Cara Mengurus Tilang di Kejaksaan: Ternyata Mudah Om…

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro…!! Mtb bakal share cara mengurus tilang di Kejaksaan… yang ternyata mudah. Hanya saja soal waktunya yang tidak bisa diprediksi. Tergantung jumlah antrian dihari itu.

Advertisement

Awal kisah… Papi mertua Mtb terjaring razia pada pertengahan November 2019. Kesalahannya ialah karena Papi lupa menyalakan lampu utama motor.

Di surat tilang tertulis tanggal sidang-nya adalah 28 November. Namun pada saat Mtb bersama Papi nge-cek ditanggal itu… ternyata nama Papi ngga ada di Pengadilan.

Hingga akhirnya dari pengadilan… Mtb diberitahu bahwa sidangnya adalah tanggal 5 Desember 2019.

Entah karena apa nih… Tapi ngga apa-apa lah ya…

Yo wiss… di tanggal 5/12/2019 Mtb kembali menuju Kejaksaan dan menyelesaikan kewajiban membayar denda tilang… sekaligus mengambil bukti tilang yang di tahan.

Cara Bayar Tilang di Kejaksaan

Saat Om Bro kena tilang akibat pelanggaran tertentu, lihat baik-baik pada berkas tilangnya… perhatikan tanggal berapa sidang tilang Om Bro ditetapkan.

Jika dirasa ada yang kurang jelas pada tulisan di berkas tilang, jangan segan untuk menanyakannya pada petugas polisi yang menilang Om Bro.

Ke Pengadilan atau ke Kejaksaan??

Pada tanggal 28 November 2019 Mtb langsung menuju ke Kejaksaan… Namun saat Mtb cek data disana tidak tercantum nama Papi mertua Mtb.

Dari kejaksaan Mtb di arahkan untuk menge-cek data tilang ke Polres… maka Mtb langsung menuju ke Polres Kota Banjar… karena Papi kena tilang di area wewenang Polres Kota Banjar Patroman.

Tapi sesampai ke Polres Banjar, Mtb justru di arahkan untuk cek data di Pengadilan Negeri Kota Banjar… maka Mtb segera menuju ke Pengadilan.

Tapi disayangkan lagi di Pengadilan pun Mtb tidak menemukan nama Papi… di papan pengumuman perkara sidang tilang hari tersebut.

Jadi Mtb ambil keputusan untuk menanyakan data Papi pada pegawai pengadilan yang Mtb temui disana.

Pegawai pengadilan tersebut kemudian cek tilang Papi pada jadwal sidang di Pengadilan Negeri Kota Banjar. Dari situlah Mtb mendapat informasi bahwa jadwal sidang Papi bukanlah di tanggal 28 November… melainkan mundur menjadi tanggal 5 Desember.

Kemudian disitu Mtb juga bertanya pada pegawai pengadilan… apakah di tanggal 5 Desember nanti Papi harus mengikuti sidang di pengadilan??

Namun pegawai pengadilan mengatakan bahwa Papi tidak harus mengikuti sidang… Jadi untuk pengambilan SIM punya Papi, Mtb bisa langsung menuju ke Kejaksaan Negeri saja pada tanggal yang telah ditentukan… yaitu 5 Desember 2019.

Nah… dari kisah tersebut Mtb bisa mengambil kesimpulan cara urus tilang sebagai berikut:

Cara Mengurus Tilang di Kejaksaan

Pastikan Tanggal Sidang dan Lokasi Kejaksaan

Pada saat kena tilang… saat itu juga Om Bro langsung lihat dan perhatikan surat tilangnya. Lihat tanggal berapa perkara Om Bro disidangkan.

Jika ada tulisan yang kurang jelas… saat itu juga tanyakan pada petugas polisi yang menilang Om Bro… kapan waktu sidangnya.

Dan jika Om Bro tidak tahu dimana letak lokasi Kejaksaan negeri tempat nanti Om Bro tebus denda tilangnya… maka sekalian saja tanyakan pada petugas polisi saat itu.

Jangan pakai emosi…

Mtb faham… seringkali seseorang merasa marah, jengkel dan sebagainya saat kena tilang. Tapi Om Bro juga harus menyadari bahwa tilang tersebut adalah sanksi atas pelanggaran Om Bro sendiri.

Artinya… jika Om Bro tidak melakukan kesalahan apa-apa, maka Om Bro pun tidak akan kena tilang.

Kadang orang tetap akan jengkel lantaran merasa bahwa kesalahan yang dia lakukan hanyalah kesalahan kecil… atau bahkan kesalahan yang sama sekali tidak disengaja atau pun tidak disadarinya.

Misale saja pengendara motor yang lupa menyalakan lampu utama di siang hari… dan sebagainya.

Tapi tetap saja emosi tidak akan dapat menyelesaikan masalah… bahkan hanya akan semakin memperkeruh keadaan.

Jadi akan lebih bijak jika Om Bro ikuti saja alurnya…

Datang ke Kejaksaan Pada Tanggal yang Telah Ditentukan

Jika semuanya sudah jelas… maka Om Bro datanglah ke Kejaksaan pada tanggal yang tertera di surat tilang.

Sesampainya di Kejaksaan… bertanyalah pada petugas kejaksaan yang ada di bagian depan. Tanyakan dimana letak papan pengumuman tempat ditempelnya daftar tilang.

Segeralah menuju papan pengumuman tersebut… lalu cari data Om Bro…

Caranya:

Lihat surat tilang Om Bro… Lihat nomor register surat tilangnya…

Nomor register surat tilang

Cari dan cocokkan dengan list yang tertera di papan pengumuman

Setelah datanya ditemukan… cek nama, alamat dan jenis pelanggarannya. Pastikan semua data tersebut sama dengan data Om Bro masing-masing

Buat Fotocopy KTP

Setelah data ditemukan… hampiri petugas yang berwenang di Kejaksaan tersebut… yaitu petugas bagian urusan tilang.

Advertisement

Jika Om Bro tidak tahu dimana dan yang mana petugasnya… tanyakan saja pada pegawai Kejaksaan yang Om Bro dapati disekitar situ. Tidak usah sungkan… tanyakan saja bagaimana prosedur pengurusan tilang di Kejaksaan tersebut.

Kata pepatah jaman old… “Malu bertanya sesat di jalan”…

Biasanya petugas disana akan menandai nomor urut surat tilang Om Bro… kemudian selanjutnya Om Bro akan diarahkan untuk membuat fotocopy KTP satu lembar.

Lakukan Pembayaran Denda di Tempat yang Telah Ditentukan

Di area Banjar Patroman… pembayaran denda tilang dilakukan lewat bank BRI.

Entah hanya di wilayah tertentu saja atau di seluruh Indonesia… yang jelas di Kota Banjar sih lewat bank BRI.

Tapi biasanya sih kita tidak harus membayar di bank-nya langsung. Seperti misalnya di Banjar… disana di dekat Kejaksaan ada Agen Link BRI yang bisa menerima pembayaran denda tilang.

Hanya saja kalau membayar di Agen Link BRI… Om Bro akan dikenai biaya administrasi… sedangkan jika membayar di teller bank tidak ada biaya administrasi apa-apa.

Begitu menurut informasi yang Mtb dapat…

Besaran biaya administrasinya kemarin Mtb kena Rp12.000…

Ambil Barang Bukti Tilang di Kejaksaan

Selesai membayar denda tilang… satukan copy KTP dan slip bukti pembayaran denda dengan surat tilang… kemudian Om Bro kembali menuju ke Kejaksaan.

Slip pembayaran denda tilang

Serahkan surat tilang, slip bukti pembayaran denda dan fotocopy KTP pada loket bagian pengambilan dokumen… selanjutnya Om Bro antri… tunggu nama Om Bro dipanggil.

Setelah nama Om Bro dipanggil… segera hampiri loket untuk mengambil SIM atau STNK yang ditahan pada saat penilangan.

Biasanya di tahap ini Om Bro akan dimintai nomor HP yang bisa dihubungi.

Penutup

Jika Om Bro sudah memahami langkah cara mengurus tilang di Kejaksaan… Om Bro bahkan bisa membayar denda tilang sejak awal… sebelum datang ke Kejaksaan.

Jadi sebelumnya Om Bro mampir dulu ke BRI… bayar denda tilangnya… kemudian Om Bro menuju ke Kejaksaan hanya tinggal untuk mengambil dokumen yang di tahan saja.

Slip Merah atau Slip Biru??

Dulu sih Mtb pernah dengar bahwa ada perbedaan cara membayar denda tilang untuk warna surat tilang yang berbeda.

Menurut informasi yang Mtb dengar… dulu… katanya jika surat tilangnya berwarna merah maka bayar denda-nya di pengadilan. Sementara jika surat tilangnya berwarna biru maka bayar denda-nya melalui bank.

Tapi menurut informasi yang Mtb dapat dari pegawai kejaksaan pada tanggal 5 Desember itu… sekarang pembayaran denda tilang semuanya dilakukan melalui bank.

Jika Nama Tidak Ada di Papan Pengumuman

Pada kasus yang Mtb alami… ditanggal 28 November Mtb tidak menemukan nama Papi di papan pengumuman di Kejaksaan… maka Mtb beralih menuju ke Pengadilan Negeri tempat perkara Papi disidangkan.

Tapi disana Mtb juga tidak mendapati nama Papi di papan pengumuman jadwal sidang.

Dari pengadilan itulah Mtb jadi tahu bahwa perkara Papi disidangkan pada tanggal 5 Desember… bukan pada tanggal 28 November seperti yang tertera di surat tilang.

Mtb penasaran dan menuju Mapolres…

Di Mapolres… Mtb mendapat informasi bahwa perkara tilang bisa diselesaikan di Mapolres di bagian tilang (Ditlantas)… dalam waktu maksimal 2 hari sebelum jadwal sidang perkara.

Jadi misale tanggal sidangnya adalah tanggal 5… maka Om Bro tidak harus menunggu tanggal tersebut untuk membayar denda tilang dan mengambil dokumen yang di tahan.

Om Bro bisa membayar denda melalui bank… kemudian Om Bro menuju ke Mapolres untuk mengambil dokumen (SIM atau STNK) yang ditahan… dalam waktu maksimal 2 hari sebelum tanggal sidang.

Artinya jika menggunakan contoh tanggal sidang adalah 5 Desember… maka maksimal waktu pengambilan dokumen di Mapolres adalah tanggal 3 Desember.

Tidak boleh lebih…

Lebih dari tanggal itu Om Bro harus mengambilnya di Pengadilan atau di Kejaksaan.

Tilang Pajak Motor Mati, Polisi Punya Wewenang?

Pamungkas…

Sebenarnya dalam keseharian Mtb memanggil mertua dengan sebutan ‘Bapak’. Tapi biar keren dan kekota-kotaan maka di artikel ini Mtb menggunakan sebutan ‘Papi’. Wkwkwkwkwk… Bisa aja lu lobang knalpot… (Mtb).

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *