Cara Mengatasi Ban Tubeless Kempes Terus Padahal Tidak Bocor

Motorisblog.com – Om Bro…!! Setelah 6 tahun lamannya, akhirnya Mtb share juga cara mengatasi ban tubeless kempes terus. Karena sebelum ini, Mtb belum pernah mengalami masalah tersebut… Maka jelas Mtb belum bisa share pada Om Bro sekalian… Hingga pada awal bulan Oktober 2019 lalu, akhirnya Mtb mengalaminya juga.

Yup… Sejak akhir tahun 2013 lalu, saat motor matic nan gendut dan lemot milik Mtb dikirim dari dealer, Mtb langsung mencabut ban dalamnya… Ban standar tube tipe yang aslinya pakai ban dalam, Mtb paksa untuk dijadikan ban tubeless. Barulah setelah ban asli bawaan pabrikan tersebut menipis, Mtb menggantinya dengan ban tubeless motor yang asli.

Setelah itu, Mtb lanjut selalu menggunakan ban tubeless hingga sekarang, saat artikel ini ditulis. Yang artinya, Mtb sudah hampir 6 tahun menggunakan ban tubeless dan selama ini baik-baik saja… Tidak pernah ada masalah yang berarti… Hingga pada beberapa minggu yang lalu, akhirnya Mtb mengalaminya juga.

Kenapa Ban Tubeless Kempes Terus Padahal Tidak Bocor…??

Pada tulisan sebelum ini, Mtb sudah pernah membahas perkara penyebab ban tubeless kempes terus… Salah satunya yang paling dominan ialah karena bagian sisi ban yang tidak rapat pada velg.

Yup… Itu juga yang Mtb alami… Karena velg yang Mtb gunakan adalah velg palang standar biasa bawaan pabrikan yang peruntukkannya bukan khusus untuk ban tubeless.

Selain itu, hal yang juga dominan menjadi penyebab ban tubeless tiba tiba kempes adalah kualitas ban-nya itu sendiri… Dimana biasanya sisi ban mengeras sehingga dia tidak menekan sempurna pada bibir velg… Yang karenanya, sebagian angin lolos dari celah tersebut sehingga ban tubles kempes mulu.

Mtb berani menyimpulkan demikian karena sebelumnya Mtb sudah membawa motor Mtb ke bengkel tambal ban tubeless. Dan disana, Mtb tidak menemukan adanya kebocoran pada permukaan ban atau pun pada pentil-nya.

Betul Om… Kerusakan pentil juga dapat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan ban motor tubeless tiba tiba kempes.

Solusi Ban Tubeless Sering Kempes Tapi Tidak Bocor

Meskipun Om Bro menggunakan ban tubeless baru, tapi atas beberapa faktor di atas, ban bisa saja kempes sendiri meski tidak ada kebocoran pada permukaan ban dan tidak ada kerusakan pada pentil.

Dalam kasus ini, biasanya tekanan angin akan cepat kempes dalam satu hari, dua hari, satu minggu atau paling lama dua minggu.

Nah, jika ban tubeless kempes tanpa adanya kebocoran pada permukaan ban dan tidak ada kerusakan pada pentil, Mtb punya solusinya… Yaitu dengan cara memberikan oli pada celah antara sisi ban dengan bibir velg.

Betul Om… Resep ini Mtb dapatkan dari salah satu tetangga Mtb. Dia sebenarnya bukan ahli otomotif atau pun mekanik bengkel, tapi dia punya pengalaman dalam mengatasi ban tubeless yang gampang kempes.

Mtb sudah menjajalnya sendiri dan terbukti efektif…

Iya Om… untuk mengatasi masalah ban tubeless mudah kempes, kita hanya membutuhkan beberapa cc oli dan satu buah kwas. Caranya ialah, kempeskan (buang angin ban) terlebih dahulu sampai ban benar-benar kempes. Jika perlu, gunakan kunci pentil, lepas dulu inti pentilnya supaya angin ban benar-benar habis.

Setelah itu, tuangkan sekira 50cc atau 100cc oli mesin bersih pada wadah kecil…

Setelah oli dan kwas siap, tekan sisi samping ban sehingga terbuka celah antara sisi ban dengan bibir velg. Lantas pada celah tersebut, oleskan oli dengan menggunakan kwas.

ban tubeless diberi oli supaya tidak mudah kempes

Lakukan hal tersebut pada sekeliling ban sampai merata…

Selesai,, kini ban motor Mtb telah sembuh dan tidak lagi selalu kempes dalam waktu beberapa hari.

Terus, apa sih pengaruh oli terhadap hal ini??

Menurut asumsi Mtb, awal masalah kempesnya ban motor Mtb ialah karena sisi ban yang mengeras, tidak lentur, sehingga tidak menekan dan menapak sempurna pada bibir velg. Nah, dengan di olesi oli, maka sisi ban menjadi lentur sehingga menekan dengan sempurna pada bibir velg saat ban diisi tekanan angin.

Lantas, apakah harus menggunakan oli mesin yang masih bersih (oli baru)…??

Kemungkinannya sih pakai oli bekas pun ngga masalah. Tapi Mtb lebih memilih menggunakan oli baru supaya tidak terlalu belepotan pada tangan, velg dan ban-nya itu sendiri. Selain itu, oli bekas juga mengandung kotoran yang dikhawatirkan akan mengganjal di sela antara sisi ban dengan bibir velg.

Dan dengan adanya kotoran seperti itu, dikhawatirkan kebocoran tidak akan sembuh lantaran ada celah udara antara ban dan velg yang disebabkan oleh ganjalan kotoran.

Untuk mengakali supaya sisa oli tidak mubazir, Om Bro bisa membeli oli baru dengan kapasitas lebih. Misale mesin motor Om Bro punya kapasitas oli 800 ml, maka Om Bro beli oli yang kemasannya 1 liter. Dengan begitu, setelah digunakan pada ban, sisa olinya masih memadai untuk mengganti oli mesin yang lama. Jadi, tidak ada yang mubadzir.

Satu hal lagi… Saat mengoleskan oli pada celah ban dan velg, Om Bro akan membutuhkan alat semacam sendok ban. Karena jika ditekan secara manual menggunakan tangan, keras Om… Sakit tangan… Ngga kuat. Kecuali jika Om Bro mengerjakannya berdua. Satu orang menekan ban menggunakan dua tangannya dan satu orang lagi mengoleskan olinya.

Cara yang Mtb lakukan ialah tangan kosong alias tanpa alat. Tapi Mtb mengerjakannya berdua dengan istri. Wkwkwkwk…!! Mtb yang menekan ban, istri yang mengoleskan olinya menggunakan kwas.

Pamungkasnya, cara ini sebenarnya bukanlah ilmu baru. Ini cara lama yang sudah diketahui dan dipraktekkan banyak orang. Tapi tentunya belum semua orang tahu… Tetap masih ada orang yang belum tahu… Termasuk Mtb sendiri juga belum lama tahu-nya baru-baru ini saja… (Mtb).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: