Cara Menghitung Maksimal Kredit Motor yang Sehat

Motorisblog.com – Om Bro…!! Mtb sering mendengar kabar orang yang harus berurusan dengan debt collector atas sebuah tunggakan cicilan. Nah, disini Mtb akan share cara menghitung maksimal kredit motor supaya kejadian buruk seperti itu tidak akan menimpa kita sekalian.

Om Bro…!! Dari apa yang pernah Mtb alami di dunia persilatan kredit, juga dari hasil sharing dengan kawan yang bekerja di perusahaan pembiayaan, maka Mtb bisa menyimpulkan berapa persen cicilan dari gaji yang paling ideal. Dan hal ini bukan hanya berlaku untuk kredit motor saja, namun juga secara umum dapat menjadi patokan ideal berapa persen utang dari penghasilan.

Selanjutnya… Bicara perkara kredit motor, menurut Surat Edaran OJK No.47/SEOJK.05/2016, besaran uang muka untuk pembiayaan kendaraan bermotor ialah sebesar 5%-25% dari harga kendaraan. Ketentuan tersebut berlaku baik untuk leasing syariah atau pun leasing konvensional.

Dengan ketentuan itu, maka untuk mengajukan kredit motor entry level, Om Bro hanya harus memiliki uang beberapa ratus ribu saja sebagai DP.

Tapi kenyataannya tidak sesederhana itu… Setelah DP terbayar, unit motor dikirim kerumah, selanjutnya masih ada kewajiban angsuran bulanan yang harus Om Bro bayar setiap bulannya. Dan disinilah sering terjadinya kredit macet.

Besaran DP yang terlalu rendah sering kali membuat orang tergiur sehingga lupa untuk memperhitungkan dan mempertimbangkan kemampuan bayar angsurannya.

Lantas, idealnya berapa persen cicilan dari gaji?

Dulu… saat pertama kalinya Mtb hendak mengajukan kredit motor, pihak leasing menyarankan pada Mtb untuk mengambil yang nominal angsurannya sebesar 1/3 dari penghasilan bulanan Mtb. Nah, kebetulan saat itu Mtb tengah kerja dengan gaji tetap setiap bulannya, jadi ya gampang pisan menghitung 1/3-nya.

Selain apa yang Mtb alami kala itu, informasi lain dari Chief of Financial Officer Adira Finance, I Dewa Made Susila (detikOto, 15/11/2018) pun kurang lebihnya sama seperti itu. Bahkan menurut Dewa, yang paling ideal ialah jika penghasilan Om Bro mencapai 3 kali lipat dari nilai kebutuhan harian.

Jadi gambaran idealnya begini;
. 1/3 gaji untuk kebutuhan pokok,
. 1/3 gaji untuk dana cadangan darurat,
. 1/3 gaji untuk angsuran kredit motor,

Tapi Mtb sendiri menyimpulkan, jika kebutuhan pokok Om Bro lebih dari sepertiga gaji, pun tidak jadi masalah. Yang penting besaran angsuran kredit jangan sampai melebihi sepertiga gaji.

Umpamanya, gaji Om Bro Rp3 juta, maka idealnya besaran angsuran jangan sampai lebih dari Rp1 juta.

Atau jika gaji Om Bro Rp4,5 juta, maka sebaiknya jangan ambil kredit dengan besaran angsuran lebih dari Rp1,5 juta.

Atau lagi… jika gaji Om Bro Rp2 juta, ya jangan ambil kredit dengan besaran angsuran melebihi Rp700 ribu…

…begitu seterusnya…

Kemudian, perkara lain yang kadang membuat Om Bro terjebak ialah kenyataan bahwa semakin lama masa kredit, maka semakin besar pula bunga kreditnya. Lantaran kenyataan itu, banyak orang yang mengambil tenor kredit terlalu pendek demi supaya tidak membayar bunga terlalu besar… meskipun besaran angsurannya harus melebihi batas kemampuan yang sewajarnya.

Asli,… kejadian ini pernah terjadi di lingkungan keluarga Mtb, dimana ada salah seorang anggota keluarga yang punya angsuran kredit sebesar Rp1,2 juta, padahal gajinya hanya Rp2 juta. Dan kisah selanjutnya…??

Ngga usah di ceritain… yang jelas lebih parah dari hanya sekedar motor yang di tarik kembali oleh leasing.

Kisah itu berbanding terbalik dengan kisah Mtb yang lebih memilih tenor panjang meskipun jumlah total bunganya lebih besar… Bagi Mtb, yang penting angsuran lancar dan motor lunas dengan baik.

Memang sih iya… jika kemampuan finansial Om Bro mampu untuk membeli motor secara tunai, tentu itu lebih baik. Tapi pada situasi dan kondisi tertentu dimana pembelian secara tunai tidak mungkin di lakukan, maka pilihan kredit pun tidak buruk.

Kemarin ini Mtb baru saja menuliskan artikel tentang beli motor cash vs kredit. Silahkan Om Bro baca artikel tersebut jika ingin tahu perbandingannya. (Mtb – Cara menghitung maksimal kredit).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: