Cara Mengukur Jarak Aman Berkendara di Jalan Raya

Motorisblog.com – Om Bro…!! Kebanyakan orang hanya mengandalkan feeling (perkiraan) saja dalam menjaga jarak aman berkendara di jalan raya. Sementara tiap-tiap orang feelingnya pasti berbeda-beda. Karenanya jarak antar kendaraan yang dihasilkan pun tentu berbeda-beda pula. Ada yang jauh, ada pula yang rapat.

Namun jika bicara secara bahasa aturan, Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu mengatakan bahwa jarak aman berkendara mobil di jalan raya adalah sekira dua detik dengan asumsi kecepatan yang sama. (Kompas, 10/6/2019). Jadi tidak bisa di ditentukan dalam satuan meter begitu saja Om… Beda kecepatan berkendara, beda pula jarak amannya. Semakin cepat laju kendaraan, maka semakin jauh pula jarak amannya. Demikian sebaliknya, jika laju kendaraan lambat, maka jarak amannya pun bisa lebih dekat.

Begini cara mengukurnya:

Ketika Om Bro berkendara di jalan raya atau pun jalan tol, samakan kecepatan dengan kendaraan di depan Om Bro. Kemudian cari patokan statis di bahu jalan, misalnya marka jalan, penunjuk jarak, atau pun patokan lainnya.

Nah, hitunglah jeda waktunya… Perkirakan jarak mobil di depan dengan mobil yang Om Bro kendarai. Hitunglah, saat mobil di depan melalui patokan yang Om Bro gunakan, hingga saat mobil Om Bro mencapai patokan itu ialah sekira dua detik (minimal).

Tujuan dari dijaganya jarak aman ialah untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas. Dengan jarak aman, Om Bro jadi memiliki waktu untuk merespon / melakukan pengereman / reflek menghindari potensi kecelakaan. Misale saja jika tiba-tiba kendaraan di depan rem mendadak, atau pun jika kendaraan di depan mengalami kecelakaan.

Intinya jarak aman dapat memperkecil resiko kecelakaan lalu lintas, khususnya tabrak belakang. Baik di jalan raya atau pun jalan tol. (Mtb).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: