Cara Memegang Gas Motor yang Benar, Ada Dua Pendapat Berlawanan

Motorisblog.com – Om Bro…!! Hingga saat ini masih ada perbedaan pandangan perkara cara memegang gas motor yang benar. Satu pendapat mengatakan jari harus off dari handle rem, sementara pendapat lain mengatakan bahwa sebagian jari tangan justru harus stand by pada handle rem.

Lah, mana yang bener tuh…??

Menariknya Om, ternyata keduanya benar. Mtb sudah buktikan sendiri bahwa keduanya benar. Hanya saja, situasi dan kondisi jalanannya-lah yang membedakan, kapan harus off, dan kapan harus stand by pada tuas rem.

Yup… Menurut pengurus divisi Safety Riding Asosiasi Honda Jakarta, Agung Firman, cara pegang gas motor yang benar adalah dengan menggenggam penuh / mengepal pada handgrip. (Viva, 9/5/2019).

Kata Agung, keberadaan jari pada tuas rem justru berbahaya karena dapat mengakibatkan pengereman refleks yang justru bisa merusak kontrol keseimbangan motor. Sementara jika tangan menggenggam penuh handgrip, arah motor jadi lebih terkontrol tanpa khawatir genggaman lepas ketika melalui hambatan, misale lubang jalanan.

Om Bro… Pandangan akan cara memegang gas sepeda motor seperti ini sudah pernah Mtb baca sejak lebih dari 20 tahun lalu… Dan pada dasarnya Mtb setuju karena Mtb telah membuktikan sendiri kebenarannya.

Dengan cara menggenggam kuat grip gas, Mtb lebih leluasa dalam mengontrol gas. Buka tutup gas lebih maksimal lantaran pergerakan pergelangan tangan lebih leluasa. Pergelangan tangan pun tidak mudah lelah meski dulu Mtb acap kali mudik ratusan kilometer…

Tapi… Bagaimana ketika kita berkendara di jalanan padat, atau bahkan macet…??

Naahh… Itu dia Om… Pada situasi seperti itu, cara memegang gas motor yg benar ialah seperti anjuran dari Trainer Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Doddy Setiadi.

Menurut Doddy, cara memegang gas motor matic yang benar ialah dengan stand by dua jari pada tuas rem. Kisah selengkapnya ada di artikel berikut ini:

Cara Rem Motor Matic yang Benar

Lah, itu kan untuk motor matic??

Betul Om… Namun dari praktek Mtb dilapangan, anjuran Doddy adalah cara yang tepat untuk motor bertransmisi apa pun, ketika kita berkendara di perkotaan.

Iya Om… Pada lalu lintas perkotaan yang padat, Mtb justru merasakan resiko yang lebih besar ketika sebagian jari tangan tidak stand by pada tuas rem.

Kenapa??

Karena pada arus lalu lintas yang padat, kita membutuhkan pengereman yang cepat, namun tetap tidak mendadak. Sementara hal itu akan sulit dilakukan ketika jari tangan off dari handle rem.

Lah iya Om…!! Bagaimana jika tiba-tiba ada orang yang menyeberang sembarangan?? Atawa misale di depan ada kendaraan lain yang rem mendadak?? Resikonya Om Bro bisa menabrak jika pengereman tidak cepat. Sementara jika posisi jari tangan tidak stand by pada handle rem, maka proses pengereman pun akan jadi lebih lambat.

Itu logika Mtb…

Jadi pamungkasnya, kedua cara tersebut di atas itu benar. Tinggal disesuaikan saja dengan situasi dan kondisi jalanan.

Cara pertama cocok untuk sirkuit, untuk perjalanan jarak jauh, untuk jalanan rusak, dan untuk jalanan yang lengang. Sementara cara kedua cocok untuk berkendara di kemacetan kota.

Tapi pun begitu, Om Bro harus ingat baik-baik… Ketika menggunakan cara kedua, pastikan jari hanya sekedar stand by saja di handle rem. Jangan sampai ada sedikit tekanan yang bisa membuat lampu rem menyala. Karena jika lampu rem menyala, pengendara lain di belakang Om Bro bisa dibuat bingung jadinya. (Mtb).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *