Cara Mengencangkan Rantai Motor yang Baik dan Benar

Motorisblog.com – Om Bro…!! Meskipun terdengar sederhana, tapi cara mengencangkan rantai motor harus mempertimbangkan beban rata-rata yang sering dimuat. Karena jika tidak, akibatnya bisa mengganggu kenyamanan, bahkan membahayakan keamanan dan keselamatan.

Betul Om… Mtb kira kebanyakan orang sudah faham bahwa efek rantai motor kendor ialah dapat menimbulkan suara berisik, menurunkan tenaga mesin yang disalurkan ke roda, juga beresiko rantai terlepas dari gear-nya. Karena itulah biasanya pemilik motor tidak akan berlama-lama membiarkan rantai motornya dalam kondisi kendor.

Tapi begitu, kita juga musti faham bahwa rantai yang terlalu kencang pun memiliki efek buruk. Pertama, perputaran roda menjadi berat (seret), dan yang kedua, rantai beresiko mudah putus ketika Om Bro membawa beban berat atau pun sering berboncengan.

Yup… Bener pisan Om… Rantai yang terlalu tegang, ketika dibawa mengangkut beban berat, maka ia akan mudah putus.

Lantas, bagaimana cara mengencangkan rantai sepeda motor yang benar…??

Yaitu tadi… sesuaikan dengan bebannya. Jika Om Bro sering berboncengan atau pun sering mengangkut beban berat (misale motornya dijadikan kendaraan niaga), maka jangan menyetel rantai terlalu kencang. Singkatnya, selaraskan antara ketegangan rantai dengan rata-rata beban si motor.

Sementara itu, jika mengacu pada buku panduan manual Honda Fit X yang pernah Mtb miliki, cara mengencangkan rantai motor bebek yang benar ialah dengan mengacu pada jarak main bebasnya.

Menurut saran Honda, jarak main rantai bagian bawah ketika di dorong ke atas ialah sekira 2 cm – 3 cm. So… sederhananya kita ambil angka tengah, maka 2,5 cm.jarak main bebas rantai motor

Kemudian selain itu… Mtb sarankan Om Bro jangan menggunakan rantai gear set KW ketika komponen tersebut telah tiba waktunya untuk diganti.

Kenapa…??

Karena Mtb punya pengalaman buruk dengan rantai gear set KW, yaitu rantai jadi dorceng (kendor-kenceng). Akibatnya, Mtb jadi kesulitan menentukan jarak main bebas ideal yang sesuai dengan anjuran pabrikan.

Jika pun karena pertimbangan harga, kemudian Om Bro tidak mau menggunakan Genuine Parts, maka setidaknya gunakanlah part aftermarket yang telah terbukti punya mutu bagus. (Mtb).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: