Cara Menghidupkan Motor di Pagi Hari yang Baik dan Benar

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro! Perkara cara menghidupkan motor di pagi hari yang benar, sebenarnya simple. Tapi kadang ada saja biker yang menganggapnya sebagai suatu ritual yang rumit. Ada yang bilang harus engkol beberapa kali sebelum start, dan lain sebagainya.

Advertisement

Jika Om Bro mau membaca buku pedoman pemilik motor masing-masing dengan seksama, sebenarnya hal itu tidak ada. Tidak ada anjuran apalagi kewajiban untuk mengengkol pada saat start motor pagi hari. Yang ada hanya panduan untuk mengengkol secara normal atau menggunakan tombol elektrik starter secara normal.

Anjurannya kurang lebih, “Tekan tombol start jangan lebih dari 5 detik”. Jika mesin tidak menyala, berikan jeda selama 5 detik, kemudian coba start lagi.

Udah, gitu doang.

Stang Kanan Honda Spacy FI 2013

Terus bagaimana dan atas dasar apa bisa muncul berbagai teori start mesin pagi hari?

Entah dari mana asal mulanya, tapi sebenarnya teori-teori tersebut mempunyai tujuan baik.

Tujuannya yaitu agar mesin motor menjadi awet.

Pemanasan Mesin

Dulu, zaman jayanya motor Honda Astrea Star dan Honda Astrea Prima, Mtb pernah membaca buku panduan manual motor milik paman. Kalau tidak salah ingat, pada buku tersebut tertulis bahwa memanaskan mesin motor cukuplah hanya 1-2 menit saja. Kalau terlalu lama justru akan cepat menimbulkan perubahan warna pada leher knalpot dan beberapa efek buruk lainnya.

Tapi itu dulu. Sekarang sudah berbeda. Konstruksi mesin zaman dulu berbeda dengan mesin-mesin sekarang.

Dulu, mesin Astrea series membutuhkan oli dengan SAE 20W-50, bahkan Honda Astrea Star boleh menggunakan SAE tunggal, yaitu SAE 40.

Tapi sekarang Honda menganjurkan motornya menggunakan SAE 10W-30 karena jarak antar part dalam mesin zaman now lebih rapat ketimbang konstruksi mesin zaman old. Jadinya ya harus menggunakan oli dengan viskositas rendah alias oli encer.

Nah. Tujuan dari pemanasan mesin pagi hari adalah supaya sirkulasi oli menjadi lancar. Supaya bagian dalam mesin telah terlumasi dengan sempurna sebelum kita memulai perjalanan, yang hasilnya performa motor akan lebih lancar dan ringan.

Tidak perlu terlalu lama, cukup 1-5 menit saja

Selain perbedaan paham tentang pemanasan mesin pagi hari, ternyata ada paham lain lagi bahwa untuk motor injeksi, tidak wajib memanaskan mesin.

Nah, kata yang Mtb perhatikan adalah kata “tidak wajib”. Artinya boleh kita lakukan dan boleh juga tidak.

Kemudian perkara cara memanaskan mesin pun ada suatu fenomena yangmana sang biker menggeber-geber puntiran gas. Padahal menurut Technical Service Training Manager PT Astra Honda Motor (AHM), Sarwono Edi kepada media Viva, cara tersebut justru salah.

Menurut Sarwono Edi, cara menggeber-geber gas saat memanaskan mesin justru akan membuat komponen mesin menjadi lebih mudah aus. Soalnya itu mesin kita geber tanpa beban apa-apa.

Advertisement

Kecuali jika si motor jarang Om Bro gunakan, misalnya hanya 1-2 kali seminggu. Itupun tidak boleh terlalu geber juga. Cukup pada kisaran 3000 rpm saja. Yang penting hanya agar sirkulasi oli menjadi sempurna.

Cara Menghidupkan Motor di Pagi Hari yang Baik dan Benar

Tadi sudah Mtb tuliskan bahwa sebenarnya tidak ada cara khusus untuk menghidupkan motor pada pagi hari. Petunjuk dari pabrikan melalui buku panduan sangatlah simple. Namun begitu, ada pandangan lain yang menurut Mtb baik untuk kita terapkan.

Ada suatu tips dari salah satu mekanik AHASS Bintang Motor Buaran, Jakarta Timur, Muhammad Robiansyah kepada Media Viva. Menurutnya supaya motor lebih awet, start motor pagi hari sebaiknya menggunakan kick starter alias engkol ketimbang menggunakan tombol starter. Alasannya karena jika pagi hari selalu menggunakan starter elektrik, maka usia aki akan jadi lebih pendek.

Selain itu, penggunaan elektrik starter pada pagi hari juga bisa menyebabkan malfungsi kelistrikan.

Teorinya begini.

Tegangan awal baterai secara normal adalah sekira 12.35 Volt.

Jika pada pagi hari kita menggunakan starter elektrik, tegangannya bisa drop hingga 9 Volt.

Berbeda dengan jika kita engkol. Mesin menyala kemudian kita kendarai.

Dan untuk menyalakannya kembali saat suhu mesin telah hangat, tegangan aki tidak akan turun drastis dan menguras cadangan pengisian karena hanya butuh 10.5 hingga 11 Volt saja untuk start.

Gejala Malfungsi Sistem Kelistrikan

Jika terjadi malfungsi, maka akan ada tanda dari MIL (Malfunction Indicator Lamp) yang menyala panjang sebanyak lima kali dan berkedip pendek dua kali. Mesin tidak bisa menyala, bahkan arus ke bagian speedometer pun tidak sampai.

Malahan untuk menggerakkan jarum speedometer pun tidak akan bisa.

Tapi itu kasus langka. Jadi bukan berarti kalau selalu menggunakan starter elektrik maka pasti akan terjadi malfungsi. Tidak selalu lo ya Om.

Itu teori dari mereka yang ahli.

Prinsip Mtb

Kalo buat Mtb sendiri sih tidak ada teori yang njelimet seperti itu. Mtb selalu menggunakan kick starter alias engkol alias selahan untuk menghidupkan mesin pada kondisi mesin dingin, misale pada pagi hari atau selepas motor parkir dalam waktu lama.

Tapi bukan karena alasan apa. Mtb hanya ingin memberdayakan saja, supaya kedua starter (elektrik dan kick) terpakai. Soale umumnya pada motor skutik, kick starter bisa jadi rada macet jika tidak pernah kita gunakan.

Perlunya ialah jika ketika tiba-tiba starter elektrik mati, terus engkol juga macet, kan jadi repot kan Om. (Mtb).

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *