30 Cara Berkendara Motor yang Baik dan Benar

Motorisblog.com – Om Bro/Sista sekalian…!! Mtb bukan akan bicara perkara cara berkendara motor yang baik dan benar menurut resep dari para ahli saja… Mtb akan bicara tentang teori dari berbagai sumber ahli yang telah Mtb buktikan manfaatnya selama puluhan tahun lamanya. Dari mulai perjalanan harian jarak dekat, hingga solo touring ratusan kilometer…

Selaiknya manusia biasa, ketika kita baru belajar menggunakan motor, maka kita pun belum tahu cara berkendara motor di jalan raya.

Ada banyak hal yang harus kita pahami disana…, karena disana, di jalan raya, kita tidak sendirian. Selain harus memperhatikan keselamatan diri kita sendiri, kita juga harus memposisikan diri supaya tidak membahayakan pengguna jalan yang lain.

Ada banyak tips mengendarai motor matic di jalan raya bagi pemula, juga tips mengendarai motor manual…, tapi jika Mtb perhatikan, sebagian besar dari tips-tips tersebut tidaklah lengkap.

Ada beberapa juga pertanyaan dari adik-adik pemula yang mampir ke telinga Mtb perkara cara menghilangkan gugup saat mengendarai motor, meskipun akhirnya Mtb jawab bahwa satu-satunya cara ialah dengan membiasakan diri.

Yup… semua teori tentang tip berkendara motor tidaklah akan berguna jika pada dasarnya Om Bro/Sista sekalian jarang mengendarai motor.

Agar berani naik motor dijalan raya, tentunya Om Bro/Sista sekalian harus mencobanya sendiri… Setidaknya mulailah dengan jalan raya yang tidak terlampau ramai. Cobalah, misalnya dengan mengendarai motor sendiri untuk jarak-jarak dekat semisal ke minimarket, ke pasar, dan lain-lain.

Dengan membiasakan diri, lambat laun Om Bro/Sista akan dapat menyimpulkan sendiri bagaimana cara mengendarai motor matic saat macet, saat lancar, juga perbedaannya dengan cara mengendarai motor manual.

So… intinya tidak ada cara menghilangkan rasa takut naik motor selain dengan membiasakan diri…

Hokeh… Ada beberapa tahapan yang musti Om Bro pahami dari mulai persiapan, pemeriksaan kendaraan, hingga tehnik berkendara yang aman…

Cara-cara ini adalah hal-hal yang harus dipahami, khususnya oleh pemula.

Pemeriksaan Kendaraan Sebelum Berkendara

Serius… Mtb perhatikan kebanyakan orang mengabaikan bagian ini. Kebanyakan orang hanya langsung start, dan cusss…. berangkat… Mereka tidak tahu pasti apakah si motor ada dalam kondisi aman atau tidak sebelum melakukan perjalanan.

Lah iya… Om Bro/Sista juga nantinya akan bisa paham dengan sendirinya meskipun tanpa pemeriksaan sebelum jalan. Namun bagi pemula, Mtb sarankan Om Bro/Sista sekalian perhatikan hal-hal berikut ini demi mengurangi resiko masalah pada saat dalam perjalanan,

1. Periksa Sisa BBM

Pastikan bensin motor Om Bro/Sista mencukupi untuk menempuh perjalanan yang Om Bro/Sista tuju. Jika tampaknya kurang, lakukan pengisian bahan bakar di SPBU terdekat.

Jaga agar jumlah bahan bakar jangan sampai kurang dari seperempat kapasitas tangki. Utamanya pada motor-motor jaman now, dimana hampir semua motor telah menggunakan mesin injeksi.

Jangan sampai motor kehabisan bensin…

Mtb katakan bahwa pemikiran tentang kehabisan bensin seketika akan merusak injektor motor adalah hanya mitos… Tapi, meskipun mitos, jika sering-sering terjadi maka mitos tersebut akan menjadi fakta.

2. Periksa Remhandle rem kiri yamaha mio s

Pastikan rem motor dapat bekerja dengan baik… Jarak main handle/pedalnya pun berada pada kondisi normal (tidak terlalu dalam).

Jarak main normal handel rem adalah 1-2 cm… sementara jarak main normal bagi pedal rem belakang (motor manual) adalah 2-3 cm.

Pastikan juga bahwa kampas rem masih mumpuni…

Kampas rem yang telah habis jika tidak segera diganti akan merusak piringan cakram atau pun tromol. Dan resiko terbesarnya ialah terjadinya kecelakaan akibat rem blong…

3. Periksa Oli Mesin

Lihatlah pada deepstick (stick penutup lubang pengisian oli), apakah volume oli masih dalam batas yang di anjurkan oleh pabrikan atau tidak.

Tentang oli ini, bacalah buku panduan motor Om Bro/Sista sekalian untuk informasi selengkapnya.

Pastikan juga untuk mengganti oli sesuai dengan interval yang disarankan oleh pabrikan. Gunakan oli yang tepat berdasarkan jenis motornya. Oli motor matic ditandai dengan sertifikasi JASO MB pada botol kemasannya… sedangkan oli motor manual bersertifikat JASO MA atau JASO MA2.

4. Periksa Banban belakang yamaha aerox 155 vva

Pastikan tekanan angin ban berada dalam kondisi normal… tidak kempes dan tidak pula terlalu keras.

Ban yang kekurangan tekanan angin akan membuat berkendara limbung, tidak stabil dan beban mesin pun lebih berat. Sementara tekanan angin yang terlalu keras beresiko pecah ban, juga membuat Om Bro/Sista jadi tidak nyaman, terutama saat berkendara di jalanan yang tidak rata.

Pastikan juga bahwa profil ban masih tebal. Segera ganti ban jika telah botak.

5. Periksa Lampu-lampu, Lampu Sein dan Klaksonlampu depan honda spacy fi 2013

Terutama karena saat ini regulasi di Indonesia mewajibkan motor untuk menyalakan lampu utama siang-malam.

Pahami juga pentingnya lampu sein… Pahami bahwa berbelok tanpa lampu sein dapat membahayakan keselamatan orang lain…

Perhatikan juga untuk segera mematikan lampu sein setelah berbelok. Jangan sampai lupa membiarkan lampu sein tetap berkedip karena dapat membingungkan orang lain di jalanan itu.

6. Pastikan Fungsi Stang Lancarkomstir yamaha mio m3

Ada kalanya komstir sudah tidak bagus lagi. Entah terlalu erat atau pun terlalu longgar sehingga ada efek koplak.

Jika ada gejala yang tidak beres dengan stang, sebaiknya perbaiki dulu di bengkel yang terdekat dan terpercaya.

7. Periksa Kekencangan Rantai Roda

Ini khusus untuk motor manual… pastikan jarak main bebas rantai berkisar 2-2,5 cm. Perhatikan juga apakah rantai sudah aus, gigi-gigi sudah aus tajam atau belum…

8. Spion

Gunakan kaca spion yang laik. Sebaiknya tetap gunakan spion standar pabrikan.

Jangan gunakan spion segede upil yang hanya bisa digunakan untuk mengintip jerawat doang… Wkwkwkwkwk…!!

Pahami pentingnya fungsi spion untuk menjaga keamanan dari bahaya kendaraan lain di belakang kita. Pahami bahwa ada pengendara lain yang ikut menanggung resiko keselamatan atas kesalahan Om Bro/Sista sekalian. Jadi, jangan egois… jangan pikir bahwa spion hanya untuk menghindari tilang polisi saja.

9. Pastikan Grip Gas Berfungsi dengan Baik

Sebelum menghidupkan mesin, coba dulu putara grip gas. Pastikan putarannya lancar… tidak tersendat.

10. Periksa Poros Roda

Jika memungkinkan, lihat sejenak ke arah poros roda. Pastikan poros roda erat dan aman.

Cara Berkendara yang Aman

Setelah Om Bro memeriksa kesiapan motor, selanjutnya kita masuk ke bab teknis berkendaranya,

1. Gunakan Helm dan Jaket

Sekali lagi ini bukan perkara tilang polisi… Sadarilah bahwa fungsi helm ialah sebagai pelindung kepala dari benturan ketika terjadi kecelakaan.

Menurut kebanyakan sumber, mayoritas korban fatal dari kecelakaan lalu lintas ialah akibat luka parah di kepala. So… gunakan helm & jaket… jika memungkinkan gunakan pula sepatu dan sarung tangan.

Bermotor menggunakan sepatu lebih aman ketimbang menggunakan sandal.

Jika Om Bro hendak membeli helm/jaket, pilihlah yang berwarna terang. Sebisa mungkin menggunakan jaket yang ada reflektornya (yang bisa memantulkan cahaya dari sorot lampu kendaraan lain di malam hari).

Dengan helm dan jaket berwarna terang, Om Bro/Sista jadi mudah terlihat oleh pengendara lain sehingga dapat mengurangi resiko kecelakaan.

2. Ikuti Kecepatan Arus Lalu Lintas

Jangan terlalu cepat dan jangan terlalu lambat. Ikuti rata-rata kecepatan lalu lintas di jalan tersebut.

Berkendara terlalu cepat beresiko menabrak, sementara jika terlalu lambat beresiko tertabrak oleh kendaraan lain.

3. Berkendaralah dengan Kecepatan Sesuai Lajur Jalan

Jika Om Bro/Sista memang harus berkendara lebih cepat, maka pastikan untuk menyalip dari sebelah kanan. Pun jika Om Bro/Sista merasa harus berkendara lambat, maka pastikan Om Bro/Sista berkendara di lajur kiri. Jangan kebolak-balik lantaran bisa membingungkan pengendara lain.

4. Berkendaralah Sesuai Kemampuan

Jangan seruntulan… Jika Om Bro/Sista telah merasa gentar (misalnya) pada kecepatan 60 km/jam, atau Om Bro/Sista merasa motor tidak stabil (misalnya) pada kecepatan 80 km/jam, maka jangan melebihi kecepatan tersebut.

5. Fokus

Jangan melamun saat berkendara…

Ketika Om Bro/Sista berkendara di jalan raya, perhatikan ke depan. Fokus… Perhatikan kalau-kalau tiba-tiba ada kendaraan lain yang muncul dari gang. Begitu pun jika Om Bro hendak keluar dari gang menuju jalan raya, maka perhatikan dan pastikan bahwa arah kiri-kanan ada dalam situasi aman. Pastikan tidak ada kendaraan lain yang tengah meluncur dengan cepat.

6. Selalu Gunakan Sein saat Hendak Berbelok atau Hendak berpindah jalursein honda spacy fi 2013

Bukan hanya saat hendak berbelok, Om Bro juga harus menggunakan lampu sein saat hendak menyalip kendaraan lain dan ketika hendak berpindah lajur. Misalnya dari lajur kiri akan berpindah ke tengah, atau pun sebaliknya.

7. Perhatikan Cara Berbelok yang Benar

Mtb sering mendapati orang yang hendak belok kanan tapi dia malah menepi ke sisi kiri dulu lantaran takut.

Sebenarnya itu keliru… Jika Om Bro/Sista hendak berbelok ke arah kanan, maka perhatikan dahulu kendaraan lain di belakang melalui spion. Jika aman, nyalakan sein kanan, stay di tengah (pada garis pembatas lajur), dan jika dari arah depan juga telah aman, maka segeralah berbelok.

Perhatikan…!! Cara berbelok ke kanan dengan menepi dulu ke kiri justru akan membingungkan pengendara lain di belakang kita.

8. Perhatikan Cara Rem yang Benar

Pastikan Om Bro/Sista selalu menggunakan rem depan dan rem belakang secara bersamaan.

Penggunaan rem depan saja tanpa rem belakang dapat beresiko motor tergelincir. Sementara penggunaan rem belakang saja tanpa rem depan akan beresiko ban mengalami sliding.

Lakukan pengereman pada kondisi motor tegak.

Ketika di tikungan jalan, pastikan Om Bro/Sista telah melakukan pengereman sebelum memasuki tikungan. Jangan melakukan pengereman saat menikung, karena posisi motor yang miring saat menikung beresiko sliding ketika melakukan rem.

Jangan rem mendadak lantaran beresiko tertabrak kendaraan lain dari belakang.

Perhatikan juga, sangat hati-hati jika melalui jalanan tanah yang licin karena hujan atau pun jalanan berpasir. Jalan licin atau berpasir seperti itu sangat rentan terjadi sliding.

Sebaiknya kurangi kecepatan supaya dapat melakukan rem secara smooth ketika di perlukan.

9. Jangan Berkendara Motor Tepat di Belakang Mobil

Sebelum paham, dulu Mtb sering melakukan hal ini.

Apa bahayanya…??

Dengan berkendara tepat dibelakang mobil, maka kita jadi tidak dapat melihat jalanan di depan secara leluasa. Seringkali Mtb mendapati ada lubang jalanan yang tidak terlihat lantaran terhalang mobil di depan. Dan, tahu sendiri… kendaraan roda dua rentan terpelanting jika menghajar lubang jalanan yang cukup dalam.

Jika pun tidak, resiko minimalnya ialah rusak ban dan velg motor.

Solusinya…??

Jika memungkinkan, salip mobil tersebut. Namun jika situasinya tidak aman untuk menyalip, maka lebih baik menjaga jarak agak mundur ke belakang.

Selain resiko lubang jalanan, berkendara motor yang terlalu rapat dengan mobil di depan juga beresiko jika sewaktu-waktu si mobil melakukan rem mendadak. Sulit mengendalikan motor jika di depan ada mobil yang rem mendadak.

10. Jangan Memaksakan Diri Menyalip Jika Ada Keraguan

Meskipun Mtb anjurkan untuk menyalip mobil di depan, tapi Om Bro harus pastikan bahwa situasi jalanan di depan dan belakang kita kosong dan aman untuk menyalip.

Jangan memaksakan diri jika Om Bro tidak benar-benar yakin. Bersabarlah, tunggu sampai situasi benar-benar aman.

Hindari juga menyalip di tikungan jalan jika Om Bro tidak dapat melihat situasi di depan.

11. Jangan Berkendara Sambil Mabok

Namanya orang mabok, entah mabok alkohol atau pun obat-obatan terlarang, jangankan untuk berkendara… lah wong jalan kaki aja oleng. Betul…??

12. Jangan Memaksakan Diri Jika Om Bro Mengantuk

Utamanya dalam perjalanan jauh, jangan memaksakan diri berkendara jika Om Bro mengantuk. Lebih bijak rehat dulu di Mesjid atau SPBU, tidurkan dulu sejenak. Namun pastikan motor terkunci dan barang-barang berharga semisal ponsel dan dompet ada dalam posisi aman.

13. Jangan Membawa Muatan Berlebih

Normalnya motor di desain hanya untuk membawa satu orang pengemudi dan satu orang boncenger saja.

Secara wajar, beban maksimal motor harian ialah hanya 125 kg saja.

Jika Om Bro mengangkut barang, pastikan tinggi barang tersebut tidak melebihi tinggi kepala pengendara dan lebarnya tidak melebihi lebar stang.

14. Jangan Melawan Arah

Pahami bahwa melawan arah bukanlah hanya beresiko kena tilang dari polisi saja. Melawan arah dapat membahayakan keselamatan berkendara lantaran beresiko tertabrak oleh kendaraan lain yang berada di arah yang benar. Dan jika sudah seperti itu, Om Bro ruginya double.

Lah iya… sudah salah, celaka pula. Praktis Om Bro harus mengganti kerugian orang lain meskipun (misalnya) dia yang menabrak Om Bro. Lah iya… kan Om Bro yang salah kan…

15. Jangan Masuk ke Jalur Cepat

Di kota-kota besar biasanya ada jalur cepat yang khusus untuk mobil. Jangan memaksa masuk jalur cepat dengan alasan apa pun (kecuali hendak putar balik). Resikonya seperti di atas,… yakni rugi double.

16. Jangan Bermotor Melalui Trotoar

Sadari bahwa trotoar adalah tempat untuk pejalan kaki. Takutlah… sekarang pejalan kaki galak-galak. Di tambah lagi dengan tren viral di sosmed.

Seringkali orang-orang merasa bangga ketika dirinya bisa viral di internet. Nah… seorang pejalan kaki yang memarahi pengguna motor di trotoar juga bisa jadi video viral. Maka jangan sampai Om Bro menjadi korban video viral tersebut.

Lah… pedagang kaki lima juga banyak yang melanggar trotoar…??

Iyaa… tapi itu bukan ranah kita. Bukan urusan kita… Jangan sampai karena hal itu, Om Bro justru malah ikut-ikutan melanggar.

17. Jangan Main HP Sambil Berkendara

Jika hendak membaca/membalas SMS/Whatsapp atau pun menerima telfon, menepilah dulu. Berhenti dulu… jangan gaya-gayaan.

Disadari atau tidak, seringkali ngoprek HP membuat berkendara jadi zig-zag. Ngga stabil. Dan hal itu sangat berpotensi membingungkan pengendara lain.

18. Jangan Menggunakan Knalpot Bising

Pernah baca berita ada knalpot bising yang disumpal batu oleh tetangganya…?? Atau berita knalpot bising yang di gergaji oleh polisi??

Naahh… itu adalah indikasi bahwa knalpot bising sangatlah mengganggu orang lain. Jangan sampai jidat Om Bro yang disumpal batu oleh orang lain gegara knalpot bising.

19. Jangan Menerobos Lampu Merahlampu merah

Jangan berdalih situasi kosong, sepi dan aman lantas melakukan pelanggaran. Jika tiba-tiba ada kendaraan lain yang melaju kencang, maka masih seperti di atas, Om Bro rugi double.

20. Jangan Arogan di Jalan

Hal ini umumnya dilakukan oleh konvoi-konvoi motor…

Sejujurnya, Mtb juga dulu kadang suka arogan, terutama pada mobil-mobil angkutan umum yang seringkali ngetem hingga bikin jalanan macet parah. Dulu, Mtb sering marah-marah pada angkot-angkot, mikrolet, metromini yang berperilaku seperti itu. Tapi kemudian Mtb kapok setelah mengalami di keroyok beberapa orang pada tahun 2012 lalu. Wkwkwkwkwk… Apeesss…!!

So, jangan sampai Om Bro mengalami di keroyok seperti Mtb. Beruntung saat itu Mtb di gebugin pakai tangan kosong… Lah kalo pake besi atau batu…?? Amit-amit kan ya…??!! (Mtb – Cara berkendara motor yang baik dan benar).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: