Speedometer yamaha mio s
Beranda » Tips » Bigini Nih, Akibat Motor Sering Kehabisan Bensin…

Bigini Nih, Akibat Motor Sering Kehabisan Bensin…

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro…!! Di jaman old, akibat motor sering kehabisan bensin tidaklah akan separah di jaman now… Yaitu dijaman dimana mayoritas mesin kendaraan sudah menggunakan sistem injeksi pada pengabutan bahan bakarnya…

Advertisement

Betul Om… Karburator beda dengan injektor. Sekali pun bensin habis, tidak akan ada akibat fatal yang terjadi pada karburator… Karena pada teknologi karburasi, bahan bakar mengalir dengan sistem gravitasi. Jadi ketika motor kehabisan bahan bakar, saluaran bahan bakar dan karburator akan kembali dialiri bahan bakar seketika setelah tangki bahan bakar di isi lagi…

Berbeda dengan sistem injeksi…

Akibat motor injeksi sering kehabisan bensin, injektor bisa rusak. Dan jika sudah rusak, tidak ada solusi perbaikan. Solusinya harus diganti, yang artinya Om Bro harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

Betul Om… Setiap motor yang baru keluar dari dealer, pastinya telah dilengkapi dengan indikator jumlah bahan bakar. Indikator tersebut akan terus bekerja selama dia tidak rusak. Yang artinya, kita akan selalu tahu perkiraan jumlah bahan bakar yang tersisa supaya kita tidak kehabisan bahan bakar saat sedang dalam perjalanan.

Tapi faktanya, kadang tetap ada saja pengendara motor yang kehabisan bensin saat berkendara…

Biasanya, kejadian seperti itu terjadi akibat si pengendara berasumsi bahwa masih ada bensin cadangan di dalam tangki. Padahal indikator bahan bakar telah menunjukkan tanda ‘E’ (empty).

Atau pada perjalanan jarak jauh, bisa juga biker salah memperhitungkan jarak tempuh dengan tingkat konsumsi bahan bakar kendaraannya. Akibatnya, bisa saja bahan bakar habis ketika posisi tengah berada di daerah sepi yang jauh dari SPBU atau pun penjual bensin eceran.

Sekali-dua kali kehabisan bensin mungkin tidak apa… Tapi jika sering terjadi, lama kelamaan sistem injeksi akan rusak.

Yup… Menurut informasi yang terciduk dari laman Federaloil, ada salah satu komponen pada sistem injeksi yang rentan rusak jika motor sering kehabisan bensin… Yaitu fuel pump alias pompa bahan bakar…

Fuel pump bertugas mengalirkan bahan bakar dari tangki menuju injektor. Cara kerjanya sangat cepat dan presisi, juga membutuhkan tekanan tinggi…

Nah, jika seluruh sistem / saluran bahan bakar kosong, maka tekanan pun kosong.

Advertisement

Kita umpamakan pompa air ya Om… Sebelum pompa menyedot dan mengalirkan air ke tempat tujuan, itu saluran hisap harus di isi penuh air dulu… Pompa air tidak akan mampu menghisap ketika pipa hisap dalam keadaan kosong.

Jadi istilahnya harus di pancing dulu… Begitu kira-kiranya Om…

Nah, meski cara kerja fuel pump tidak sama persis dengan pompa air, namun kurang lebihnya ada kemiripan seperti itu… Jadi jika saluran hisap bensin kosong sama sekali, maka dinamo (motor penggerak) pompa akan lebih berat kerjanya untuk menghisap bensin di awal ketika tangki bensin baru di isi ulang.

Kemudian selain itu, pendinginan dalam rangkaian sistem injeksi itu sendiri bergantung pada aliran bensin yang ada. Artinya, jika tangki bahan bakar kosong, maka fuel pump tidak mendapat pendinginan. Sementara motor penggerak pompa berputar sangat cepat… Maka komponen tersebut pun jadi mudah panas.

Selanjutnya, jika kejadian tersebut terus terjadi berulang-ulang, maka fuel pump pun dapat menjadi rusak.

Pamungkasnya, jika fuel pump rusak, maka Om Bro musti merogoh kocek hingga sekira sedalam Rp500 ribu untuk menggantinya dengan yang baru.

Terus, bagaimana dengan akibat mobil sering kehabisan bensin ??

Kurang lebihnya, resikonya sih sama Om… Hanya saja, biasanya pengendara mobil cenderung lebih berhati-hati dalam menjaga jumlah bahan bakar di dalam tangki. Karenanya, jarang ada mobil yang kehabisan bahan bakar saat dalam perjalanan. Jika pun ada, jumlahnya tidak akan sebanyak motor yang kehabisan bensin.

Karena apa??

Karena resikonya lebih tinggi Om…

Lah iya… Janganlah kita membahas harga fuel pump injektor mobil. Dari resiko saat kejadian pun sudah jauh berbeda. Jika motor dapat di dorong dengan mudah saat mogok, lain halnya dengan mobil. Repot Om… Dorongnya berat… Wkwkwkwk… Palingan juga nyari ojek buat beliin bensin ke SPBU terdekat. Bukan mobilnya yang di dorong ke SPBU. Bisa sengklek dengkulmu Om Bro… Wkwkwkwk… (Mtb).

Advertisement

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *