Biaya Pembuatan SIM di Jepang Seharga Dua Unit Motor!

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro! Untuk kita rakyat Indonesia, syarat pembuatan Surat Ijin Mengemudi adalah minimal berusia 17 tahun dan mahir mengendarai kendaraan bermotor. Nah, tahukah Om Bro sekalian bahwa biaya pembuatan SIM di Jepang sangatlah mahal?

Advertisement

Yup. Untuk warga Indonesia, syarat minimal usia 17 tahun dan mahir berkendara. Iya tentu sesuai dengan pengajuannya masing-masing. SIM C berarti harus mahir mengendarai sepeda motor, sedangkan SIM A berarti harus mahir mengemudi mobil.

Begitu seterusnya.

Jumlah Populasi Kendaraan Bermotor Jepang

Beberapa waktu lalu Mtb pernah mendapati salah satu informasi yang menyebutkan bahwa penjualan motor untuk pasar Jepang hanya berkisar ratusan ribu unit saja pertahun. Sangat jauh berbeda dengan Indonesia yang angkanya mencapai jutaan unit tiap tahun.

Sekilas sepertinya ironis ya Om. Jepang yang secara brand menjadi penguasa pasar otomotif seluruh dunia, ternyata penjualan untuk negaranya sendiri justru hanya seuprit.

Ko bisa gitu?

Iya. Bisa Om. Karena kebijakan pemerintah’nya tegas dan hukuman bagi koruptor sangat berat. Makanya hukum Jepang bisa berdiri tegak.

Konon sih begitu Om. Entah juga sih, soale Mtb kan belum pernah ke Jepang, jadi tidak tahu secara langsung.

Nah. Selain perkara hukum yang tegak, konon transportasi massal Jepang juga sangat baik. Karenanya rakyat Jepang bisa patuh ketika jumlah kendaraan pribadi mendapat batasan ketat, biaya membuat Smart SIM sangat mahal, pajak kendaraan bermotor sangat mahal dan lain-lain.

Singkatnya, rakyat Jepang jadi enggan membeli kendaraan bermotor karena berbagai hal yang mahal itu tadi.

SIM Indonesia

Syarat dan Biaya Pembuatan SIM di Jepang

Selain soal mahalnya biaya-biaya tadi, ternyata ada syarat lain lagi yang membuat banyak orang Jepang enggan memiliki kendaraan bermotor, yaitu:

Advertisement

Warga Jepang yang ingin membeli motor atau mobil pribadi, ia harus sudah memiliki SIM terlebih dahulu.

Dan yang paling gile, menurut liputan6.com, biayanya mencapai JPY 350.000 atau setara Rp40 jutaan.

Wuedian kan Om?

Berbanding terbalik dengan Indonesia, yangmana setiap orang bisa dengan mudah membeli kendaraan bermotor, terutama secara kredit, meskipun ia belum memiliki SIM.

Padahal biaya pembuatan SIM untuk rakyat Indonesia sangatlah jauh lebih murah jika ketimbang Jepang.

Selain itu, ada yang lebih ngeri lagi Om. Ternyata rata-rata ujian dari pemohon SIM Jepang baru bisa lulus dengan 3 kali ujian tulis dan 4 kali ujian praktek yang artinya menjadi 7 kali test.

Bahkan ada yang harus mengulang test tulis hingga sebanyak 14 kali. Apa ngga ngeri banget itu Om?

Sepengalaman Mtb saat pertama kali membuat SIM C, jika satu kali gagal test, maka kita harus kembali mengulang test pada dua minggu kemudian. Jadi umpama Jepang aturannya sama dengan Indonesia, maka pemohon SIM baru akan lulus test setelah 14 minggu lamanya.

Jika kita rata-ratakan menjadi 4 minggu perbulan, maka 14 minggu berarti 3.5 bulan sejak pengajuan.

Itu waktu rata-rata.

Bayangkan capek dan emosinya seperti apa? Harus bolak-balik untuk mengulang kegagalan yang sama.

Sedih kan Om?

Karena itulah warga Jepang akan merasa sangat bangga ketika lulus ujian SIM. (Mtb).

Advertisement

2 komentar untuk “Biaya Pembuatan SIM di Jepang Seharga Dua Unit Motor!”

  1. mahalan di indonesia dong kalau di jepan bikin nya 350rb… aku kemarin2 bikin minta tolong orang harganya malah 450rb.. karena emang gak tau.. SIM pertama aku hehehe

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *