Cara Menjemput Penumpang di Zona Merah, Penting Bagi Driver Ojol

Motorisblog.com – Cara menjemput penumpang di zona merah. Om Bro / Sista driver ojek online sekalian… Di dunia kita, zona merah bisa menjadi suatu momok yang menakutkan, apa lagi bagi driver yang baru saja tergabung sebagai mitra, entah itu mitra Gojek, Grab atau pun platform lainnya. Pasalnya, jika kita melanggar zona merah, maka besar kemungkinan akan terjadi gesekan antara Om Bro dengan pelaku transportasi offline, khususnya tukang ojek pangkalan.

Tapi sebenarnya ada cara yang relatif aman ketika kita terpaksa harus masuk ke zona merah untuk menjemput penumpang.

Mtb tidak bisa jamin bahwa cara ini pasti efektif di kota-kota lain, terutama di kota besar. Tapi untuk kota kecil seperti Banjar Patroman, Mtb menggunakan cara ini sudah selama 4 bulan dan sejauh ini baik-baik saja. Padahal, di dua zona merah di kota Mtb juga sudah ada spanduk penolakan keras dari beberapa pihak pada keberadaan ojek online.

Nah, Mtb hanya akan sedikit sharing pada rekan-rekan yang baru bergabung menjadi driver ojek / taksi online, barangkali tips dari Mtb ini bisa bermanfaat untuk Om Bro / Sista sekalian.

CARA MENJEMPUT PENUMPANG DI ZONA MERAH

Pertama yang perlu Mtb garis bawahi disini adalah bahwa si kota Mtb, para driver Grab belumlah diwajibkan memakai atribut (helm dan jaket Grab). Bahkan pada saat pertemuan Komiunitas Persaudaraan Grab Banjar dengan Kapolres Banjar Patroman beberapa waktu lalu, Pak Kapolres justru menghimbau kami untuk jangan dulu menggunakan atribut. Maka dari itu, jika di kota Om Bro sudah di terapkan wajib atribut, mungkin ada baiknya Om Bro copot dulu atributnya. Bisa juga dengan cara membalikkan jaket Om Bro, bagian luar menjadi di dalam.

Nah, jika secara atribut Om Bro rasa sudah cukup aman dari pantauan ojek pangkalan dan lainnya, maka Om Bro bisa simak kelanjutan tips dari Mtb berikut ini,

. Pada umumnya, zona merah adalah terminal, stasiun, stasiun dan bandara. Tidak termasuk pasar dan mall. Jadi hanya 3 jenis lokasi tersebut yang patut Om Bro waspadai,

. Biasanya, di setiap zona merah pasti ada titik aman antar jemput penumpang ojek online. Sebagai contoh untuk wilayah Banjar Patroman, titik jemput terminal ada di indomaret, sementara titik jemput stasiun adalah ke arah lampu merah terdekat,

. Jika karena sesuatu hal kemudian penumpang minta dijemput di dalam, maka pastikan bahwa penumpang siap untuk acting berpura-pura menjadi saudara Om Bro mitra driver. Jadi istilahnya sedikit kamuflase untuk mengelabui pihak-pihak yang tidak suka akan keberadaan kita, misalnya saja para ojek pangkalan,

. Sebelum menuju lokasi, pastikan dulu ciri-ciri penumpannya. Misalnya, warna baju, warna kerudung dll. Pastikan melalui chat, sms atau pun telepon,

. Jika penumpang sudah on fire dan siap acting menjadi saudara Om Bro, maka ucapkan Basmallah (bagi Om Bro yang Muslim) dan segeralah meluncur ke lokasi untuk menjemput penumpang di dalam stasiun, terminal, bandara atau pun zona merah lainnya,

. Saat bertemu penumpang di lokasi, ajak penumpang tersebut bersalaman. Kemudian lontarkan pertanyaan basa-basi. Misalnya, “jam berapa dari sana?”, “gimana perjalanannya”…, atau pun pertanyaan-pertanyaan lainnya. Tapi jangan lebay juga… jangan over acting atau pun terlalu sok akrab. Di khawatirkan si penumpang justru akan merasa risih pada sikap Om Bro. Jangan sampai nanti muka Om Bro ditampar pakai sandal jepit atau kepala Om Bro ditimpuk asbak oleh penumpang. Wkwkwkwk…!!

. Setelah basa-basi (atau sambil basa-basi), ambillah tas / barang bawaan penumpang (jika ada tas besar atau bawaan banyak). Bantu angkat ke motor / mobil yang Om Bro gunakan sebagai armada,

. Sebaliknya, jika mengantar penumpang ke stasiun atau terminal, jika penumpang minta di antar sampai ke dalam, maka lagi, ucapkan Basmallah dan bersikaplah tenang,

. Sampai di dalam stasiun / terminal / bandara, bantu penumpang membawa barang bawaannya turun dari motor / mobil. Antarkan sampai ke dalam. Ingat, pastikan posisi Om Bro benar-benar aman dari pantauan Opang pada saat menyelesaikan order di aplikasi dan ketika menerima pembayaran. Atau ada baiknya pembayaran dilakukan di awal sebelum perjalanan dimulai sehingga nantinya tidak terjadi pembayaran di lokasi antar,

. Setelah selesai tugas, Om Bro jangan langsung cabut dari lokasi. Rehat sejenak pura-pura melihat jadwal kereta api atau jadwal bus. Bersikaplah seolah-olah Om Bro baru saja mengantar saudara, bukan mengantar penumpang ojek,

. Setelah rehat dan berakting sejenak, silahkan Om Bro keluar dari zona merah dengan tenang. Nyalakan motor / mobil dan tarik gas perlahan. Jangan melaju dengan sekaligus seolah Om Bro mau kabur…

. Apa bila terjadi situasi darurat, segera SOS di grup komunitas. Nah, disinilah salah satu pentingnya bergabung dengan komunitas ojek / taksi online. Kita jadi tidak sendirian ketika menghadapi masalah. Selain itu juga kita jadi banyak teman dan saudara seprofesi sehingga memperbanyak silaturahmi.

Maka dari itu, bagi Om Bro driver single fighter, Mtb sarankan lebih baik bergabung dengan komunitas Ojol yang ada di kota Om Bro masing-masing,

Catatan:
. Semua cara di atas hanya dilakukan jika terpaksa. Sebisa mungkin tetap menjemput dan mengantar penumpang di titik aman. Berikan pengertian pada penumpang bahwa lokasi-lokasi yang dimaksud adalah zona merah.

Sekian… sharing dari Mtb, semoga Om Bro berkenan. Kepada para suhu / senior Ojol, Mtb mohon koreksi jika ada kesalahan dalam artikel ini. Maklum Mtb masih baru, belum banyak tahu dunia ojek online. Mtb hanya sharing pengalaman, terutama pada teman-teman mitra ojol yang masih baru. (Mtb – Cara menjemput penumpang di zona merah).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: