28 Cara Membeli Motor Bekas Berkualitas yang Benar

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro! Ada 28 hal yang harus Om Bro fahami tentang cara membeli motor bekas berkualitas. So, tidak panjang basa-basi, kita langsung cekidot bae Om.

Advertisement

Cara Membeli Motor Bekas Berkualitas Baik

1. Pastikan tidak ada cacat fisik

Bagian pertama yang harus Om Bro periksa adalah tampilan fisik secara kasat mata.

Periksa dan pastikan cat, sticker, jok, lapisan krom dan peralatan plastik ada dalam kondisi baik.

Sedikit lecet tidak masalah (namanya juga motor second), asal tidak pecah atau baret parah.

2. Pastikan baterai (accu / aki) bekerja dengan baik

Cobalah cek klakson, starter electric dan lampu-lampu.

Jika aki mati total, dapat dipastikan fungsi-fungsi kelistrikan tidak akan berjalan. Sebaliknya, jika aki ada dalam kondisi baik, maka peralatan elektrik juga akan berfungsi dengan baik (kecuali jika ada masalah lain).

3. Periksa jumlah bahan bakar

Bukan bermaksud menyebut Om Bro norak, tapi biasanya orang akan merasa senang sekali saat pertama kali bisa membeli motor dengan uang sendiri. Apa lagi jika usia Om Bro masih relatif muda. Bisa saja saking senangnya Om Bro tidak memeriksa bahan bakar, motor langsung di bawa pulang, lalu kehabisan bensin di jalan.

4. Periksa kran dan saluran bensin

Jika motor yang Om Bro beli menggunakan kran manual, periksa dan pastikan kran bahan bakar ada dalam kondisi baik.

Cobalah nyalakan mesin dan test ride selama beberapa menit. Motor akan melaju mulus jika kran dan saluran BBM’nya baik.

Periksa juga kran dan saluran bahan bakar terhadap kebocoran.

5. Periksa volume oli dan blok mesin

Tahapan cara membeli motor bekas berkualitas yang berikutnya adalah dengan memeriksa oli mesin.

  • Buka penutup oli, lap sticknya dengan kain kering
  • Masukkan kembali tutup oli tanpa menyekrupnya
  • Keluarkan penutup oli dan baca ketinggian olinya

Selain itu, periksa juga seluruh blok mesin. Pastikan blok mesin ada dalam keadaan bersih dan kering, tidak ada bekas kebocoran (rembesan) oli.

6. Periksa kopling manual (sport) atau kopling otomatis (bebek) serta pedal gigi

Coba kendarai motor, rasakan perpindahan gigi transmisinya.

Jika kopling terasa keras, setel ulang bila perlu.

7. Periksa rem

  • Cek kelancaran handle dan pedal rem
  • Ukur (perkirakan) jarak main bebas; setel ulang bila perlu

Jarak main bebas untuk rem tangan adalah 1-2 cm, sedangkan rem kaki adalah 2-3 cm.

8. Periksa kinerja putaran gas tangan

Pastikan putaran gas beroperasi dengan lancar. (Dalam kondisi mesin mati) cobalah putar gas sampai terbuka penuh, kemudian lepaskan.

Putaran gas harus menutup dengan sempurna saat Om Bro lepaskan.

Walaupun sepertinya hal sepele, tapi sebenarnya hal ini sangat penting.

Mtb pernah punya pengalaman buruk, yaitu gas motor macet pada kecepatan tinggi.

Bisa dibayangkan saat Om Bro ngebut kemudian putaran gas macet, maka Om Bro akan setengah mati berusaha menghentikan laju motor. Jadi pastikan putaran gas tangan dapat berjalan dengan baik.

9. Periksa spion

Pastikan spion terpasang dengan erat.

Mtb pernah membeli motor second (bekas) yang tidak terkontrol spionnya. Tahu-tahu dalam perjalanan spionnya copot dari pangkal. Eh, ternyata dudukan spionnya las-lasan bekas patah.

Nah, pastikan Om Bro tidak mengalami hal seperti Mtb.

Dan jika spion yang terpasang bukan standar, maka tanyakanlah spion originalnya pada pemilik pertama. Barangkali si pemilik pertama masih menyimpannya.

10. Periksa sayap dan front cover

(Khusus motor matic dan bebek), seperti yang sudah Mtb sebutkan pada nomor satu, pastikan sayap dan front cover ada dalam keadaan baik. Tidak pecah atau pun lecet parah.

Perhatikan juga dudukan pemasangan sayap. Bisa jadi sayap terlihat utuh tapi sebenarnya dudukan sayap (atau lubang baut) sudah ada yang rusak / patah / pecah. Dan jika ternyata seperti itu, maka di pastikan Om Bro akan mendapatkan motor dengan sayap yang bergetar karena kendor.

11. Periksa mur dan baut

Periksa mur atas stang dan mur roda. Pastikan drat (ulir) baut masih bagus dan mur terpasang dengan erat.

Selain ulir, pastikan juga penampang mur masih bagus dan tidak ada aus.

Jika ulir as (baut) dan mur terlihat aus, maka berilah air minum.

Wkwkwkwk! Itu “haus” Om. Bukan aus.

12. Periksa roda

Beralih ke sektor kaki, periksa keolengan roda (velg) dan kekencangan jari-jari. Pastikan juga bearing (laher) masih layak pakai.

Kondisi yang tidak baik pada sektor roda akan mengakibatkan motor “goyang” (tidak stabil) saat di kendarai.

Perlu di ingat bahwa goyangan pada motor tidaklah sama dengan goyang dangdut. Jadi ngga akan enak rasanya.

13. Periksa ban

  • Perhatikan ketebalan profil ban
  • Periksa ban dari benjolan atau benda asing seperti alien dan sebagainya

Wkwkwkwk. Maksudnya benda asing semisal paku atau benda tajam lainnya.

14. Periksa rantai

  • Cek kelancaran putaran rantai
  • Pastikan rantai tidak dorceng (kadang kendor kadang kencang)

Dorceng pada rantai bukanlah Dorceng Gamalama.

Wkwkwkwk. Itu Dorce, bukan dorceng.

  • Ukur juga jarak main bebas rantai dan pelumasannya
  • Jarak main bebas rantai roda adalah 2,5 cm

15. Periksa busi

Langkah berikutnya dalam cara membeli motor bekas yang berkualitas adalah dengan memeriksa busi.

  • Periksa busi apakah masih layak pakai
  • Bila perlu, setel kerenggangan kepala busi pada 0.8 – 0.9 mm.

Busi mati akan membuat mesin tidak dapat dihidupkan.

Busi yang sudah tidak layak pakai akan menyebabkan pembakaran tidak sempurna.

Akibat dari pembakaran yang tidak sempurna, akan timbul kerak di ruang bakar yang pada gilirannya akan menurunkan power motor.

Jika Om Bro merasa tidak yakin, baiknya ganti saja busi dengan yang baru dan sesuai dengan spesifikasi mesin motor yang bersangkutan.

Jika sepertinya ruang bakar sudah berkerak dan Om Bro ingin tetap membeli motor tersebut, nantinya Om Bro harus melakukan servis besar yang membutuhkan banyak biaya.

Jika kondisinya masih layak, Om Bro tidak harus melakukan servis besar. Tapi pun begitu, sebaiknya Om Bro tetap melakukan pembersihan ruang bakar dan saluran bahan bakar.

Untuk cara praktisnya, Om Bro bisa menggunakan cairan pembersih semisal injector cleaner Honda atau Yamalube Carbon Cleaner.

16. Periksa stang

  • Posisikan motor pada standar utama (standar tengah)
  • Tekan / duduki bagian belakang jok sehingga roda depan terangkat
  • Cobalah gerakkan (putar) stang ke kanan dan ke kiri
  • Pergerakan stang harus lancar dan mulus.

Jika putaran stang tidak lancar, kemungkinan ada masalah pada bantalan peluru kemudi (komstir).

  • Angkat stang untuk memastikan kekencangan komstir jika ada gejala koplak
  • Cobalah kendarai motor dengan kecepatan sedang

Pastikan dengan menarik tuas rem secara (agak) mendadak. Tapi pastikan Om Bro mencobanya di tempat yang aman. Jangan sembarangan melakukan hal itu di jalan raya atau “pantat” Om Bro akan di cium kendaraan lain dari belakang.

Pastikan tidak ada gejala stang motor goyang.

17. Periksa kunci stang dan penutup lubang kunci

Selain fungsi kontak ON/OFF, pastikan kunci stang juga berfungsi dengan baik. Jangan sampai motor yang baru Om Bro beli raib di gondol maling hanya gara-gara kunci stang.

Pastikan Om Bro bisa mengunci stang motor ke kanan dan ke kiri dengan normal dan mudah.

Memang benar, kunci stang dan penutup lubang kunci tidak bisa menjamin motor aman 100%. Tapi setidaknya dengan dua keamanan itu Om Bro sudah memperkecil potensi tindak kejahatan.

18. Periksa suspensi

  • Cek suspensi dan daya pengereman roda depan

Caranya adalah sama dengan pemeriksaan komstir di atas.

  • Kemudian cek suspensi belakang dengan cara menekan (mendorong) ke bawah pada sisi kanan dan kiri (motor dengan dual shock)

Pastikan tidak ada ciri shockbreaker motor rusak.

Jika Om Bro masih kurang yakin, cobalah mengendarainya dengan bermanuver di tikungan. Om Bro akan merasakan gejala “ngepot” (membuang) jika suspensi sudah “mati”.

Tapi ingat! Om Bro harus memiliki keahlian yang cukup untuk melakukan hal itu. Jangan lakukan jika Om Bro tidak yakin atau Om Bro akan celaka dengan motor baru Om Bro.

19. Periksa kunci kontak dan lampu-lampu indikator

  • Pastikan kunci kontak berfungsi dengan baik pada ON, OFF dan LOCK
  • Pastikan juga kunci kontak tidak slek (aus) yang bisa berakibat anak kunci terjatuh di jalan

Selain fungsi kunci kontak, periksa juga lampu indikator sein, lampu mal fungsi, indikator gear, indikator lampu dim, dan indikator lainnya yang ada pada panel speedometer.

20. Periksa pedal kick starter

Selain fungsi starter elektrik, cek juga cara kerja kick starter.

  • Sesuaikan ketinggiannya dengan langkah ayun pedal
  • Pastikan kick starter tidak keras tetapi juga tidak “ngeplos” (ngelos / kosong)

Jika kick starter ngelos, ada kemungkinan kompresi mesin sudah lemah. Sementara masalah kompresi dapat menyebabkan mesin mati mendadak saat Om Bro sedang dalam perjalanan.

21. Periksa fungsi pelumasan

  • Buka tutup klep, perhatikan percikan olinya

Jika oli memercik dengan baik maka berarti fungsi pelumasan berjalan sempurna. Tapi percikannya tidak boleh berlebihan, apa lagi sampai muncrat-muncrat.

Wkwkwkwk. Jangan ngeres Om. Oli lo ya yang muncrat.

22. Setel putaran stasioner (langsam)

  • Pastikan putaran stasioner sesuai dengan standar pabrikan, yaitu 1400 rpm (untuk motor manual) atau 1500-1700 rpm (untuk motor matic)

Untuk lebih akuratnya, bawalah motor Om Bro ke bengkel resmi atau bengkel umum yang ada fasilitas tachometernya.

Kecuali jika motor yang hendak Om Bro beli sudah ada tachometer-nya, ya tinggal dilihat saja berapa rpm putaran mesinnya pada saat langsam.

Pastikan langsam mesin dapat stabil pada ukuran rpm standar.

Jika langsam tidak stabil, maka artinya ada hal-hal yang perlu di perbaiki pada mesin motor Om Bro.

Cobalah lakukan prosedur menyetel langsam untuk memastikannya.

23. Periksa reaksi mesin terhadap putaran gas

  • Setelah mesin di hidupkan, cobalah putar gas penuh
  • Perhatikan reaksi mesin dari putaran bawah hingga putaran maksimal

Pastikan juga di sekitar situ tidak ada ibu-ibu yang sedang sakit gigi, karena konon suara mesin motor yang keras dapat menyebabkan sakit gigi tambah parah. Atau minimalnya dapat membuat Om Bro di lempar pot bunga dari lantai 5. Wkwkwkwk.

24. Kehalusan mesin pada putaran rendah sampai tinggi serta getaran mesin

Saat memeriksa reaksi mesin terhadap putaran gas, Om Bro perhatikan juga kehalusan mesinnya. Pastikan tidak ada suara pasir dan batu di dalam mesin.

Wkwkwkwk! Maksudnya tidak ada suara kasar berlebih dari blok mesin.

25. Periksa lampu-lampu

Poin ini sudah di lakukan pada pemeriksaan aki di atas. Pemeriksaan meliputi lampu depan, rem, sein, klakson, arah sinar lampu depan dan lampu-lampu indikator.

Perhatikan juga arah sinar lampu depan. Pastikan sinar lampu tidak mengenai jidat orang lain pada saat berkendara di malam hari. Om Bro dapat menyetel arahnya dengan memutar baut di bawah batok lampu.

Jika lampu motor tiba-tiba mati atau lampu sein mati, pastikan masalahnya bukan pada sistem kelistrikan.

Karena apa?

Karena perbaikan sistem kelistrikan motor kadang membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

26. Cocokkan nomor rangka dan mesin serta dokumen pembelian

  • Pastikan nomor rangka dan nomor mesin pada STNK, BPKB dan faktur penjualan cocok dengan yang tertera pada fisik kendaraan
  • Buat juga bukti transaksi antara Om Bro dengan pemilik sebelumnya dengan kwitansi bermaterai
  • Cantumkan nomor rangka dan nomor mesin di dalam kwitansi tersebut

27. Periksa perlengkapan

  • Cek dan pastikan jumlah kunci kontak

Maksudnya, jika memang ada kunci cadangan, mintalah. Pastikan Om Bro menerima 2 kunci kontak.

Selain itu, periksa jika terdapat alat perkakas. Setidaknya obeng dan kunci pas 10mm + 14 mm.

  • Tanyakan pada pemilik pertama soal buku panduan manual (pedoman pemilik)

Buku panduan manual atau pedoman pemilik motor itu penting untuk Om Bro ketahui.

  • Jika motor yang Om Bro beli relatif baru (belum berusia 3 tahun), tanyakanlah buku servis dan garansi, barangkali masih berlaku.

28. Periksa kabel-kabel kelistrikan

Periksa terutama kabel-kabel dari stang menuju body motor. Pastikan kabel-kabel tidak bermasalah, misalnya banyak sambungan manual bekas modifikasi.

Pastikan juga kabel-kabel berada pada posisi yang benar. Jangan sampai ada kabel yang terjepit karena akan mengganggu kelancaran kerja serta berpotensi terjadi hubungan arus pendek listrik (kosleting). (Mtb – Cara Membeli Motor Bekas Berkualitas Baik).

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *