Cara Bore Up Motor 4 Tak Supaya Performa dan Top Speed Tidak Drop

Motorisblog.com – Om Bro…!! Asli ini Mtb baru tahu, ternyata ada cara bore up motor 4 tak yang tidak diketahui oleh semua mekanik (terutama mekanik pemula). Yaitu cara bore up yang benar-benar meningkatkan performa motor, bukan malah sebaliknya, membuat motor jadi lemot…

Bagi Om Bro yang punya basic seorang montir, atau Om Bro yang hobi balapan, kemungkinan sudah tidak asing lagi dengan rumus bore up motor 4 tak atau pun bore up motor 2 tak… Tapi bagi seorang awam seperti Mtb, ini adalah pengetahuan baru yang luar biasa manfaatnya.

…bahkan Mtb tahu bahwa ada juga mekanik yang tidak mengetahui kelemahan bore up motor jika tidak dikerjakan dengan benar. Dan itu sudah terbukti… sudah terjadi pada motor Mtb, dimana setelah bore up, akselerasi dan top speed si motor justru malah ngedrop.

Awalnya Mtb heran seheran-herannya… Mtb kan hanya tahunya secara dasar, bahwa setelah bore up, maka performa motor bakalan lebih njengat lantaran kapasitas mesin jadi lebih gede…

Tapi ternyata tidak sesederhana itu… Ada hal lain yang juga harus diperhitungkan ketika dilakukan proses bore up. Dan hal itu ternyata tidak dikerjakan (atau mungkin tidak diketahui) oleh si mekanik yang menangani motor Mtb…

So, maksud motor bore up buat harian agar performa kembali joss justru malah mengecewakan…

Untung saja, bore up yang Mtb lakukan bukanlah semata-mata untuk meningkatkan performa…. tapi lebih pada rangkaian servis besar gegara si motor sudah sering mogok-mogokan.

Selain itu, Mtb juga termasuk ke dalam golongan slow biker, bukan penggemar kecepatan (asal ngga lemot-lemot amiirrr juga), jadi, penurunan performa akibat bahaya bore up motor tidak begitu Mtb pikirin…

Bodo amiirrr lah ya… yang penting ngga lemot banget, waktu tempuh masih terbilang normal & aktifitas sehari-hari tidak terganggu…

Hal-hal yang Harus di Perhatikan Ketika Melakukan Bore Up

Artikel ini khusus buat Om Bro yang belum tahu… juga buat Om Bro yang sudah tahu tapi sudah lupa juga… Jangan sampai, niatan mendongkrak tenaga motor dengan cara bore up, justru malah membuat performa motor ngedrop, top speed menurun atau bahkan mesin sering overheat dan oli mudah surut…

Dan Mtb juga menyanggah, bahwa secara teori Mtb faham… kebayang lah… Tapi Mtb tidak memiliki keahlian mekanis, sehingga artikel ini sekedar untuk berbagi wawasan saja. Bukan sebagai panduan yang mutlak.

Hokeh, kita mulai bahasannya,,,

Apa saja hal-hal yang harus di perhatikan dalam proses bore up mesin??

Kembalikan Rasio Kompresi Normal

Rasio kompresi (Compretion Rate) ialah perbandingan antara volume total silinder dibagi volume ruang bakar.

Jadi, volume total ialah ruang bakar ditambah volume silinder…

Contoh,

…jika spesifikasi mesin motor Om Bro, rasio kompresinya adalah 10,0:1 maka artinya: volume ruang bakarnya ialah 1/10 dari volume total.

Kemudian, kita buat contoh perhitungannya,

Jika volume ruang bakar motor tersebut setelah di ukur dengan buret dan oli menghasilkan 10cc, dan kapasitas mesinnya sudah di bore up menjadi 150cc, maka akan terjadi perhitungan berikut ini,

.. r = (VR + VS)/VR

Note:
.. r = rasio kompresi
.. VR = volume ruang bakar
.. VS = volume silinder

Maka rasio kompresinya adalah:

.. r = (10 + 150)/10

= 16

Artinya, rasio kompresinya adalah 16,0:1

Naahh… rasio kompresi tersebut jelas terlalu tinggi.

Kemudian permasalahannya disini adalah, bahwa tidak ada bahan bakar umum yang ideal untuk rasio kompresi setinggi itu. Tentu tidak mungkin jika motor Om Bro tersebut akan di isi bahan bakar bensol atau avgas. Sementara untuk bahan bakar yang umum, yaitu pertamax & pertamax turbo yang punya RON 92 dan RON 98 itu hanya bisa bekerja maksimal pada rasio kompresi 12,5:1 hingga 13,0:1.

Nah… jika sudah seperti itu, maka jalan satu-satunya Om Bro harus menurunkan rasio kompresi. Caranya ialah dengan memperbesar ruang bakar, umpamanya saja dengan memperbesar squish ruang bakar atau dengan cara menambah paking blok kepala silinder supaya jadi lebih tebal.

Tapi itu pun pistonnya tidak boleh terlalu terbenam… karena jika piston terlalu terbenam, maka akselerasi mesin pun jadi menurun, top speed berkurang, suara mesin jadi kasar, terjadi koncking (ngelitik), mesin mudah overheat dan oli pun jadi mudah surut…

Perhatikan Suplai Udara Supaya Memadai

Ketika mesin telah di bore up, maka kapasitas silinder menjadi lebih besar. Dengan begitu, praktis pasokan udara dan bahan bakar pun harus lebih banyak. Karena itulah banyak di antara bikers yang setelah melakukan bore up, maka filter udara bawaan pabrikan di copot dan diganti dengan saringan udara aftermarket.

Nah, disini yang Mtb kurang prefer ya…

Menurut pengamatan Mtb, pencopotan filter udara bawaan pabrikan berakibat kurang bersihnya udara yang masuk ke ruang bakar… yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan keausan dini pada piston/silinder akibat gesekan debu/kotoran dari udara yang tidak tersaring secara bersih…

Tapi yaa… kalau sudah bicara perkara keseimbangan suplai udara dengan mesin bore up, ya mau apa lagi??

Suplai Bahan Bakar Juga Harus Lebih Banyak

Ketika mesin sudah di bore up, maka pasokan bahan bakar pun jadi harus lebih banyak. Karenanya, biasanya setelah bore up, spuyer/injektor pun akan diganti.

Jika dipaksakan menggunakan injektor/setelan karburator standar, maka mesin jadi mudah overheat lantaran campuran bahan bakar terlalu kering.

Namun begitu, jika bore up-nya tidak terlalu ekstrim, Om Bro tidak harus mengganti injektor. Cukup dengan memperbesar debit bensin melalui ECU racing atau piggyback.

Jika cara itu pun dirasa terlalu mahal, Om Bro bisa membawanya ke bengkel resmi untuk merubah seting CO menggunakan perangkat diagnostic tool. (Pangeran Ilham, Motorplus.gridoto, 18/10/2018).

Kecuali jika Om Bro melakukan bore up ekstrim, maka injektor standar pabrikan tidak akan mumpuni…

…injektor dan ECU harus ganti…

Perhatikan Kondisi dan Volume Oli Mesin

Pada proses pengerjaan bore up yang baik, biasanya tidak akan terjadi masalah pada pemakaian oli mesin. Namun begitu, Om Bro musti tetap memperhatikannya… dikhawatirkan pengerjaan bore up yang dilakukan kurang presisi sehingga volume oli dapat mudah surut.

Hokeh… itulah… Sekarang kita jadi tahu bahwa bore up mesin bukanlah hanya mengganti piston, tapi harus di ikuti juga dengan tahapan-tahapan lain sebagai pendukungknya. So… Saran Mtb, jika tidak karena sesuatu hal yang “harus”, motor harian tetap lebih baik dengan segala yang serba standar. Lebih hemat perawatan dan lebih awet untuk jangka panjang.

Jika Om Bro ingin motor dengan performa lebih, maka lebih bijak menabung dulu untuk membeli motor yang lebih besar. Kacuali jika Om Bro memang seorang penggemar modifikasi… yaa… lain lagi ceritanya. (Mtb – Cara Bore Up Motor 4 Tak).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: