aus dengan maksud supaya setelan rantai kencang kembali. Karena meskipun kencang, rantai yang telah aus berarti telah rapuh. Dia rentan putus dijalan jika dipaksakan.

Salah satu resiko rantai putus ialah seperti di atas… Dia bisa terselip di antara gear dan swing arm.

Selain resiko terselip, ketika rantai putus pun tenaga dari mesin akan terputus pula… Tidak tersalurkan ke roda. Dengan demikian, Om Bro akan kehilangan daya untuk bermanuver menghindari hambatan. Yang artinya Om Bro jadi beresiko terhantam oleh kendaraan lain.

Resiko lain yang dapat terjadi ketika rantai putus adalah, rantai dapat menghantam keras ke blok mesin. Akibatnya bisa saja blok mesin retak atau bahkan pecah. Demikian menurut penuturan mekanik Astra Motor Dewi Sartika, Widodo Tri Lumaksono (DetikOto, 14/4/2019).

Menyinggung perkara penggantian rantai-gear, penggantian harus dilakukan bersamaan satu set sekaligus. Jangan hanya mengganti rantai saja atau pun gear saja. Karena percuma, saat rantai baru tapi gear lama, maka rantai akan kalah dan jadi lebih cepat aus. Demikian pula sebaliknya… Jika hanya mengganti gear saja tanpa mengganti rantai, maka gear akan kalah dan menjadi lebih cepat aus dibanding biasanya.

Jangan pula menggunakan part KW… Biasanya rantai-gear KW bakal dorceng (kendor kenceng).

Rantai-gear yang dorceng akan menyulitkan Om Bro dalam menyetel jarak main bebas. Maka sebaiknya gunakan part original pabrikan.

Jika pun Om Bro ingin menggunakan part aftermarket, maka gunakanlah yang benar-benar telah terbukti mutunya. (Mtb).

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *