Cara Berkendara Motor di Jalan Raya: 8 Sikap Tubuh yang Baik dan Benar

Motorisblog.com – Om Bro…!! Banyak orang yang bisa mengendarai motor, tapi tidak semua orang tahu cara berkendara motor di jalan raya yang baik dan benar.

Betul Om… Khususnya bagi pemula dan umumnya bagi kita semua,, penting kiranya kita memahami cara berkendara motor yang baik agar terhindar dari kecelakaan lalu lintas.

Hokeh, ngga panjang-panjang, kita cekidot bae pada bahasan sikap tubuh pengendara pada cara berkendara yang baik di jalan raya bagi pengguna kendaraan roda dua,,

1. Pandangan Mata

Hal pertama yang harus diperhatikan dalam cara berkendara yang baik dan benar ialah pandangan mata… Pandangan mata harus jauh ke depan dengan sesekali memperhatikan kiri-kanan dan melihat spion.

Apa pentingnya??

Jika pandangan mata Om Bro di lepas terlalu pendek ke depan, Om Bro tidak akan mampu mengontrol situasi pada saat melaju dengan kecepatan tinggi. Dengan begitu Om Bro berpotensi terkejut dan melakukan rem mendadak saat ada sesuatu di depan… Misale saat ada kendaraan di depan yang berhenti mendadak,, saat ada orang menyeberang, atau pun saat di depan ada lubang jalanan.

Sebaliknya,, dengan pandangan mata yang luas dan jauh ke depan, praktis Om Bro akan dapat mengontrol ketika ada kondisi seperti yang Mtb sebutkan di atas.

Kemudian selain meluaskan pandangan ke depan, Om Bro juga sesekali harus memperhatikan situasi sekitar. Lihat kiri kanan dan sesekali lirik spion. Tapi…,, cara melihat dan meliriknya hanya sekilas saja. Hanya untuk memastikan situasi aman saja… Fokus pandangan yang utama tetap jauh ke depan.

2. Jangan Hanya Mengandalkan Spion Saja

Keberadaan kaca spion memang amat penting untuk melihat situasi di belakang. Tapi jika Om Bro hanya mengandalkan kaca spion saja pun keliru Om…

Kaca spion memiliki keterbatasan pandangan. Ada blind spot alias titik buta yang tidak tercover oleh spion,, misale saja area tepat di sisi kiri-kanan kendaraan kita.

Jadi ketika hendak berbelok atau berpindah lajur, biasakan Om Bro untuk sedikit / sekilas menoleh ke arah yang dituju. Perlunya untuk memastikan bahwa situasi telah benar-benar aman.

3. Posisi Pundak

Pastikan pundak dalam posisi relax,, santai,, lemas. Jangan kaku atau pun tegang. Karena jika posisi pundak tegang, Om Bro akan cepat merasa lelah.

4. Posisi Lengan dan Siku

Saat mengendarai motor, posisi lengan harus rada menekuk pada bagian siku. Jangan sampai tegang lurus… Karena jika lengan lurus, tubuh tidak akan cukup sigap untuk bermanuver. Selain itu, posisi lengan yang lurus pun akan membuat lengan terasa sakit saat Om Bro melakukan pengereman secara tiba-tiba (hard breaking / rem mendadak).

5. Genggaman Tangan Pada Stang

Pada situasi jalanan macet di perkotaan, kadang kita memang perlu menyiagakan dua jari pada tuas rem. Perlunya untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu Om Bro perlu rem mendadak di kemacetan.

Namun pada situasi lalu lintas normal, cara memegang stang yang baik ialah dengan menggunakan empat jari secara penuh.

Karena apa??

Karena dengan genggaman penuh, pegangan tangan tidak akan terlepas ketika (misalnya) secara tidak sengaja Om Bro menghantam lubang jalanan.

Demikian juga saat pengereman, selalu gunakan empat jari secara bersamaan. Karena dengan mengerem menggunakan empat jari, grip gas akan menutup dan pengereman menjadi lebih efektif.

6. Posisi Pinggul

Posisi pinggul harus sempurna tepat di atas jok. Jangan terlalu ke depan, juga jangan terlalu ke belakang.

Jika posisi bokong belum tepat, Om Bro bisa sedikit berdiri terlebih dahulu kemudian memperbaiki posisi duduk dengan tepat.

7. Posisi Lutut

Jika Om Bro menggunakan motor sport, apitkan lutut secara ringan ke tangki sepeda motor. Sementara jika Om Bro menggunakan motor matic, luruskan lutut agar terlindung di balik sayap. Dengan begitu, keamanan dan keseimbangan berkendara jadi terjaga. Jangan membuka lutut terlalu melebar keluar karena sikap seperti itu akan membahayakan dan berpotensi terserempet oleh kendaraan lain.

8. Posisi Kaki

Dalam hal penempatan kaki, pastikan kaki menapak dengan tepat pada footstep. Jangan terlalu ke depan atau pun terlalu ke belakang. Dengan begitu, keamanan dan keseimbangan bermanuver akan tetap terjaga.

Om Bro… Di dunia persilatan lalu lintas, angka kecelakaan tertinggi banyak di alami oleh pengendara roda dua. Karenanya, kesadaran perilaku berkendara patut terus ditumbuhkan, utamanya bagi pemula yang mayoritas menggunakan motor matic.

Karena apa??

Karena berkendara motor di jalan raya tidaklah cukup hanya dengan “bisa” saja Om… Harus mahir dan terbiasa.

Terus apa hubungannya dengan motor matic??

Iya karena di jaman now banyak pisan orang yang menganggap remeh motor matic. Mereka pikir karena saking gampangnya menggunakan motor matic, maka mereka pun menganggap remeh perkara ketertiban berkendara di jalan raya. (Mtb).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: