4 Cara Cuci Motor yang Baik dan Benar

Advertisement

Motorisblog.com – Jika Om Bro benar-benar sayang pada motor Om Bro sekalian, maka Mtb pikir perlu bagi Om Bro untuk sekedar tahu cara cuci motor yang baik dan benar.

Advertisement

Kenapa?

Karena ternyata ada juga cara mencuci motor yang salah, yang bahkan dapat menimbulkan masalah pada motor.

Dan sayangnya cuci steam termasuk salah satu yang tidak recomended.

Iya Om. Jika mengacu pada anjuran dalam buku panduan manual motor yang pernah Mtb baca, mencuci motor sendiri justru lebih baik ketimbang cuci steam.

Kenapa?

Karena masalah suhu mesin dan air bertekanan tinggi.

Maksudnya?

Nanti kita bahas satu persatu.

Om Bro! Tentu menyenangkan ketika kita menunggang motor yang bersih dan terawat. Tidak kotor dan lusuh.

Bahkan ada fenomena yang pernah Mtb bahas sebelum ini, yaitu ada feel motor enteng setelah dicuci.

Nah. Untuk menjaga supaya tampilan motor tetap bersih, maka kita perlu tahu cara cuci motor yg baik.

Dan untuk mencuci motor secara baik, setidaknya ada 4 hal yang harus Om Bro perhatikan untuk dihindari.

Cara Cuci Motor yang Baik dan Benar

1. Jangan Mencuci Motor Saat Mesin Masih Panas

Mtb pernah beberapa kali melihat orang yang langsung mencuci motornya sesaat setelah sampai rumah. Padahal pada kondisi seperti itu jelas suhu mesin masih panas.

Saat suhu mesin masih panas, adalah hal yang buruk jika motor langsung tersiram air.

Kenapa?

Penjelasannya begini:

Menyiramkan air pada mesin yang masih panas merupakan proses pendinginan secara paksa.

Logam yang panas ketika tersiram air secara tiba-tiba, dapat berubah bentuk menjadi bengkok. Atau minimal jadi berubah tingkat presisi’nya.

Bahkan pada tingkat yang lebih parah, blok mesin dan pangkal knalpot bisa retak.

Iya meskipun kasus seperti ini jarang terjadi, tapi tetap saja patut untuk kita hindari.

Sebagai contoh mudahnya, coba Om Bro bakar sbilah kaca tipis, kemudian siramlah dengan air dingin. Yakin kacanya langsung pecah.

Begitu kira-kira gambarannya.

Iya meskipun efek pada logam tidak akan spontan seperti kaca, tapi jika sering terjadi, lama-kelamaan tingkat presisi dalam mesin dapat berubah. Akhirnya mesin jadi rusak.

Advertisement

Lantas apa hubungannya dengan cuci steam

Bukankah saat masuk ke pencucian umum seperti itu, suhu mesin masih dalam kondisi panas?

Yup. Bener pisan Om. Karena itulah sejak zaman old, Mtb lebih suka mencuci motor sendiri ketimbang masuk ke pencucian. Apalagi semenjak kakak Mtb mengeluh mesin motornya sering susah hidup setiap kali selesai cuci steam.

Terus apakah bahasan ini tidak mendiskriminasi tukang cuci steam?

Faktanya resiko kerusakan seperti yang saya ceritakan tadi, jarang sekali terjadi.

Jadi intinya sih kita perlu meminimalisir cuci steam, tapi tidak lantas jadi paranoid. Saya sendiri sekali-kali juga cuci steam motor saya.

2. Jangan Mengguyur Air Secara Berlebihan

Menurut informasi yang Mtb ciduk dari wahanahonda.com, mengguyur air secara berlebihan juga tidak baik. Resikonya air dapat masuk ke sistem pengapian sehingga berpotensi menyebabkan mogok.

Mungkin hal ini yang dialami oleh kakak Mtb, dulu.

3. Jangan Menggunakan Air Bertekanan Tinggi

Inilah yang terjadi di tempat pencucian umum (cuci steam).

Tempat pencucian umum tentunya selalu menyemprotkan air bertekanan tinggi pada motor / mobil yang dicucinya.

Air bertekanan memang menguntungkan lantaran dapat dengan mudah merontokkan kotoran-kotoran yang menempel. Namun cat pada bagian-bagian logam pun kadang ikut rontok karenanya. Utamanya pada motor-motor entry level.

Selain itu, semprotan air bertekanan juga dapat menghapus oli rantai, yang pada akhirnya akan mengurangi performa rantai gegara rantai kering dan berkarat.

Resikonya rantai jadi rentan putus.

4. Jangan Langsung Menyeka Bodi Motor yang Kotor

Sebaiknya siram dahulu kotoran dengan air yang cukup, karena jika langsung menyekanya, maka bodi motor justru akan tergores oleh kotoran atau debu kasar yang menempel itu. (Mtb).

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *