Cara Menghitung cc Motor: Ternyata Gampang Banget

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro! Dulu Mtb selalu menggunakan rumus volume tabung untuk mengetahui kapasitas asli silinder mesin. Dan hasilnya memang selalu mendekati sama dengan klaim pabrikan pada data spesifikasi resmi si motor. Namun kemudian Mtb mentok ketika mencari cara menghitung cc motor Tiger. Pasalnya, rumus volume tabung yang biasa Mtb gunakan ternyata tidak menghasilkan angka yang sesuai dengan klaim pabrikan.

Advertisement

Dan masalahnya lagi, saat ini Honda sudah tidak lagi memproduksi Tiger. Jadinya Mtb tidak bisa melacak data dari situs resmi AHM.

Untung saja ada banyak sumber lain yang bisa Mtb dapatkan melalui internet.

Kemudian setelah melalui beberapa percobaan perhitungan, akhirnya Mtb mendapati bahwa terkadang ada perbedaan dari dasar rumus volume tabung yang mereka gunakan.

Sebenarnya perbedaannya hanya sedikit sih. Hanya berbeda pada hasil angka desimalnya saja, yaitu angka setelah koma. Yang intinya, rumusnya tetap sama dengan rumus volume tabung yang kita dapat dari pelajaran matematika saat kita sekolah.

Cara Menghitung cc Motor

Keganjilan yang Mtb temukan ialah karena hasil perhitungan Mtb ada sedikit selisih dengan data yang banyak beredar.

Jadi begini.

  • Rumus volume tabung adalah: 22/7 × r × r × p
Note:
  • ‘r’ adalah jari-jari, yaitu setengah diameter tabung atau silinder
  • ‘P’ adalah panjang tabung atau panjang langkah piston

Nah. Yang jadi masalah adalah karena rumus dasar 22/7 tersebut akan menghasilkan angka 3.1428571429. Sedangkan banyak orang yang mengganti 22/7 itu dengan pembulatan dua desimal pada belakang koma, yaitu menjadi 3.14 saja. Maka wajar saja jika kita menggunakan rumus 22/7 hasilnya akan ada sedikit perbedaan dari ketika kita menggunakan rumus 3.14.

Meskipun begitu, jika Mtb perhatikan dari beberapa data spesifikasi motor, ternyata pihak pabrikan cenderung lebih banyak menggunakan rumus 3.14 ketimbang 22/7.

Yo wis. Yang penting kita sudah tahu perbedaan desimalnya, jadi kita akan maklum jika ada sedikit perbedaan desimal dari perhitungan kita dan perhitungan orang lain.

Lantas, apa sih perlunya kita tahu tentang kapasitas asli mesin motor?

Ya cuma sekedar untuk menambah wawasan saja Om. Soale pabrikan kan biasanya selalu menggunakan pembulatan angka untuk klaim produk-produknya. Misalnya saja motor Honda Beat Street 2019 yang mereka sebut 110cc, padahal aslinya cuma 108.2cc saja.

Atau juga Honda Beat 2020 yang katanya 110cc, padahal aslinya 109.5cc.

Selebihnya selain hanya untuk menambah wawasan, rumus ini juga berguna bagi Om Bro yang akan melakukan modifikasi oversize kapasitas mesin motor. Entah itu bore up ataupun stroke up.

Yo wis. Sekarang kita coba cara menghitung cc motor Honda Tiger 2000

Advertisement
dan beberapa contoh motor lain yang saat ini masih produksi.

Cara Menghitung cc Motor Tiger

Bentang lingkar alias diameter piston mesin Honda Tiger adalah 63.5 mm dan langkah pistonnya adalah 62.2 mm. Sementara itu klaim pabrikan atas volume silinder Honda Tiger persisnya adalah sebesar 196.9cc.

Sebelum kita hitung menggunakan rumus, kita pecahkan dulu bahwa ‘r’ (jari-jari) adalah setengah dari diameter piston. Maka ‘r’ adalah 63.5 mm bagi dua = 31.75 mm.

Sekarang kita masuk ke perhitungannya.

  • Rumus volume tabung adalah: 3.14 × r × r × P

Sedangkan untuk perhitungan cc motor, setelah rumus tersebut, kita masih harus membaginya lagi dengan angka 1000. Maka rumusnya menjadi (3.14 × r × r × p) / 1000.

Maka rumus lengkapnya adalah 3.14 × 31.75 × 31.75 × 62.2. Dan hasilnya adalah: 196.882,xxx.

Kemudian hasil tersebut kita bagi 1000, maka hasil akhirnya adalah 196.882.

Selanjutnya tiga angka setelah koma, yaitu 882, kita bulatkan lagi menjadi angka 9. Maka hasil akhirnya adalah 196.9cc. Persis seperti klaim pabrikan.

Sekarang kita lanjut ke contoh lain tapi secara singkat saja.

Cara Menghitung cc Motor Mio M3

Melalui data spesifikasi teknis resminya, kita ketahui bahwa bore × stroke alias diameter × langkah piston mesin Yamaha Mio M3 adalah 52.4 × 57.9 mm.

Ingatlah bahwa angka diameter piston harus kita bagi dua terlebih dahulu untuk mendapatkan ‘r’ (jari-jari).

Maka volume silinder Yamaha Mio M3 adalah: 3.14 × 26.2 × 26.2 × 57.9 / 1000 = 124.8cc.

Menghitung cc Honda Beat

Yang kita hitung kali ini ialah cc Honda Beat 2019 ya Om. Bukan Beat 2020.

Kita ketahui bore × stroke Honda Beat 2019 adalah 50 × 55.1 mm. Maka kapasitas silindernya adalah 3.14 × 25 × 25 × 55.1 /1000 = 108.13cc.

Menghitung cc Satria FU

Kita ketahui diameter × langkah piston Suzuki Satria F150 2018 adalah 62 × 48.8 mm. Maka kapasitas mesin Satria FU adalah 3.14 × 31 × 31 × 48.8 / 1000 = 124.26cc.

Cara Menghitung cc Motor Jupiter Z1

Diameter piston Yamaha Jupiter Z adalah 50 mm dan langkah piston’nya adalah 57.9 mm. Maka volume silindernya adalah 3.14 × 25 × 25 × 57.9 / 1000 = 113.63cc.

Cara Menghitung cc RX King

Diameter piston Yamaha RX King adalah 58 mm, sedangkan langkah piston’nya adalah 50 mm. Maka kapasitas mesin RX King adalah 3.14 × 29 × 29 × 50 / 1000 = 132.04cc.

Cara Menghitung cc Honda Supra Fit

Diameter piston Honda Supra Fit adalah 50 mm dan langkah pistonnya adalah 49.5 mm. Maka kapasitas mesin Honda Supra Fit adalah 3.14 × 25 × 25 × 49.5 / 1000 = 97.14cc.

Nah. Gampang kan Om?

Hokeh. Mtb rasa cukup contohnya.

Dan sekali lagi Mtb ingatkan, jika Om Bro mendapati ada sedikit perbedaan dari hitungan tadi, maka kemungkinannya adalah angka 3.14 pada rumus dasarnya ita ia ganti menggunakan 22/7 sehingga ada perbedaan pada desimal belakang koma. (Mtb).

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *